Ini Penjelasan Kenapa Survei Ahok Tiap Lembaga Riset Beda

Kamis, 06 Oktober 2016 | 15:47 WIB
Ini Penjelasan Kenapa Survei Ahok Tiap Lembaga Riset Beda
Direktur Populi Center Usep S. Achyar [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Hasil survei yang dilakukan lembaga Populi Center dan Lingkaran Survei Indonesia terhadap tingkat elektabilitas pasangan calon guburnur Jakarta berbeda. Mengapa beda lembaga, beda hasil?

Menurut Direktur Populi Center Usep S. Achyar, banyak variabel yang menyebabkan perbedaan hasil survei dari setiap lembaga. Salah satunya waktu pelaksanaan survei.

"Yang membuat berbeda itu saya kira banyak hal ya. Bisa saja dari waktu penyelengaraan, karena pemilih itu, kan punya potensi berubah-ubah dalam menentukan pilihan," kata Usep di kantor Populi Center, Perumahan Bank Mandiri, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (6/10/2016).

Itu sebabnya, kata Usep, hasil survei tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk melihat popularitas dan elektabiltas kandidat.

"Karena hasil survei ini, kan bersifat sementara juga," ujar Usep.

Selain itu, kata Usep, hasil survei juga tergantung pada metode yang digunakan. Namun, sejauh ini hampir semua lembaga survei di Indonesia menggunakan metode yang sama.

"Bisa juga dari metode. Tapi kalau metode itu biasanya cenderung samalah. Rata-rata pakai metode itu-itu juga," kata Usep.

Bagaimana cara mengukur kevalidan data dari setiap hasil survei? Menurut Usep, hal itu bisa dilihat dari proses pelaksanaan hingga rilis hasil survei.

"Kita lihat proses dan prosedur yang digunakan. Ilmiah nggak? Dia pakai standar-standar ilmiah nggak? Jadi itu yang harus dilihat. Mulai dari tujuannya, metodenya, SDMnya, prosesnya di lapangan sampai dengan rilis hasil," kata Usep.

Seperti di ketahui, hasil survei yang dilakukan Populi Center pada tanggal 25 September sampai 1 Oktober 2016 menyebutkan elektabilitas pasangan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yaitu 45.5 persen.

Sementara hasil survei Lingkaran Survei Indonesia yang dilakukan pada tanggal 28 September sampai 2 Oktober 2016 menyatakan eletabilitas Ahok-Djarot 31,4 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI