Suara.com - Orang bersenjata yang melepaskan tembakan dan menewaskan setidaknya 39 orang di sebuah klub malam di Istanbul, Turki pada Minggu dini hari (1/1/2017) masih bebas berkeliaran dan sedang diburu oleh polisi.
Polisi mengatakan serangan terhadap para pengunjung klub malam Reina, yang terletak di tepi selat Bosphorus itu terjadi hanya sejam sebelum tahun 2016 berakhir.
Polisi juga bilang bahwa jumlah pelaku serangan hanya satu orang. Tetapi beberapa laporan, termasuk yang beredar di media sosial, menyebutkan bahwa pelaku lebih dari satu dan salah satunya mengenakan kostum Santa Claus.
Menteri dalam negeri Turki, Suleyman Soylu, mengatakan 15 sampai 16 orang yang tewas dalam serangan itu adalah warga asing. Ia juga mengatakan bahwa baru 21 jenazah yang bisa diidentifikasi dan selain korban tewas, ada 69 yang juga dirawat di rumah sakit.
"Perburuan teroris sedang berlangsung. Polisi telah menggelar operasi. Kami berharap pelaku serangan bisa ditangkap secepatnya," kata Soylu seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya badan-badan keamanan di Eropa telah diperingatkan akan adanya serangan susulan setelah Berlin, Jerman diguncang oleh serangan teror yang menewaskan 12 orang pada pertengahan Desember.
Apalagi beberapa hari lalu muncul sebuah pesan dari kelompok pendukung organisasi teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang mengajak para simpatisannya menggelar serangan mandiri terhadap pesta-pesta dan klub malam yang menggelar perayaan Tahun Baru.
Turki adalah bagian dari koalisi pimpinan AS untuk menumpas ISIS di Irak. Militer Turki pada Agustus lalu melancarkan serangan ke perbatasan dengan Suriah untuk mengusir ISIS. Selain itu Rusia juga aktif melobi Rusia untuk membantu menciptakan gencatan senjata di Suriah.