Suara.com - Aksi main hakim sendiri kembali dilakukan kelompok ekstremis ISIS di Mosul, Irak. Kali ini, ada beberapa warga yang menjadi korban kebrutalan hukum yang diterapkan ISIS, tergantung dari 'tingkat kesalahan' masing-masing.
Sadisnya lagi, kelompok militan itu membiarkan warga sekitar, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, menyaksikan eksekusi tersebut, yang dianggap sebagai bentuk peringatan.
Dalam sebuah foto yang dirilis ISIS, salah satunya, tampak seorang lelaki dijatuhkan dari atas gedung tinggi lantaran dituduh sebagai homoseksual.
Pada gambar lain, terlihat seorang lelaki dipotong tangan kanannya karena diklaim telah mencuri. Korban tampak didudukkan pada sebuah kursi lalu tangan kanannya ditaruh di meja, untuk kemudian menjalani hukuman potong tangan.
Selain itu, ISIS juga menghukum mati beberapa lelaki lainnya dengan mengikatkan pada suatu tiang, lalu kepalanya ditembak. ISIS menuduh para korban telah jadi mata-mata pihak lawan.
Dalam beberapa hari terakhir, militer Irak dan Kurdi memang terus merangsek masuk ke kota Mosul untuk menggempur wilayah yang notabene ibu kota kelompok ekstremis tersebut di Irak.
Menurut laporan setempat, puluhan warga tewas dalam dua hari terakhir setelah dituduh menyampaikan informasi kepada pihak militer Irak maupun Kurdi. ISIS mengklaim hukuman ini dilakukan untuk menegakkan hukum syariat. (Daily Mail)