Bom Rakitan Teroris Majalengka Lebih Dahsyat dari Bom Bali

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 25 November 2016 | 16:34 WIB
Bom Rakitan Teroris Majalengka Lebih Dahsyat dari Bom Bali
Rilis Bom Teroris Majalengka

Suara.com - RPW (24), pembuat bom rakitan yang diringkus tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri ternyata bisa merancang bom dengan daya ledak dua kali lebih besar ketimbang Bom Bali tahun 2002 dan 2005 silam.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Komisaris Besar Rikwanto saat melenggar konferensi pers terkait penangkapan RPW oleh Densus di Majalengka, Jawa Barat, Rabu (23/11/2016) lalu.

"Kita bandingkan misalnya BOM Bali 2 dia gunakan bahan peledak yang bahannya masih low. Kalau kita bandingkan bahan ini misalnya TNT bisa mencapai dua setengah kali kekuatan kali bom bali I dan II," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Menurut Rikwanto, RPW bisa membuat bom rakitan dengan daya ledak tinggi karena bahan-bahan peledak yang diamankan di kediamannya yang dijadikan laboratorium pembuatan bom rakitan

"Kalau RDX yang rekan-rekan lihat di depan itu daya ledaknya bisa 3,2 kali kekuatan bom bali, yang HMTD itu dua kali dan ANFO itu satu kali. Jadi kekuatannya sebesar itu kalo dia produksi secara besar," katanya.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu juga menjelaskan RPW juga memiliki peralatan yang cukup canggih untuk bisa merakit bom yang disebut-sebut telah dipesan kelompok-kelompok teroris yang berada di beberapa daerah di Indonesia.

"Perlu kami sampaikan bahwasannya apa yang menjadi keunggulan dari penangakapan kali ini kita bisa melihat ada seorang yang bisa membuat dan memiliki peralatan laboratorium yang sedemikian bagus. Sejauh kita belum menemukan di rumahnya yang bisa dibuat jadi ini semua hanya skala laboratorium," kata dia.

Menurut Boy bom rakitan buatan RPW bisa berdaya ledak lebih besar, karema tim Densus 88 juga pernah melakukan uji coba terhadap bom buatan pelaku teroris Azhari yang menjadi aktor tragedi Bom Bali.

"Kita sudah lakukan penelitian bahwasannya bom yang digunakan oleh Dr Azhari di Bali sudah uji kekuatanya kmi bandingkan dengan data di lab. Kekuatanya bisa berlipat," kata Rikwanto.

baca juga

Meski menyebut berdaya ledak dua kali lebih dahsyat dari Bom Bali. Namun, menurutnya tim Densus belum menemukan bom yang sudah dirancang RPW untuk siap diledakan.

"Ini masih bahan peledak bomnya belum kami temukan. Kemungkinan besar ini akan membuat bom. Karena bahan peledak unsur utama pembuat bom. Kalau bahannya sudah ada perakitannya lebih mudah," katanya.

Terkait penangkapan RPW, tim Densus masih memburu kelompok teroris yang telah memesan bom rakitan kepada RPW. Rikwanto juga belum bisa menjelaskan kelompok teroris yang telah memesan bom rakitan kepada RPW yang diduga merupakan salah satu anak buat pentolan ISIS asal Indonesia Bahrun Naim.

"Ini dia jaringan dan ada kelompoknya dan spesifikansinya bisa membuat senyawa kimia untuk bahan peledak. Pesanan dari rekan-rekannya masih dalam pengembangan tidak bisa saya sampaikan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rilis Bom Jaringan Teroris Majalengka

Rilis Bom Jaringan Teroris Majalengka

Foto | Jum'at, 25 November 2016 | 15:29 WIB

Pemberantasan Teroris di Serang

Pemberantasan Teroris di Serang

Foto | Sabtu, 19 November 2016 | 16:07 WIB

Seluruh Korban Teror Bom Samarinda adalah Balita

Seluruh Korban Teror Bom Samarinda adalah Balita

News | Minggu, 13 November 2016 | 18:36 WIB

Pengeboman Gereja Dilakukan Teroris, Gunakan Bom Low Explosive

Pengeboman Gereja Dilakukan Teroris, Gunakan Bom Low Explosive

News | Minggu, 13 November 2016 | 18:16 WIB

Bersalah, 'Teroris Amerika' Ini Divonis 8 Tahun

Bersalah, 'Teroris Amerika' Ini Divonis 8 Tahun

News | Minggu, 06 November 2016 | 05:16 WIB

Rusia Tembak Mati Dua Terduga Teroris

Rusia Tembak Mati Dua Terduga Teroris

News | Minggu, 23 Oktober 2016 | 19:33 WIB

Peran Sultan Azianzah dalam Jaringan Teroris Masih Ditelusuri

Peran Sultan Azianzah dalam Jaringan Teroris Masih Ditelusuri

News | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 16:11 WIB

Serangan Teror di Tangerang Termasuk "Lone Wolf Terorist"

Serangan Teror di Tangerang Termasuk "Lone Wolf Terorist"

News | Kamis, 20 Oktober 2016 | 22:06 WIB

Belasan Bom Rakitan Ditemukan Warga

Belasan Bom Rakitan Ditemukan Warga

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 00:43 WIB

Berat Badan Basri dan Istrinya Bertambah

Berat Badan Basri dan Istrinya Bertambah

News | Rabu, 21 September 2016 | 23:04 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×