Ahok Tak Tahu Korban Pembunuhan Pulomas Pernah Bertemu Jokowi

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 28 Desember 2016 | 18:04 WIB
Ahok Tak Tahu Korban Pembunuhan Pulomas Pernah Bertemu Jokowi
Ahok dikejutkan dengan pemandangan tumpukan sampah di sepanjang Kali Curuk, Cililtan, Jakarta Timur. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Calon Gubernur Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak mengenal Dodi Triono (59). Dodi adalah salah satu korban pembunuhan sadis yang nyawanya melayang di Jalan Pulomas Utara nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur.

Peristiwa tersebut menewaskan enam orang dan lima lainya luka-luka. Terduga pelaku sudah ditangkap.

"Nggak kenal (dengan Dodi)," ujar Ahok usai blusukan dan kampanye di Jalan Ciliitan Kecil, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).

Terkait pemberitaan di media yang menginformasikan Dodi memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo, Ahok mengaku tidak tahu. Termasuk ketika Jokowi diundang Dodi untuk menghadiri acara makan malam tak lama Jokowi terpilih menjadi Gubernur Jakarta 2012.

"Saya nggak tahu (kalau Jokowi pernah diundang ke rumah Dodi). Diajak ke Istana kali," kata Ahok.

Sebelumnya, Ketua RW 16, Perumahan Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Ghani mengungkapkan Dodi memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo. Ghani tahu soal itu ketika Jokowi baru menjabat gubernur Jakarta pada tahun 2012 datang ke rumah Dodi untuk menghadiri undangan makan malam.

"Itu, Pak Jokowi baru jadi gubernur satu bulan. Sudah datang makan malam di rumah Pak Dodi diundang, sama saya juga bareng. Itu berarti punya kedekatan. Saya yakin punya kedekatan," kata Ghani di sekitar rumah Dodi, Jalan Pulomas Utara, Selasa (27/12/2016).

Selain itu di rumah Dodi juga terdapat foto antara Dodi dan Jokowi yang dipigura. Dalam foto tersebut tertulis Istana Negara, 28 September 2015. Dari foto tersebut terlihat latar tempat adalah di ruang tengah Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat.

Dodi ditemukan bersama 10 orang dalam posisi tumpang tindih di dalam kamar mandi. Lima korban meninggal lainnya adalah dua putri Dodi: Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9), kemudian Amel (teman Dianita), Yanto, dan Tasrok (40). Yanto dan Tasrok adalah supir.

baca juga

Lima korban yang selamat masing-masing bernama Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13 tahun, anak Dodi), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy. Mereka disekap sejak Senin (26/12/2016).

Sementara itu, tiga korban tewas hari ini telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Tiga Jenazah yang dimakamkan di TPU Tanah Kusir yakni Dodi Triono, Diona Arika Andra Putri (16 tahun, anak Dodi), dan Dianita Gemma Dzalfayla (9 tahun, anak Dodi).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembunuh Keluarga Dodi Ditembak, Warga: Jadiin Bakpao Saja

Pembunuh Keluarga Dodi Ditembak, Warga: Jadiin Bakpao Saja

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 17:59 WIB

Melawan, Alasan Polisi Tembak Terduga Pembunuh Sadis Pulomas

Melawan, Alasan Polisi Tembak Terduga Pembunuh Sadis Pulomas

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 17:51 WIB

Salah Satu Pembunuh Keluarga Dodi Tewas Kehabisan Darah

Salah Satu Pembunuh Keluarga Dodi Tewas Kehabisan Darah

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 17:49 WIB

Analisa Ahok Ditanya Modus Pembunuhan Sadis Pulomas

Analisa Ahok Ditanya Modus Pembunuhan Sadis Pulomas

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 17:43 WIB

Di Sini Tempat  Dua Pembunuh Keluarga Dodi Ditembak Polisi

Di Sini Tempat Dua Pembunuh Keluarga Dodi Ditembak Polisi

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 17:40 WIB

Polisi Belum Periksa Korban Selamat Pembunuhan Sadis Pulomas

Polisi Belum Periksa Korban Selamat Pembunuhan Sadis Pulomas

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 17:32 WIB

5 Korban Selamat Pembunuhan Sadis Pulomas Diisolasi

5 Korban Selamat Pembunuhan Sadis Pulomas Diisolasi

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 17:19 WIB

Dua Pembunuh Keluarga Dodi Ditembak, Tubuh Bersimbah Darah

Dua Pembunuh Keluarga Dodi Ditembak, Tubuh Bersimbah Darah

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 17:04 WIB

Atasi Banjir, Ahok Janji Tak Gusur Warga Cililitan

Atasi Banjir, Ahok Janji Tak Gusur Warga Cililitan

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 17:00 WIB

Lihat Kali di Ciliitan Kotor, Ahok: Nih Mesti Catat Lurahnya

Lihat Kali di Ciliitan Kotor, Ahok: Nih Mesti Catat Lurahnya

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 16:50 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×