Array

Ahli Patologi: Kerusakan Lambung Mirna Sudah Lebih dari 3 Bulan

Ruben Setiawan Suara.Com
Kamis, 15 September 2016 | 00:08 WIB
Ahli Patologi: Kerusakan Lambung Mirna Sudah Lebih dari 3 Bulan
Ahli Patologi Forensik dari Australia, Beng Ong menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (5/9). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ahli patologi forensik Universitas Hasanuddin Gatot Susilo Lawrence menduga Wayan Mirna Salihin, yang meninggal diduga akibat kopi bersianida, memiliki penyakit kronis pada lambungnya.

Gatot, yang hadir sebagai saksi ahli dari pihak terdakwa Jessica Wongso, mengatakan hal itu terlihat dari bukti forensik yang menunjukkan adanya kerusakan ("korosif") berupa luka pada lambung.

"Kerusakan lapisan atau mukosa lambung Mirna bukan akut. Itu disebabkan peristiwa yang sudah terjadi lebih dari tiga bulan," ujar Gatot di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu malam.

Luka itulah, lanjut dia, yang menyebabkan adanya bercak kehitaman pada lambung Mirna.

Dalam persidangan sebelumnya, ahli forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Slamet Purnomo mengatakan kondisi lambung Mirna mengalami korosif hingga muncul bercak-bercak hitam bekas pendarahan lambung. Hal ini didapatkan setelah Slamet melakukan pengambilan sampel lambung korban.

Ketika sidang dengar keterangan saksi ahli itu, Slamet meyakini lambung mengalami korosi karena adanya zat berbasa kuat yang masuk ke dalamnya dan itu adalah sianida.

Sementara itu, walau menduga Mirna memiliki penyakit kronis, Gatot menegaskan bahwa dirinya tidak bisa menentukan sebab kematian Mirna.

"Hanya bisa dipastikan melalui otopsi lengkap," kata dia.

Tim forensik Mabes Polri, Slamet masuk di dalamnya, mengaku hanya melakukan pemeriksaan luar (patologi anatomi) dan pengambilan sampel lambung, hati, empedu dan urine Mirna, dan bukan otopsi.

Kebijakan ini disayangkan oleh beberapa ahli yang didatangkan oleh pihak Jessica, seperti pakar patologi forensik asal Australia Beng Beng Ong dan pakar patologi forensik Unversitas Indonesia Djaja Surya Atmadja.

Wayan Mirna Salihin tewas pada Rabu, 6 Januari 2016 di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta. Korban diduga meregang nyawa akibat menenggak kopi es vietnam yang dipesan oleh temannya, terdakwa Jessica Kumala Wongso. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI