Khawatir Diamuk Massa, MUI Sarankan Polisi Tahan Ahok

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Rabu, 16 November 2016 | 17:08 WIB
Khawatir Diamuk Massa, MUI Sarankan Polisi Tahan Ahok
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok didampingi calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat dan tim pemenangannya memberikan keterangan terkait penetapan Ahok sebagai tersangka. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Koordinator Tim Advokasi Majelis Ulama Indonesia, Ahmad Yani mengatakan bahwa setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka, Basuki Tjahaja Pumama atau Ahok sebaiknya ditahan. MUI takut Ahok diserang massa yang tidak menyukainya.

"Kalau tidak inginkan langkah-langkah hukum rimba mengawal terus 24 jam. Makanya lakukan proses penahanan untuk mengamankan si tersangka sendiri," kata Ahmad Yani di Jalan Patra Kuningan XV, Jakarta Selatan, Rabu (16/11/2016).

"Kalau ditahan di kepolisian dia akan aman, karena ini isunya sangat sensitif," katanya.

Ahok juga disarankan untuk mengundurkan diri dari pencalonan sebagai gubernur DKI Jakarta. Kata dia, dengan ditetapkannya Mantan Bupati Belitung Timur tersebut sebagai tersangka, maka secara otomatis suara masyarakat yang mendukungnya semakin berkurang. Saat ini saja kata Politikus PPP tersebut suara dukungannya sudah terjun bebas.

"Kajian-kajian kita sendiri secara hukum, sejak awal pak Ahok memang akan tersangka, saya meyakini betul Ahok tersangka. Maka akan berdampak dukungan juga ke Ahok dan dukungan ke Ahok sudah tergerus luar biasa, dan akan semakin tergerus," katanya.

"Sudah lah konsentrasi saja pembelaan, jangan cape-cape," kata Yani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemeriksaan Ahok akan Diatur Tak Bentrok dengan Jadwal Kampanye

Pemeriksaan Ahok akan Diatur Tak Bentrok dengan Jadwal Kampanye

News | Rabu, 16 November 2016 | 17:06 WIB

Ahok Sudah TSK, Din Imbau Umat Islam Jangan Demo 25 November

Ahok Sudah TSK, Din Imbau Umat Islam Jangan Demo 25 November

News | Rabu, 16 November 2016 | 16:59 WIB

Sumarsono: Pilkada Lain Cerita Jika Status Ahok Inkrah

Sumarsono: Pilkada Lain Cerita Jika Status Ahok Inkrah

News | Rabu, 16 November 2016 | 16:48 WIB

Ahok Yakin Menang Satu Putaran, Anies: Nggak Ada Tanggapan

Ahok Yakin Menang Satu Putaran, Anies: Nggak Ada Tanggapan

News | Rabu, 16 November 2016 | 16:34 WIB

Ini Alasan Kapolri Serius Sikapi Isu Gerakan 25 November

Ini Alasan Kapolri Serius Sikapi Isu Gerakan 25 November

News | Rabu, 16 November 2016 | 16:22 WIB

Ahok Tersangka, Sophia Latjuba Tahan Dulu Berkomentar

Ahok Tersangka, Sophia Latjuba Tahan Dulu Berkomentar

Entertainment | Rabu, 16 November 2016 | 16:16 WIB

Ahok Jadi Tersangka Bisa Jadi karena Kompromi dengan Situasi

Ahok Jadi Tersangka Bisa Jadi karena Kompromi dengan Situasi

News | Rabu, 16 November 2016 | 16:12 WIB

Lima Sikap dan Rasa Syukur Ormas Anti Ahok

Lima Sikap dan Rasa Syukur Ormas Anti Ahok

News | Rabu, 16 November 2016 | 16:07 WIB

Djarot Ungkap Kenapa Posisi Makin Enak Setelah Ahok Jadi TSK

Djarot Ungkap Kenapa Posisi Makin Enak Setelah Ahok Jadi TSK

News | Rabu, 16 November 2016 | 16:04 WIB

Ahok Jadi Tersangka, Bagaimana Kelanjutan Kasus Buni Yani?

Ahok Jadi Tersangka, Bagaimana Kelanjutan Kasus Buni Yani?

News | Rabu, 16 November 2016 | 15:55 WIB

Terkini

Minta Maaf ke Siswa SMAN 1 Pontianak, Hetifah Sjaifudian Perjuangkan Tanding Ulang LCC 4 Pilar

Minta Maaf ke Siswa SMAN 1 Pontianak, Hetifah Sjaifudian Perjuangkan Tanding Ulang LCC 4 Pilar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55 WIB

Datang ke RSCM, Oditur Militer Pulang Tanpa Bisa Temui Andrie Yunus

Datang ke RSCM, Oditur Militer Pulang Tanpa Bisa Temui Andrie Yunus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54 WIB

Usut Korupsi Outsourcing Pekalongan, KPK Cecar Ryan Savero Soal Aliran Uang ke Fadia Arafiq

Usut Korupsi Outsourcing Pekalongan, KPK Cecar Ryan Savero Soal Aliran Uang ke Fadia Arafiq

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:50 WIB

Sering Jumat Berkah, Pemilik Kontrakan Ungkap Aktivitas Bidan di Sleman Usai 11 Bayi Dievakuasi

Sering Jumat Berkah, Pemilik Kontrakan Ungkap Aktivitas Bidan di Sleman Usai 11 Bayi Dievakuasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47 WIB

Wakil Presiden Dimakzulkan DPR! Perang Dinasti Politik Filipina Memanas Jelang Pemilu 2028

Wakil Presiden Dimakzulkan DPR! Perang Dinasti Politik Filipina Memanas Jelang Pemilu 2028

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41 WIB

Sulit Datangkan Andrie Yunus, Oditur Militer Buka Opsi Hadirkan Dokter RSCM ke Persidangan

Sulit Datangkan Andrie Yunus, Oditur Militer Buka Opsi Hadirkan Dokter RSCM ke Persidangan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:36 WIB

Jawab Tantangan Pasar Digital, Shopee Kucurkan Lebih Dari Rp100 Miliar Untuk Perkuat UMKM Lokal

Jawab Tantangan Pasar Digital, Shopee Kucurkan Lebih Dari Rp100 Miliar Untuk Perkuat UMKM Lokal

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:34 WIB

Gudang Miami Kalideres Masih 'Mendidih': Letupan Freon dan Asap Beracun Hambat Pendinginan

Gudang Miami Kalideres Masih 'Mendidih': Letupan Freon dan Asap Beracun Hambat Pendinginan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:33 WIB

Soal LCC Empat Pilar, Cucun Protes Keras ke Setjen MPR: Angkat Juri yang Bener

Soal LCC Empat Pilar, Cucun Protes Keras ke Setjen MPR: Angkat Juri yang Bener

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:29 WIB

Dyastasita Juri LCC Empat Pilar MPR Pernah Diperiksa KPK soal Kasus Suap Rp 17 Miliar

Dyastasita Juri LCC Empat Pilar MPR Pernah Diperiksa KPK soal Kasus Suap Rp 17 Miliar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:28 WIB