Mendagri Klaim Banyak Pecat Pegawai, Diantaranya karena Korupsi

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Kamis, 06 Oktober 2016 | 14:55 WIB
Mendagri Klaim Banyak Pecat Pegawai, Diantaranya karena Korupsi
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambangi kantor Ombudsman, di Jakarta, Kamis (9/10). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku telah banyak menjatuhkan sanksi hingga pemecatan kepada pegawai dan pejabat di lingkungan Kementeriannya. Para pegawai yang dijatuhi sanksi itu karena melanggar aturan hingga pidana.

"Saya sudah banyak bikin SK (surat keputusan) pemecatan, penurunan pangkat, pemberhentian tidak hormat. Hal ini karena kelakuan tidak baik," kata Tjahjo di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2016).

Tjahjo berjanji akan menyampaikan siapa saja pegawai dan pejabat yang telah dipecat tersebut. Namun untuk pejabat dan PNS yang melanggar aturan karena tidak netral dalam Pilkada serentak 2015 lalu datanya ada pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

‎Sedangkan PNS dan pejabat pemerintahan yang terjerat dugaan kasus korupsi menunggu putusan hukum tetap sebelum diberhentikan secara tidak hormat.

"Sepanjang tidak OTT (operasi tangkap tangan), kami menunggu sampai inkrah dulu. Seperti satu Dirjen dan dua Direktur (di Kemendagri) kami berhentikan dari jabatannya," ‎ujar dia.

Dia menjelaskan, seorang Dirjen dan dua Direktur di lingkungan Kemendagri yang dicopot dari jabatannya itu terjerat kasus dugaan korupsi e-KTP.

"Kasus e-KTP ini kan masih proses, kami tetap pegang asas praduga tak bersalah," ‎tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Segera Panggil Gamawan Fauzi Terkait e-KTP

KPK Segera Panggil Gamawan Fauzi Terkait e-KTP

News | Selasa, 04 Oktober 2016 | 13:15 WIB

Jadi "Justice Collaborator", Ini Harapan KPK kepada Damayanti

Jadi "Justice Collaborator", Ini Harapan KPK kepada Damayanti

News | Jum'at, 30 September 2016 | 19:10 WIB

Margarito Kamis Minta KPK Tunda Pemeriksaan Saksi Nur Alam

Margarito Kamis Minta KPK Tunda Pemeriksaan Saksi Nur Alam

News | Rabu, 28 September 2016 | 21:18 WIB

Mendagri Minta Polisi Tindak Tegas Provokator dalam Pilkada 2017

Mendagri Minta Polisi Tindak Tegas Provokator dalam Pilkada 2017

News | Selasa, 27 September 2016 | 22:58 WIB

KPK: BLBI, Century dan Sumber Waras Belum Dihentikan

KPK: BLBI, Century dan Sumber Waras Belum Dihentikan

News | Rabu, 21 September 2016 | 13:09 WIB

KPK Periksa Staf Kemendagri Terkait Proyek Gedung IPDN Sumbar

KPK Periksa Staf Kemendagri Terkait Proyek Gedung IPDN Sumbar

News | Rabu, 21 September 2016 | 11:37 WIB

Kasus Korupsi Gedung IPDN, KPK Periksa Sejumlah Saksi dari Swasta

Kasus Korupsi Gedung IPDN, KPK Periksa Sejumlah Saksi dari Swasta

News | Selasa, 20 September 2016 | 12:08 WIB

Lobi Cina, KPK Percepat Garap Kasus Korupsi Pelindo II

Lobi Cina, KPK Percepat Garap Kasus Korupsi Pelindo II

News | Selasa, 20 September 2016 | 11:35 WIB

KPK Periksa Anggota Komisi V Fraksi PKS Kasus Proyek PUPR

KPK Periksa Anggota Komisi V Fraksi PKS Kasus Proyek PUPR

News | Senin, 19 September 2016 | 13:02 WIB

Kejari Gorontalo Jemput Paksa Tersangka Korupsi di Rumah Sakit

Kejari Gorontalo Jemput Paksa Tersangka Korupsi di Rumah Sakit

News | Senin, 19 September 2016 | 02:20 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×