Ahok Janjikan Gedung di Jakarta Berjaringan 4,5 G di Tahun 2018

Pebriansyah Ariefana | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Jum'at, 25 November 2016 | 11:40 WIB
Ahok Janjikan Gedung di Jakarta Berjaringan 4,5 G di Tahun 2018
Pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mendapat dukungan dari sekelompok orang yang tergabung dalam Advokat Wanita Indonesia untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Calon Gubernur Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjanjikan akan memaksimalkan teknologi di Ibu Kota. Salah satunya menargetkan pemasanga jaringan internet 4,5 G di setiap gedung-gedung di Jakarta pada tahun 2018.

Di acara Kampanye Rakyat, Ahok mengatakan pengembangan teknologi sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang saat ini tengah mengembangkan Smart City. Ahok berkeinginan seluruh pelayanan di Jakarta dapat dikontrol melalui Smart City.

"Kami perkirakan 2018 semua gedung di Jakarta termasuk jalan-jalan bukan 4G lagi, tapi 4,5 G. Jadi kita 11-12 sama Singapura," ujar Ahok di hadapan pendukungnya di Rumah Lembang, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2016).

Ahok mengatakan saat ini Pemprov DKI terbantu dengan adanya sistem Jakarta Smart City. Semua pengawasan dapat dilihat melalui aplikasi tersebut, apalagi kata Ahok pihaknya tengah memasang enam ribu kamera CCTV di Jakarta.

Ahok juga akan mendorong pekerja harian lepas di Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan dan Dinas Tata Air untuk memakai handphone berbasis Android. Dengan begitu, Ahok dapat dengan mudah mengawasi mereka.

"Untuk kemananan kita gunakan CCTV. Dulu bagaimana ngontrol belasan ribu orang di lapangan?. Bagaimana ngontrolnya? Sekarang dia harus memegang (HP) android, nanti saya tahu petugas ke mana," kata Ahok.

Untuk penerangan jalana, Ahok akan menggantinya dengan menggunakam LED. Selain lebih hemat, penggunaan LED dikatakan Ahok dapat dipantau melalui Smart City. Sehingga petugas dengan mudah mengetahui aman lampu yang sudah tidak berfungsi.

"LED kami setengah lebih hemat, dulu lampu kuning 400 watt, kalau LED 200 watt tapi terangnya tiga kali," kata Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dengar Keluhan Warga, Ahok Didampingi Sophia Latjuba

Dengar Keluhan Warga, Ahok Didampingi Sophia Latjuba

News | Jum'at, 25 November 2016 | 10:15 WIB

Ahok Khawatir Relawannya Diserang karena Kasus Penistaan Agama

Ahok Khawatir Relawannya Diserang karena Kasus Penistaan Agama

News | Jum'at, 25 November 2016 | 09:53 WIB

Jadi Tersangka, Buni Yani akan Melawan di Pengadilan

Jadi Tersangka, Buni Yani akan Melawan di Pengadilan

News | Kamis, 24 November 2016 | 21:35 WIB

Muncul Penggalangan Dana untuk Buni Yani, Pendukung Buka Rekening

Muncul Penggalangan Dana untuk Buni Yani, Pendukung Buka Rekening

News | Kamis, 24 November 2016 | 21:07 WIB

Ucapan Pertama Buni Yani Setelah Jadi TSK: Sangat Kecewa

Ucapan Pertama Buni Yani Setelah Jadi TSK: Sangat Kecewa

News | Kamis, 24 November 2016 | 20:55 WIB

Imbauan PP Muhammadiyah: Hormati Proses Hukum Ahok

Imbauan PP Muhammadiyah: Hormati Proses Hukum Ahok

News | Kamis, 24 November 2016 | 20:48 WIB

Desmond Protes: Siapa Abal-abal, LSI Denny JA atau Indikator?

Desmond Protes: Siapa Abal-abal, LSI Denny JA atau Indikator?

News | Kamis, 24 November 2016 | 20:24 WIB

Mengapa Buni Yani Tak Ditahan, Polisi Beri Penjelasan

Mengapa Buni Yani Tak Ditahan, Polisi Beri Penjelasan

News | Kamis, 24 November 2016 | 18:57 WIB

Pakar Pidana Jelaskan Beda Kasus Ahok dengan Musadeq dan Lia Eden

Pakar Pidana Jelaskan Beda Kasus Ahok dengan Musadeq dan Lia Eden

News | Kamis, 24 November 2016 | 18:39 WIB

Survei: 40 Persen Warga Yakin Buni Tak Salah, 27 Persen Yakin

Survei: 40 Persen Warga Yakin Buni Tak Salah, 27 Persen Yakin

News | Kamis, 24 November 2016 | 18:29 WIB

Terkini

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 18:21 WIB

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:49 WIB

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:21 WIB

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB