Array

Ical Isyaratkan Novanto Harus Pilih, Jadi Ketum Golkar atau DPR

Jum'at, 25 November 2016 | 17:13 WIB
Ical Isyaratkan Novanto Harus Pilih, Jadi Ketum Golkar atau DPR
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto, menyambangi rumah Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Langkah ‎Ketua Umum partai Golkar Setya Novanto untuk kembali menjadi Ketua DPR RI belum mulus. Pasalnya Dewan Pembina partai Golkar‎ belum memberikan keputusan mengenai pencalonan Novanto menjadi Ketua DPR menggantikan Ade Komarudin.

"‎Dewan Pembina (Golkar) belum mengambil satu sikap, sebab belum bertemu dengan DPP. Karena dalam ART (anggaran rumah tangga) dalam pasal 21 ayat 123 dijelaskan bahwa keputusan strategis dibicarakan bersama antara dewan pembina dan DPP," kata Aburizal Bakrie selaku Ketua Dewan Pembina partai Golkar kepada wartawan di Wisma Bakrie, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016).

Dia menjelaskan keputusan strategis dalam anggaran rumah‎ tangga (ART) partainya adalah tentang menentukan calon presiden dan wakil presiden, dan pimpinan lembaga-lembaga negara. Menurutnya dalam memutuskan sikap partai DPP harus konsultasi atau melibatkan dewan pembina.

"‎Nasehat dewan pembina itu harus dilaksanakan oleh DPP. Oleh karena itu hari ini Dewan pembina akan rapat, jadi kami belum mengambil satu sikap terkait pencalonan kembali Setya Novanto, karena belu ketemu dan belum dijelaskan maksudnya apa," ujar dia.

‎Aburizal menambahkan, Golkar dan DPR merupakan dua institusi yang sama-sama penting, dan dia berpendapat Setya Novanto perlu memilih salah satu agar lebih fokus, yaitu sebagai Ketua Umum Golkar atau Ketua DPR.

"Namun demikian, ini adalah dua institusi penting, DPR dan Ketua Partai. Hal ini dua jabatan yang membutuhkan satu waktu yang sangat penuh. (jika Novanto Rangkap Jabatan) Kalau misalnya yang satu didahulukan, misalnya mendahulukan DPR, maka partai Golkar tentu akan dirugikan karena waktunya tidak cukup nanti. Demikian kalau Golkar yang didahulukan, bagaimana nanti dengan DPR-nya," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI