Presiden Jokowi: Indonesia Maju Kalau Keluarga Sejahtera

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Senin, 10 Oktober 2016 | 17:59 WIB
Presiden Jokowi: Indonesia Maju Kalau Keluarga Sejahtera
Presiden Jokowi bersama sejumlah pejabat negara berkunjung ke Bantul, DIY, Senin (10/10/2016). [Dok Biro Setpres/Laily Rachev]

Pemerintah Indonesia terus berupaya merevitalisasi program Keluarga Berencana (KB) agar terbangun para keluarga sejahtera di Indonesia. Oleh karena itu, dalam kunjungan kerjanya ke Daerah Istimewa Yogyakarta kali ini, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo berkunjung ke Posko Kesehatan Desa Srimulyo, Dusun Jasem, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, untuk meninjau pelaksanaan program KB yang dilakukan di sana pada Senin (10/10/2016).

Dalam kesempatan tersebut, di hadapan masyarakat yang hadir, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa untuk kemajuan suatu negara, salah satunya dapat dimulai dari mempersiapkan keluarga yang direncanakan dengan baik. Anak-anak dan keluarga yang terencana dapat mendorong terciptanya keluarga sejahtera dan bahagia, serta mampu mengatasi permasalahan kependudukan yang dialami hampir seluruh negara di dunia.

"Apakah ingin anaknya satu, silakan. Ingin anaknya dua, silakan. Tetapi yang paling penting direncanakan dengan baik," ujarnya.

Salah satu bentuk perencanaan yang coba disinggung oleh Presiden ialah mengenai perencanaan keuangan untuk pendidikan buah hati. Presiden Joko Widodo ingin anak-anak Indonesia nantinya mampu bersaing dengan negara lainnya dan dapat terus memperoleh pendidikan.

"Tidak boleh anak-anak kita berhenti di SD. Harus terus bersekolah. Karena dengan bersekolah, anak-anak akan mendapatkan pendidikan sehingga bisa bersaing dengan negara lain," ucapnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden menginstruksikan kepada Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty, agar terus berupaya menjadikan keluarga Indonesia sebagai keluarga yang sejahtera. Secara khusus, Presiden juga meminta agar BKKBN mengawal program KB dengan memberi perhatian khusus kepada generasi muda.

"Terakhir, saya minta kepala BKKBN untuk terus mengawal program KB ini. Pastikan makin banyak keluarga yang mengikuti dan perhatian khusus perlu diberikan kepada generasi muda atau keluarga baru," tutupnya.

Sebelum meninggalkan tempat acara, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk menandatangani sebuah prasasti yang diperuntukkan khusus bagi warga Desa Srimulyo. Dalam prasasti tersebut, Presiden juga menuliskan pesan-pesannya bagi warga setempat.

"Indonesia maju kalau keluarga sejahtera. Ayo ikut Keluarga Berencana," tulisnya.

Mendampingi Presiden dalam acara tersebut ialah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwana X, dan Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty.

Deteksi Dini Kanker Serviks

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ibu Iriana Joko Widodo yang saat itu turut mendampingi Presiden juga menyempatkan diri untuk meninjau pelaksanaan pemasangan KB spiral atau Intrauterine Device (IUD). Pemasangan alat kontrasepsi tersebut dinilai efektif dan efisien dalam mencegah kehamilan guna mendukung program Keluarga Berencana yang dicanangkan pemerintah.

Selain itu, Ibu Iriana juga meninjau pelaksanaan tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai upaya deteksi dini kanker serviks pada perempuan. Untuk diketahui, kanker serviks belakangan menjadi ancaman mematikan bagi sejumlah wanita di seluruh dunia. Namun, di negara-negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi seperti IVA salah satunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi Diminta Serius Perangi Mafia Beras

Presiden Jokowi Diminta Serius Perangi Mafia Beras

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2016 | 16:22 WIB

Jokowi:  Illegal Fishing Kurangi Stok Ikan Dunia 90 Persen

Jokowi: Illegal Fishing Kurangi Stok Ikan Dunia 90 Persen

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2016 | 14:12 WIB

Senin Esok, Jokowi Buka Simposium Perikanan di Yogyakarta

Senin Esok, Jokowi Buka Simposium Perikanan di Yogyakarta

Bisnis | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 21:19 WIB

Jokowi Minta Kualitas Layanan Pendidikan dan Kesehatan Diperbaiki

Jokowi Minta Kualitas Layanan Pendidikan dan Kesehatan Diperbaiki

News | Rabu, 05 Oktober 2016 | 19:04 WIB

Sabtu Esok, Jokowi akan Resmikan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong

Sabtu Esok, Jokowi akan Resmikan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 16:50 WIB

Presiden Jokowi Soroti Anggaran TVRI 4 Tahun Selalu Disclaimer

Presiden Jokowi Soroti Anggaran TVRI 4 Tahun Selalu Disclaimer

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 15:53 WIB

Jokowi Perintahkan Rantai Pasokan Gas Dipotong

Jokowi Perintahkan Rantai Pasokan Gas Dipotong

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 18:05 WIB

Jokowi Optimis Proyek MRT Bakal Rampung 2019

Jokowi Optimis Proyek MRT Bakal Rampung 2019

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 19:56 WIB

Jokowi Bingung Kalau Ahok Cuti Kampanye, Ini Penyebabnya

Jokowi Bingung Kalau Ahok Cuti Kampanye, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 30 September 2016 | 19:35 WIB

Setnov Diisukan Kembali Jadi Ketua DPR, Ini Kata Politisi Golkar

Setnov Diisukan Kembali Jadi Ketua DPR, Ini Kata Politisi Golkar

News | Jum'at, 30 September 2016 | 18:12 WIB

Terkini

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

×