Petinggi Demokrat Yakini Rusia di Balik Serangan Sistem Pemilu AS

Dythia Novianty

Selasa, 04 Oktober 2016 | 06:35 WIB
Petinggi Demokrat Yakini Rusia di Balik Serangan Sistem Pemilu AS
Kantor kubu Partai Demokrat AS. [Reuters]

Suara.com - Legislator senior partai Demokrat Adam Schiff menyatakan, dirinya tidak memiliki keragukan Rusia ada di balik percobaan penyerangan yang menyasar sistem pemilihan umum di negara-negara bagian.

Atas keyakinannya itu, sang politisi mendesak pemerintahan Barack Obama secara terbuka menyalahkan Moskow atas percobaan meruntuhkan kepercayaan publik pada ajang pemilihan presiden 8 November mendatang.

Pernyataan salah satu petinggi partai Demokrat yang saat ini duduk di komisi intelijen dewan perwakilan rakyat Amerika Serikat itu, datang saat meningkatnya kekhawatiran pemerintah pusat dan negara bagian tentang keamanan mesin pemilihan, bank data serta tuduhan tidak berdasar dari calon Partai Republik Donald Trump bahwa pemilu bisa "dicurangi".

"Saya yakin (ini ulah Rusia). Dan menurut saya, pemerintah tidak memiliki keraguan soal itu," kata Schiff saat diwawancarai dalam "This Week", program satu stasiun televisi Amerika ABC.

Desakan Schiff agar AS mempermalukan Kremlin, muncul satu minggu setelah Trump mempertanyakan kesimpulan tertunda yang dibuat secara rahasia oleh komunitas intelijen Amerika Serikat, bahwa Rusia bertanggung jawab atas penyerangan siber.

"Itu mungkin dilakukan Rusia, namun bisa juga oleh Tiongkok, akan tetapi ini juga mungkin dilakukan oleh seseorang dari atas kasurnya yang seberat 400 pon," kata Trump saat acara debat dengan calon partai Dermokrat Hillary Clinton yang disiarkan di televisi.

Sebelumnya, pada Sabtu (1/10), Menteri Pertahanan Dalam Negeri Jeh Johnson mengatakan, para peretas telah memata-matai sistem pemilihan umum berbagai negara bagian AS. Akan tetapi tidak ditemukan tanda-tanda bawa mereka telah memanipulasi data suara.

Schiff meragukan para peretas bisa memalsukan data untuk mempengaruhi hasil pemilu. Pejabat dan para ahli juga telah menyatakan desentralisasi dan teknologi pemilihan umum lama milik AS akan membuat sistem lebih aman dari retasan.

Akan tetapi, lanjut Schiff, serangan siber pada sistem registrasi pemilih bisa "menabur perselisihan" saat hari pemilihan. Dia juga menambahkan kebocoran surat elektronik yang dipalsukan juga akan sulit untuk dibantah dan dapat menjadi "pengubah hasil pemilu". (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB