Sebanyak 104 Ribu Pengungsi Bima Butuh Pasokan Pangan

Arsito Hidayatullah

Rabu, 28 Desember 2016 | 05:50 WIB
Sebanyak 104 Ribu Pengungsi Bima Butuh Pasokan Pangan
Seorang bocah tampak tertidur di posko pengungsian korban banjir bandang di Masjid Baitul Hamid, Kelurahan Penaraga, Kota Bima, NTB, Senin (26/12/2016). [Antara/Ahmad Subaidi]

Suara.com - Organisasi nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan bahwa sekitar 104 ribu jiwa pengungsi yang tersebar di sejumlah titik di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), membutuhkan pasokan pangan.

Dalam pernyataan resminya yang diterima Antara di Jakarta, Selasa, disebutkan kebutuhan pangan di Kota Bima tetap tinggi sampai dengan hari ke lima pascabanjir.

"Dapur di dalam rumah sudah tidak ada apa-apa lagi, lumpur semua. Bagaimana mau masak?" keluh Supono, seorang ibu berumur sekitar 60 tahun asal Kelurahan Nae.

Karena pangan siap saji masih sangat dibutuhkan, Tim Disaster Emergency Response Aksi Cepat Tanggap rutin menyiapkan ratusan bungkus makanan.

Sehari setelah banjir besar, Sabtu (24/12), tim bergerak menyisir titik pengungsian, menjangkau warga korban banjir di jam sarapan pagi. Selain nasi dan lauk, paket susu juga biskuit diberikan untuk anak-anak.

Nasi, lauk ayam, telur dan sayuran spesial jadi menu setiap pagi. Ratusan paket itu sudah disiapkan sejak subuh.

"Karena Kota Bima masih lumpuh, makanan matang untuk sarapan ini dibeli dari Kabupaten Bima. Ratusan bungkus Kami bawa sejak subuh, dari Kabupaten langsung ke Kota," ujar Andi, relawan Aksi Cepat Tanggap untuk respons banjir Bima.

Skala banjir yang menerjang Bima tidak bisa dianggap sepele. Dua kali banjir, Rabu dan Jumat lalu di pekan ke empat Desember, Kpiota di tepian Teluk Flores tersebut nyaris tenggelam seluruhnya karena banjir. Lima kecamatan seantero Kota Bima itu kini tinggal timbunan lumpur. Pemerintah Kota bahkan menyebut sembilan persen area Kota Bima tenggelam.

Luasnya area terdampak menyebabkan membludaknya jumlah pengungsian. Tak kurang dari 104 ribu jiwa pengungsi tersebar di sejumlah titik. Mulai dari Masjid kota, rumah tingkat, sekolah dasar, sekolah kejuruan, sampai gudang pupuk.

Memang tak sepanjang hari pengungsi banjir Bima itu berdiam dalam titik ungsi. Sudah dua hari terakhir, Sejak Sabtu (24/12) warga di pengungsian akan kembali ke rumah masing-masing setelah kumandang adzan subuh.

Mereka akan berjibaku dengan tumpukan lumpur dan sampah. Mengais kembali sisa barang yang masih tersisa. Mencoba menghidupkan lagi kulkas, televisi, mesin cuci dan sepeda motor, meski barang berharga itu sudah terbenam lumpur banjir lebih dari dua hari.

Jelang malam, titik ungsi tetap jadi lokasi untuk beristirahat. Sampai Minggu sore (25/12) rumah-rumah di sepanjang jalan Kota Bima nyaris tak ada yang layak untuk ditinggali. Karena listrik belum menyala, air bersih sulit didapat, lumpur pun masih menumpuk di dalam rumah.

Untuk respons banjir Bima, sepekan pertama Aksi Cepat Tanggap fokus pada urusan penanganan pertama pengungsi. Kebutuhan pangan, medis, trauma healing, dan air bersih sudah bergulir sejak Sabtu (24/12).

Sampai Minggu sore (25/12) Kota Bima masih gelap gulita. Aliran listrik belum juga tersedia, bekas banjir berserak di mana-mana, jadi tanda bahwa Kota ini belum bisa sepenuhnya bangkit. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mensos akan Tinjau Korban Banjir Bandang Bima

Mensos akan Tinjau Korban Banjir Bandang Bima

News | Minggu, 25 Desember 2016 | 00:12 WIB

Kementerian PUPR Identifikasi Kerusakan Infrastruktur di Bima

Kementerian PUPR Identifikasi Kerusakan Infrastruktur di Bima

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 13:33 WIB

104.378 Warga Kota Bima Mengungsi Akibat Banjir

104.378 Warga Kota Bima Mengungsi Akibat Banjir

News | Sabtu, 24 Desember 2016 | 10:36 WIB

Terkini

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

×