Terkesan Bela Kontraktor, Oknum TNI 'Tekan' Petani

Dythia Novianty | Suara.com

Senin, 12 Desember 2016 | 22:02 WIB
Terkesan Bela Kontraktor, Oknum TNI 'Tekan' Petani
Ilustrasi intimidasi. [Shutterstock]

Suara.com - Oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI), RS, lakukan intimidasi terhadap petani di Desa Mesakada, Kecamatan Tandukkaua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, terkait proyek percetakan sawah di daerah itu.

"Saya menyesalkan tindakan oknum TNI yang bertugas sebagai pendamping program percetakan sawah di desa kami karena terkesan melakukan intimidasi (pengancaman) terkait proyek percetakan sawah itu," kata Semel yang merupakan korban atas kejadian tersebut di Mamasa, Senin (12/12/2016).

Ia sangat menyesalkan tindakan oknum TNI tersebut yang tidak bersahabat dengan warga dan bahkan seolah-olah melindungi kontraktor itu.

"Masalah ini terjadi karena saluran air atau parit sawah tidak dikerjakan oleh kontraktor sehingga kami harus membanyar Rp500.000. Ketika uang telah diterima dan ditunggu namun belum juga dikerjakan, akhirnya saya menghampiri operator alat berat untuk bertanya. Namun oknum TNI itu marah dan mengancam ingin memukul," ujarnya.

Semel menegaskan, saat kejadian berlangsung banyak warga ada dislokasi itu dan ikut menyaksikan sikap TNI tersebut.

Ia juga sangat menyesalkan hasil pekerjaan sawah pihak kontraktor karena terkesan dikerja asal-asalan, masih butuh banyak tenaga untuk kembali meratakan tanah hasil galian akibat alat berat tidak bekerja maksimal.

Hal itu juga diungkapkan warga Desa Mesakada, Ham, menyesalkan tindakan oknum TNI yang ikut membiarkan pekerjaan cetak sawah ini asal-asalan alias asal jadi.

Dirinya juga sangat kecewa dengan sikap kontraktor yang berjanji melakukan percetakan sawah di lahannya.

Menurutnya, telah beberapa kali ia melakukan konsultasi atas hal itu namun hanya direspon biasa hingga target volume pekerjaan sampai, lahannya belum juga dikerjakan sedangkan telah banyak warga mendapatkan percetakan hingga dua kali.

Sedangkan Perwira Penghubung TNI, Mustaan saat dihubungi via telepon mengungkapkan, telah pindah tugas namun ia berjanji akan mengkoordinasikan masalah itu agar pihak pekerja percetakan sawah di Desa Mesakada benar-benar bertanggungjawab atas masalah parit tersebut.

Mustaan menjelaskan, soal kualitas percetakan sawah bukan kewenangannya melainkan kewenangan Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, saat tim pemeriksa turun merekalah yang menentukan layak tidaknya suatu pekerjaan dibayarkan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AJI Ambon Tolak Kepala Biro Pers Istana Datang ke Maluku

AJI Ambon Tolak Kepala Biro Pers Istana Datang ke Maluku

News | Rabu, 06 Mei 2015 | 20:08 WIB

Terkini

Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum

Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:02 WIB

Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!

Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:02 WIB

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:55 WIB

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB

Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:19 WIB

Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri

Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:15 WIB

Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati

Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:14 WIB

KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi

KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:07 WIB

Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis

Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:07 WIB