Habis Bicara di PBB, TKI Eni Lestari Temui Menaker Hanif

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 27 September 2016 | 15:14 WIB
Habis Bicara di PBB, TKI Eni Lestari Temui Menaker Hanif
TKI Eni Lestari (batik hijau) bersama Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hong kong, Eni Lestari Andayani Adi membuat heboh karena bicara di depan pemimpin dunia di Konfrensi Tingkat Tinggi di PBB. Dia bicara sebagai buruh migrant.

Eni bicara di kantor PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (19/9/2016) pekan lalu. Dia menyampaikan fakta-fakta keadaan 244 juta buruh migran di seluruh dunia.

Sepekan setelah itu atau Selasa (27/9/2016) hari ini, Eni menemui Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jakarta.

Eni menyampaikan 4 permasalahan yang dialami tenaga kerja Indonesia, terutama di Hong Kong. Pertama soal adanya sistem yang mengharuskan TKI membayar sejumlah uang untuk membuat kontrak penempatan kerja baru. Padahal si TKI masih kerja di tempat yang sama.

“PT sudah terlalu kaya, tidak perlu memberikan uang lebih itu,” kata Eni.

Kedua, Eni mengusulkan TKI bisa melakukan kontrak mandiri dengan majikan. Selama ini TKI dibuat bergantung dengan agen penyalur tenaga kerja. Sementara menurut dia, itu tidak perlu.

“Kita sudah di atas 5-6 tahun, agen sudah tidak perlu. Karena kami sudah tahu cara urus surat-surat,” kata dia.

Eni menilai pengurusan dokumen ketenagakerjaan sangat sulit. Terutama untuk TKI yang sudah habis masa kontrak. Di tambah ada permasalahan aturan membayar uang hingga 3.000 dolar Hong Kong atau seitar Rp5 juta untuk pindah agen. TKI diikat dengan satu agen tertentu. Sehingga dia harus bekerja dengan agen itu selama di negara tujuan.

“Mereka mengikat nomor paspor, sehingga saya tidak bisa cari agen lain. Negara perlu melakukan fleksibilitas. Jangan mengikat nomor paspor kita di sistem online,” paparnya.

Selain itu Eni juga meminta Kemenaker menambah jumlah petugas KJRI yang mengurusi para TKI yang bermasalah.

“Atase ketenagakerjaan susah dicari. Saya paham, karena tiap hari dia dihadapi dengan kasus. Dia menderita sekali, mau menyalahkan juga sulit. Alangkah baiknya ditambah. Karena jumlahnya cuma satu,” papar Ketua International Migrant Alliance (IMA) yang berbasis di Hong Kong itu.

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengapresiasi langkah Eni Lestari melakukan kampanye perbaikan nasib buruh migran di forum internasional.

“Saya mengapresiasi dan mendukung upaya yang dilakukan oleh Mbak Eni untuk perbaikan nasib pekerja migran. Baik pekerja migran asal Indonesia maupun Negara lain,” kata Menteri Hanif.

“Saya dan Mbak Eni memiliki kekhawatiran dan harapan perbaikan untuk pekerja migran yang sama,” ujarnya.

Hanif mengklaim berupaya agar pemerintah tidak mempersulit TKI yang ingin bekerja di luar negeri. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Malaysia Akhirnya Komitmen Lindungi TKI

Malaysia Akhirnya Komitmen Lindungi TKI

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 00:19 WIB

TKI Rekam Pemerkosaaan Terhadap Dirinya, Pelaku Ditangkap

TKI Rekam Pemerkosaaan Terhadap Dirinya, Pelaku Ditangkap

News | Senin, 12 September 2016 | 03:15 WIB

KPK: Banyak Korupsi di Penempatan TKI ke Luar Negeri

KPK: Banyak Korupsi di Penempatan TKI ke Luar Negeri

News | Rabu, 31 Agustus 2016 | 15:42 WIB

Menaker: Negara Penerima Diminta Lindungi Hak TKI

Menaker: Negara Penerima Diminta Lindungi Hak TKI

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 06:54 WIB

Gantung Diri di Malaysia, Organ TKI Yufrida Dicurigai Hilang

Gantung Diri di Malaysia, Organ TKI Yufrida Dicurigai Hilang

News | Kamis, 18 Agustus 2016 | 10:13 WIB

Terkini

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:38 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:37 WIB

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:29 WIB

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:25 WIB

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:14 WIB

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:55 WIB