Amuk Massa di Perkebunan BNIL Dipicu Ancaman Pam Swakarsa

Tomi Tresnady

Minggu, 02 Oktober 2016 | 09:47 WIB
Amuk Massa di Perkebunan BNIL Dipicu Ancaman Pam Swakarsa
Ilustrasi perkelahian. [shutterstock]

Suara.com - Amuk massa di areal perkebunan PT Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL) yang berada di kawasan Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung, diduga dipicu adanya nada ancaman yang dilontarkan petugas pengamanan (pam) swakarsa perusahaan tersebut.

Berdasarkan keterangan warga dan sumber aparat kepolisian, di Tulangbawang, Minggu (2/10/2016), amuk massa dan pembakaran yang dilakukan oleh ribuan orang dari Himpunan Tani Korban Penggusuran BNIL (HTKPB) pada Sabtu (1/10) pagi itu, dipicu ancaman petugas pam swakarsa perusahaan yang menyulut kemarahan dan emosi warga yang berada di tenda-tenda lahan yang sedang mereka klaim dan duduki tersebut.

Awalnya, Sabtu, sekitar pukul 09.20 WIB, ada seorang anggota mam swakarsa PT BNIL yang belum diketahui namanya berkomunikasi dengan anggota pam swakarsa lainnya lewat ponsel.

Dia mengatakan bahwa saat itu di lokasi hanya ada tiga sampai sepuluh orang yang berada di tenda pada lahan yang diklaim dan diduduki warga tersebut, sehingga disampaikan kenapa tidak diserang saja.

Obrolan dan percakapan itu didengar oleh warga anggota HTKPB yang berada di tenda di sana. Sedangkan anggota pam swakarsa lainnya sembari membawa sebilah golok memperlihatkan aksi membacok-bacokkan diri di tangan dan badannya sendiri.

"Karena mendengar percakapan melalui HP dan melihar aksi bacok-bacok badan sendiri itu, membuat warga yang berada di tenda-tenda itu menjadi emosi. Selang beberapa menit saja, ribuan warga berdatangan dan langsung menyerang tenda pam swakarsa," kata salah satu warga di lokasi kejadian amuk massa itu.

Usai peristiwa amuk massa itu, rombongan Kapolres Tulangbawang AKBP Agus Wibowo bersama seluruh pejabat teras polres setempat meluncur ke lokasi kejadian.

Kapolres langsung mengambil langkah mempertemukan Ketua Pam Swakarsa PT BNIL untuk membuat perjanjian dan pernyataan agar mengendalikan diri dan menjaga keamanan dan ketertiban di sana.

Kapolres juga menyatakan segera bertemu dengan korlap HTKPB untuk berdialog dan mengajak saling menahan diri.

Akibat amuk massa itu, belasan sepeda motor rusak dan dibakar massa, selain ada mobil dan traktor serta tenda-tenda yang juga mengalami kerusakan. Namun dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Warga tergabung dalam HTKPB menuntut pengembalian lahan kebun kini dikelola PT BNIL yang dituding telah diambil perusahaan perkebunan sawit itu, sehingga melakukan aksi pendudukan lahan dan mendirikan tenda di lahan yang dipersoalkan beberapa pekan ini.

PT BNIL di Tulangbawang juga tengah menjadi sorotan atas kegiatan alih budi daya lahan kelapa sawit menjadi kebun tebu, sehingga disoal oleh pemerintah setempat dan berbagai kalangan lainnya secara hukum.

Sebelumnya terjadi persoalan hukum PT BNIL dan Bupati Tulangbawang Hanan A Razak bermula dari terbitnya Surat Keputusan Bupati Tulangbawang Nomor 199 Tahun 2015 tentang pencabutan keputusan bupati yang telah dikeluarkan sebelumnya.

PT BNIL kemudian mengajukan gugatan ke PTUN Bandarlampung, dan dalam putusannya majelis hakim menilai tindakan Bupati Tulangbawang mencabut Keputusan No. 243 bertentangan dengan Peraturan Menteri Pertanian No. 26 Tahun 2007 yang mengatur tentang pemberian izin usaha perkebunan.

Selain itu, majelis hakim menilai Bupati Hanan menyalahi prosedur dalam pengambilan keputusan tentang pencabutan SK No. 243 tersebut.

Namun dalam banding dilakukan Bupati/Pemkab Tulangbawang, PT TUN Medan memenangkan banding Pemkab Tulangbawang atas nama Bupati Tulangbawang Hanan A Razak dalam perkara terhadap PT BNIL.

Putusan bernomor PTTUN Medan 06/b/2016/pt.tun-mdn tanggal 3 Maret 2016 menyatakan PTTUN Medan menerima banding dan membatalkan putusan PTUN Bandarlampung. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polsek Bakauheni Gagalkan Penyelundupan Gading Gajah

Polsek Bakauheni Gagalkan Penyelundupan Gading Gajah

News | Kamis, 23 Juni 2016 | 06:45 WIB

Gempa Bumi Landa Wilayah Lampung

Gempa Bumi Landa Wilayah Lampung

News | Minggu, 15 Mei 2016 | 06:06 WIB

FSRU Lampung Tingkatkan Serapan Produksi LNG Domestik

FSRU Lampung Tingkatkan Serapan Produksi LNG Domestik

Bisnis | Senin, 25 April 2016 | 13:40 WIB

Jalan Tol Lampung Capai 8 KM

Jalan Tol Lampung Capai 8 KM

Foto | Sabtu, 23 April 2016 | 19:40 WIB

PGN Perkuat Pasokan Gas untuk FSRU Lampung

PGN Perkuat Pasokan Gas untuk FSRU Lampung

Bisnis | Selasa, 05 April 2016 | 09:44 WIB

Cegah Banjir, Sungai Belau di Bandarlampung akan Dikeruk

Cegah Banjir, Sungai Belau di Bandarlampung akan Dikeruk

News | Rabu, 16 Maret 2016 | 02:00 WIB

Bentrok Antarwarga Tewaskan 3 Orang, Ini Kronologisnya

Bentrok Antarwarga Tewaskan 3 Orang, Ini Kronologisnya

News | Sabtu, 12 Maret 2016 | 18:07 WIB

Terkini

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:15 WIB

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:14 WIB

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:12 WIB

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Health | Senin, 02 November 2026 | 20:10 WIB

×