Menkopolhukam Minta Masyarakat Sadar Berita Hoax

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 23 Januari 2017 | 21:33 WIB
Menkopolhukam Minta Masyarakat Sadar Berita Hoax
Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta sejumlah menteri dan pejabat negara tampak menghadiri ulang tahun mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (23/1/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan maraknya isu berita palsu atau berita hoax bukan hanya terjadi di Indonesia. Hampir semua negara di dunia menghadapi hal yang sama.

Wiranto mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk menghentikan berita hoax. Salah satunya melakukan pemblokiran berbagai sumber yang ditengarai sebagai pembuat berita hoax.

"Tinggal bagaimana tiap-tiap negara mampu mengeliminasi dan menetralisir bahaya hoax itu dan itu membutuhkan kesadaran masyarakat, bukan diserahkan begitu saja ke pemerintah," kata Wiranto usai menghadiri acara di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2017).

Selain itu, Wiranto juga meminta pada masyarakat untuk tidak percaya begitu saja dengan pemberitaan atau informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat juga diminta aktif melaporkan berita-berita yang kebenarannya diragukan pada pihak terkait.

"Sekarng saya selaku Menko Polhukam terus menerus minta masyarakat sadar, bahwa kalau kita percaya terhadap hoax, maka Kita sudah tidak lagi bisa menemukan kebenaran,' ucap Wiranto.

"Kalau kebenaran nggak bisa ditemukan di negeri ini, maka itu tandanya kita menyerah pada suatu usaha yang merusak suatu kesatuan kita," Wiranto menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Keluhkan Hoax di Era Jokowi, Ini Kata Fadli Zon

SBY Keluhkan Hoax di Era Jokowi, Ini Kata Fadli Zon

News | Senin, 23 Januari 2017 | 18:45 WIB

SBY Keluhkan Hoax, PDIP: Jangan Terlalu Mengeluh, Kita Kerja Saja

SBY Keluhkan Hoax, PDIP: Jangan Terlalu Mengeluh, Kita Kerja Saja

News | Senin, 23 Januari 2017 | 15:04 WIB

SBY Keluhkan Hoax, Demokrat: Bagus Disampaikan, Masa Tak Boleh

SBY Keluhkan Hoax, Demokrat: Bagus Disampaikan, Masa Tak Boleh

News | Senin, 23 Januari 2017 | 14:54 WIB

Tanggapi Cuitan SBY Soal Hoax, Jokowi: Tak Perlu Banyak Mengeluh

Tanggapi Cuitan SBY Soal Hoax, Jokowi: Tak Perlu Banyak Mengeluh

News | Minggu, 22 Januari 2017 | 16:32 WIB

Lawan Hoax, Rudiantara Berharap Jurnalis Tes Uji Kompetensi

Lawan Hoax, Rudiantara Berharap Jurnalis Tes Uji Kompetensi

News | Jum'at, 20 Januari 2017 | 22:02 WIB

Waketum Gerindra: Pemerintah "Rampas" Hak Untuk Mengkritisi

Waketum Gerindra: Pemerintah "Rampas" Hak Untuk Mengkritisi

News | Jum'at, 20 Januari 2017 | 13:08 WIB

Menkominfo Akan Bicara soal Hoax dengan Facebook Akhir Januari

Menkominfo Akan Bicara soal Hoax dengan Facebook Akhir Januari

Tekno | Rabu, 18 Januari 2017 | 08:51 WIB

Facebook Bergerak Menangkal 'Hoax' Menjelang Pemilu Jerman

Facebook Bergerak Menangkal 'Hoax' Menjelang Pemilu Jerman

Tekno | Senin, 16 Januari 2017 | 11:50 WIB

Donny BU: Hoax Bukan Salah Teknologi Informasi dan Media Sosial

Donny BU: Hoax Bukan Salah Teknologi Informasi dan Media Sosial

wawancara | Senin, 16 Januari 2017 | 07:00 WIB

Jokowi Akui Medsos Bisa Mengancam Persatuan dan Kesatuan RI

Jokowi Akui Medsos Bisa Mengancam Persatuan dan Kesatuan RI

News | Minggu, 15 Januari 2017 | 12:29 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×