Ratusan Imigran Tewas di Lepas Pantai Libya

Dythia Novianty | Suara.com

Rabu, 18 Januari 2017 | 09:45 WIB
Ratusan Imigran Tewas di Lepas Pantai Libya
Ilustrasi penyelamatan imigran. [AFP]

Suara.com - Sebanyak 180 orang dikhawatirkan tewas dalam kecelakaan akibat berupa kapal karam di lepas pantai Libya. Hal tersebut disampaikan Organisasi Internasional bagi Migrasi (IOM), pada Selasa (17/1/2017) waktu setempat.

Lembaga migrasi PBB tersebut menyiarkan keterangan itu setelah mengumpulkan keterangan dari empat korban, tiga lelaki satu perempuan, yang diselamatkan dan dibawa ke Kota Pelabuhan Trapani di Sisilia pada Senin malam (16/1/2017).

"Mereka mengatakan, 180 orang diperkirakan berada di satu kapal tongkang," kata Favio Di Giacomo, Pejabat Koordinasi dan Juru Bicara IOM untuk Laut Tengah, seperti dikutip Antara dari Xinhua, Rabu (18/1/2017).

"Gangguan mesin sekitar lima jam setelah kapal tersebut berlayar dari satu lokasi di Libya, dan kapal itu secara perlahan mulai kemasukan air serta tenggelam, sekitar 30 mil laut dari pantai Libya," katanya.

Empat korban tersebut merupakan dua warga negara Ethiopia dan dua Eritrea.

"Salah seorang lelaki tersebut memberitahu kami ia melakukan pelayaran bersama istrinya, yang tidak selamat. Ia juga dengan susah payah berusaha menyelamatkan seorang perempuan lain, tapi perempuan itu juga tewas tenggelam setelah beberapa jam berada di air," kata Di Giacomo.

Semua orang di kapal itu diduga adalah imigran dan pengungsi dari Somalia, Eritrea dan Ethiopia.

Korban tersebut akhirnya diselamatkan oleh satu kapal Prancis yang beroperasi sebagai bagian dari misi penyelamatan lembaga perbatasan Uni Eropa (UE) Frontex. Pada Minggu (15/1/2017), mereka dipindahkan ke satu kapal Norwegia yang melakukan misi yang sama, Siem Pilot, kemudian membawa mereka ke Italia Selatan.

Selain keempat korban selamat, petugas pertolongan juga menemukan empat mayat di daerah itu. Kapal Siem Pilot sampai di Pelabuhan Trapani pada Senin malam, dan juga menyelamatkan 34 migran lain dalam operasi sebelumnya.

Menurut data IOM, sebanyak 2.876 imigran dan pengungsi tercatat datang melalui laut sampai 15 Januari, sebanyak 2.185 orang di Italia dan 691 Yunani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

100 Pengungsi Hilang dan 8 Orang Tewas di Laut Mediterania

100 Pengungsi Hilang dan 8 Orang Tewas di Laut Mediterania

News | Minggu, 15 Januari 2017 | 06:12 WIB

Pascarusuh, Pengungsi di Bulgaria Diisolasi dan Akan Diusir

Pascarusuh, Pengungsi di Bulgaria Diisolasi dan Akan Diusir

News | Sabtu, 26 November 2016 | 07:19 WIB

Bulgaria Akan Pulangkan Pengungsi Afganistan Usai Bentrok

Bulgaria Akan Pulangkan Pengungsi Afganistan Usai Bentrok

News | Sabtu, 26 November 2016 | 05:45 WIB

Italia Selamatkan 1.400 Migran di Laut Tengah

Italia Selamatkan 1.400 Migran di Laut Tengah

News | Rabu, 23 November 2016 | 03:02 WIB

Lebih Dari 2.200 Imigran Diselamatkan dari Laut Tengah

Lebih Dari 2.200 Imigran Diselamatkan dari Laut Tengah

News | Minggu, 06 November 2016 | 21:01 WIB

Terkini

Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih

Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih

News | Senin, 20 April 2026 | 23:45 WIB

Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat

Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat

News | Senin, 20 April 2026 | 22:24 WIB

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

News | Senin, 20 April 2026 | 22:15 WIB

Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni

Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni

News | Senin, 20 April 2026 | 22:05 WIB

Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

News | Senin, 20 April 2026 | 21:57 WIB

Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'

Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'

News | Senin, 20 April 2026 | 21:52 WIB

Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman

Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman

News | Senin, 20 April 2026 | 21:50 WIB

Bakal Diambil Keputusan Tingkat I Malam Ini, Berikut 12 Poin Substansi RUU PPRT

Bakal Diambil Keputusan Tingkat I Malam Ini, Berikut 12 Poin Substansi RUU PPRT

News | Senin, 20 April 2026 | 21:41 WIB

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

News | Senin, 20 April 2026 | 21:32 WIB

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

News | Senin, 20 April 2026 | 20:57 WIB