Indonesia Kirim Surat ke Jepang Minta Garap Kereta Cepat JKT-SBY

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Sabtu, 08 Oktober 2016 | 03:01 WIB
Indonesia Kirim Surat ke Jepang Minta Garap Kereta Cepat JKT-SBY
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui di gedung BPPT, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berharap Jepang dapat mengerjakan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Bahkan Indonesia sudah mengirimkan surat resmi ke Jepang.

"Kami sudah menyampaikan surat resmi kepada Pemerintah Jepang untuk dapat mengerjakan proyek ini. Secara pribadi saya yakin teknologi Jepang tepat untuk proyek ini," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Dalam lawatan ke Jepang sejak Kamis (6/10/2016), Luhut bertemu dengan Perdana Menteri Shinzo Abe, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Keiichi Ishii, Wakil Menteri Luar Negeri Shinsuke Sugiyama dan beberapa anggota muda Liga Parlemen Jepang Indonesia. Dengan adanya kereta semi cepat Jakarta-Surabaya berkecepatan 180 km/jam hingga 200 km/jam akan mempersingkat waktu tempuh menjadi sekitar 3,5 jam.

"Jalurnya akan berupa rel ganda, yang memungkinkannya untuk dimanfaatkan juga guna membantu operasi angkutan peti kemas 'dry port' antara Jakarta-Semarang-Surabaya," katanya.

Menurut Luhut, dengan masuknya Jepang dalam penggarapan proyek itu, akan tercipta alih teknologi kepada Indonesia. Ia juga berharap negara itu dapat mematuhi aturan untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri. Selain proyek kereta semi cepat, dalam pertemuan dengan PM Abe itu juga dibahas kerja sama ekonomi kemaritiman, peluang investasi di Indonesia, masalah Laut Cina Selatan dan beberapa hal lain. Luhut yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM mengundang Jepang untuk berinvestasi di sektor migas dan maritim di wilayah Natuna Timur.

"Selain itu, kami juga menyampaikan bahwa negara Anda bisa berinvestasi di banyak tempat di Indonesia, termasuk di Kepulauan Natuna, Saumlaki, Nias, Sorong dan Bitung," ujarnya.

Pembangunan pelabuhan di beberapa wilayah juga akan dilakukan dengan kerja sama kedua negara. Tidak hanya itu, progres pengembangan Blok Masela pun turut dibicarakan dengan PM Abe lantaran salah satu perusahaan migas Jepang, Inpex Corporation, merupakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di blok tersebut.

Kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kerja juga dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Terkait isu Laut Cina Selatan, Luhut menyampaikan sikap Indonesia kepada PM Abe.

"Indonesia tidak menghendaki ada unjuk kekuatan di wilayah itu, kami juga tidak mengakui 'nine-dash line', dan semua pihak harus menghormati hukum internasional. Kami terbuka untuk bekerjasama dengan negara mana saja untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut, bisa dengan China, Vietnam atau Filipina," katanya.

Ia mengatakan Indonesia bukanlah negara pengklaim, tetapi tidak membantah bahwa Indonesia akan memperkuat keberadaan angkatan laut di sekitar wilayah Natuna yang berdekatan dengan wilayah sengketa tersebut. Lebih lanjut, Luhut menambahkan, kerja sama patroli pantai Indonesia-Jepang juga akan dilakukan dengan menawarkan pelatihan pasukan perdamaian.

"Kita bisa menggunakan fasilitas yang kami punya di Indonesia, yang merupakan salah satu fasilitas pelatihan terbesar di Asia dan diresmikan oleh Sekjen PBB," pungkasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketika Kaisar Akihito Naik Kereta

Ketika Kaisar Akihito Naik Kereta

Foto | Sabtu, 20 Agustus 2016 | 19:32 WIB

Kereta Cepat Tabrak Pohon Tumbang, Delapan Orang Luka-luka

Kereta Cepat Tabrak Pohon Tumbang, Delapan Orang Luka-luka

News | Kamis, 18 Agustus 2016 | 04:31 WIB

Menhub Baru Tak Mau Gegabah Soal Proyek Kereta Cepat

Menhub Baru Tak Mau Gegabah Soal Proyek Kereta Cepat

Bisnis | Kamis, 28 Juli 2016 | 15:09 WIB

Kereta Anjlok Tumpahkan Zat Kimia Berbahaya

Kereta Anjlok Tumpahkan Zat Kimia Berbahaya

News | Senin, 02 Mei 2016 | 06:36 WIB

Lima Warga Cina Ditangkap di Halim, Ini Fenomena Gunung Es

Lima Warga Cina Ditangkap di Halim, Ini Fenomena Gunung Es

News | Kamis, 28 April 2016 | 20:26 WIB

Fadli Zon: Banyak Buruh Kasar Cina Tidak Bisa Bahasa Indonesia

Fadli Zon: Banyak Buruh Kasar Cina Tidak Bisa Bahasa Indonesia

News | Kamis, 28 April 2016 | 11:41 WIB

Lima Warga Cina Pekerja KA Cepat Ditangkap, Ini Tanggapan Jonan

Lima Warga Cina Pekerja KA Cepat Ditangkap, Ini Tanggapan Jonan

News | Rabu, 27 April 2016 | 22:36 WIB

Lima Pekerja Kereta Cepat Asal Cina Terancam Dideportasi

Lima Pekerja Kereta Cepat Asal Cina Terancam Dideportasi

News | Rabu, 27 April 2016 | 17:24 WIB

Identitas Warga Cina Pekerja Proyek Kereta Cepat yang Ditangkap

Identitas Warga Cina Pekerja Proyek Kereta Cepat yang Ditangkap

News | Rabu, 27 April 2016 | 15:29 WIB

Jonan Minta Jaminan Cina Terkait Teknologi Kereta Cepat

Jonan Minta Jaminan Cina Terkait Teknologi Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 April 2016 | 14:21 WIB

Terkini

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:43 WIB

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:30 WIB

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:25 WIB

Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC

Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:02 WIB

Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB

Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026,  Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!

Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:43 WIB

22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah

22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:39 WIB

Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang

Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:36 WIB

BNI Lepas Timnas ke Thomas & Uber Cup 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi Juara

BNI Lepas Timnas ke Thomas & Uber Cup 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi Juara

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:36 WIB

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:05 WIB