Kala Kebun Mawar Nan Indah di Aleppo Berubah Jadi Hantu Kematian

Rizki Nurmansyah | Suara.com

Kamis, 22 Desember 2016 | 12:32 WIB
Kala Kebun Mawar Nan Indah di Aleppo Berubah Jadi Hantu Kematian
Sejumlah warga Suriah tampak berada di area pemakaman yang berada di Al Kalasseh, Aleppo, yang belum lama ini dikuasai militer pemerintah Suriah, (13/12) [AFP/George Ourfalian]

Suara.com - Sambil berdiri di dekat satu makam di taman yang berdampingan dengan rumahnya di pemukiman Hamidiyeh di Kota Aleppo, Suriah Utara, Muhammad Fahid melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an.

Sambil mengusap wajahnya, dia berkata, "Ini adalah makam istri saya." Dia menunjuk kepala batu nisan di satu makam di bagian tengah tempat yang biasanya menjadi taman.

Sebelum krisis bertahun-tahun di Suriah, bunga mawar biasa ditanam para penduduk di banyak kebun di Aleppo. Kini, taman itu berubah jadi hantu kematian yang siap mengambil nyawa selama perang berkecamuk untuk dibaringkan di tanah tersebut.

Lebih dari 20 kebun telah menjadi kompleks pemakaman di Aleppo. Bahkan, saking tingginya angka kematian, sampai-sampai orang harus mencari tempat lain untuk tempat peristirahatan terakhir bagi keluarga mereka yang tewas.

Seperti yang dialami Fahid. Dia kesulitan untuk memakamkan sang istri yang meninggal pada 2013 akibat stroke. Tiga lokasi pemakaman resmi telah dia datangi saat itu, tapi tak jua menemukan tempat untuk memakamkan jenazah istri terkasih.

Belum lagi, soal kesulitan untuk sampai ke pemakaman resmi. Sebab sebagian jalan dikuasai gerilyawan atau berada di medan tempur. Alhasil, dia memutuskan mengubur jenazah istrinya di dekat rumah.

"Setiap hari saya bangun untuk melihat ke makamnya dari balkon dan membaca ayat-ayat suci Al-Quran untuk arwahnya sambil mengenang hari-hari menyenangkan kami bersama," katanya.

Di Hamidiyeh, ada dua kebun yang dipisahkan oleh jalan, dan kedua-kebun tersebut dipenuhi kuburan.

Buat orang dewasa, itu sekarang menjadi pemakaman, tapi buat anak-anak di pemukiman tersebut, itu masih seperti kebun, dan nisan kuburan tak menghalangi mereka bermain di dalam kompleks itu, terutama saat salju menyelimuti Aleppo.

Para anak-anak di Hamidiyeh tampak cuek dan riang gembira bermain di area pemakaman, seakan seperti sebuah taman bermain saja.

"Sejak awal krisis, orang tak memiliki akses ke pemakaman resmi. Jadi mereka mulai mengubur keluarga mereka yang meninggal di kebun," kata Alaa Addien Durbas, makelar barang tak bergerak yang memiliki kantor di kebun di Hamidiyeh, kepada Xinhua.

"Dulu ada kebun yang dipenuhi pohon dan setelah krisis, semuanya telah menjadi tempat pemakaman," katanya.

Tetangganya, Muhammad Abyad, pedagang pakaian bayi, mengatakan kebun itu dinamakan Kebun Hamidiyeh. Tapi sekarang tempat tersebut menjadi pemakaman syuhada, sebab kebanyakan orang yang tewas adalah korban perang.

"Selama krisis jumlah orang yang tewas telah bertambah dan tak ada tempat untuk menguburkan mereka, jadi fenomena ini telah mulai," katanya.

Abyad menambahkan, orang mulai menguburkan kerabat mereka di Kebun Hamidiyeh, kuburan demi kuburan sampai tempat tersebut penuh, sehingga orang pindah untuk menguburkan orang yang meninggal di kebun lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Suriah Izinkan PBB Kirim Tim Pemantau Evakuasi

Pemerintah Suriah Izinkan PBB Kirim Tim Pemantau Evakuasi

News | Rabu, 21 Desember 2016 | 02:31 WIB

Rusia, Iran dan Turki Sepakat Bahas Perdamaian Suriah

Rusia, Iran dan Turki Sepakat Bahas Perdamaian Suriah

News | Rabu, 21 Desember 2016 | 00:28 WIB

Dewan Keamanan PBB Serukan Pengawasan Evakuasi Warga Aleppo

Dewan Keamanan PBB Serukan Pengawasan Evakuasi Warga Aleppo

News | Selasa, 20 Desember 2016 | 06:23 WIB

47 Anak Dievakuasi dari Aleppo, Beberapa dalam Kondisi Kritis

47 Anak Dievakuasi dari Aleppo, Beberapa dalam Kondisi Kritis

News | Selasa, 20 Desember 2016 | 00:31 WIB

Terkini

Nasib Anggota DPRD Jember yang Kepergok Main Game Saat Rapat Akan Diputuskan Hari Ini

Nasib Anggota DPRD Jember yang Kepergok Main Game Saat Rapat Akan Diputuskan Hari Ini

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:05 WIB

Hujan Lebat Disertai Petir Intai Langit Jabodetabek Hari Ini

Hujan Lebat Disertai Petir Intai Langit Jabodetabek Hari Ini

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:03 WIB

Bestari Barus Tegaskan Jokowi Bagian dari PSI: Akan Turun ke Masyarakat pada Saatnya

Bestari Barus Tegaskan Jokowi Bagian dari PSI: Akan Turun ke Masyarakat pada Saatnya

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:58 WIB

Tegakkan Kedaulatan Digital, Polri Ringkus 321 WNA Mafia Judol Lintas Negara

Tegakkan Kedaulatan Digital, Polri Ringkus 321 WNA Mafia Judol Lintas Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:50 WIB

Jangan Biarkan Anak Asyik Sendiri dengan Gadget! KPAI Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Kamar

Jangan Biarkan Anak Asyik Sendiri dengan Gadget! KPAI Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Kamar

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:43 WIB

Kemlu China Peringatkan AS, Sebut Perang Iran Tak Seharusnya Terjadi

Kemlu China Peringatkan AS, Sebut Perang Iran Tak Seharusnya Terjadi

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:35 WIB

Mungkinkah Ibu Kota Pindah IKN pada Masa Prabowo-Gibran? Begini Kata Pakar UMY

Mungkinkah Ibu Kota Pindah IKN pada Masa Prabowo-Gibran? Begini Kata Pakar UMY

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:35 WIB

Ferdy Sambo Lulus S2 di Lapas, Apakah Semua Narapidana Punya Hak yang Sama?

Ferdy Sambo Lulus S2 di Lapas, Apakah Semua Narapidana Punya Hak yang Sama?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:02 WIB

Marco Rubio: Harga Bensin Tinggi Tak Akan Paksa AS Beri Konsesi ke Iran

Marco Rubio: Harga Bensin Tinggi Tak Akan Paksa AS Beri Konsesi ke Iran

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:50 WIB

Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:34 WIB