- Pemerintah melibatkan masyarakat dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI melalui mekanisme pemungutan suara terbuka pada 24–28 Juni.
- Sebanyak 68.569 pemilih menentukan karya Fajar Novario asal Padang sebagai pemenang logo resmi dengan perolehan 44,73 persen suara.
- Proses partisipatif ini menjadi tonggak sejarah baru dalam menghargai aspirasi publik serta membangun tradisi inklusif dalam peringatan kemerdekaan.
Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengatakan bahwa terpilihnya logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia melalui mekanisme pemungutan suara mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghormati aspirasi dan pilihan masyarakat.
Qodari menjelaskan bahwa proses pemungutan suara yang berlangsung pada 24–28 Juni berhasil menghimpun 68.569 suara dari masyarakat di berbagai daerah serta diaspora Indonesia untuk memilih satu dari lima logo yang akan menjadi identitas visual peringatan kemerdekaan Indonesia tahun ini.
Pada pemungutan suara tersebut, logo karya Fajar Novario, desainer asal Padang, Sumatera Barat, terpilih sebagai pemenang setelah meraih 30.699 suara atau 44,73 persen dari total suara yang masuk.
Qodari menjelaskan bahwa logo yang terpilih murni merupakan hasil aspirasi publik secara kolektif, bukan semata-mata keputusan pemerintah.
Hal ini, lanjutnya, menjadi bukti bahwa pemerintah sangat menghargai pendapat dan pilihan masyarakat.
“Hasil tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghargai pilihan publik. Dengan demikian, logo peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya menjadi milik pemerintah, tetapi juga menjadi milik seluruh rakyat Indonesia,” kata Qodari dalam pernyataannya, Senin (6/7/2026).
Qodari menambahkan bahwa proses pemungutan suara tersebut menjadi tonggak sejarah baru. Pasalnya, ini merupakan pertama kalinya pemerintah melibatkan masyarakat secara langsung dalam pemilihan logo peringatan HUT RI melalui mekanisme pemungutan suara terbuka.
Qodari mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan ajakan langsung pemerintah kepada masyarakat untuk berpartisipasi dan menyemarakkan peringatan kemerdekaan.
Ia berharap pelibatan masyarakat ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun tradisi baru yang lebih partisipatif, inklusif, dan kolaboratif.
“Logo yang terpilih merepresentasikan nilai kebersamaan, persatuan, dan harapan masyarakat akan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, sejalan dengan tema besar peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun ini,” kata Qodari.
Karena menjadi tonggak sejarah yang penting, Qodari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pemungutan suara tersebut.
Ia mengatakan pemerintah berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti pada proses pemilihan logo, tetapi juga tercermin dalam seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk semakin mempererat persatuan, memperkuat optimisme, dan mendorong kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun Indonesia.
“Keterlibatan aktif masyarakat merupakan bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup dan berdenyut di hati setiap warga negara,” kata Qodari.