Geledah Empat Tempat Kasus Dugaan Suap Patrialis, Ini Temuan KPK

Dythia Novianty, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 30 Januari 2017 | 20:21 WIB
Geledah Empat Tempat Kasus Dugaan Suap Patrialis, Ini Temuan KPK
Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (30/1/2017). [Suara.com/Ummy Hadyah Saleh]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penggeledahan di empat tempat, usai menangkap tersangka dugaan suap Hakim Mahkamah Konstitusi non aktif Patrialis Akbar.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penggeledahan dilakukan pada Jumat (27/1/2017) sejak dini hari hingga malam hari.

"Sejak pukul 02.00 Jumat sampai malam hari dilakukan geledah di 4 lokasi, yakni di rumah tersangka BHR (Basuki) di Pondok Indah, rumah tersangka PAK (Patrialis) di Cipinang, di ruang kerja PAK (Patrialis) di Mahkamah Konstitusi dan kantor tersangka BHR (Basuki) PT SLP (Sumber Laut Perkasa) di Sunter Jakarta Utara," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Febri menuturkan, dari empat lokasi pengeledahan, penyidik menyita dokumen transaksi keuangan, bukti kepemilikan perusahaan dan 28 stempel bertuliskan nama kementerian dan organisasi internasional dari beberapa negara yang berhubungan dengan importasi daging di kantor tersangka Basuki di Sunter Jakarta Utara.

"28 stempel itu bertuliskan dari Kementerian dan organisasi yang terkait diantaranya Kementerian Pertanian, yakni Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Perdagangan RI, beberapa label halal yang tertulis dari negara pengekspor daging seperti Austalian Halal Food services, Islamic Coordinating Council of Victoria, Queensland, Kanada dan Cina," paparnya.

Lebih lanjut, mantan Koordinator Indonesia Corruption Watch menegaskan, akan menyelidiki stampel yang mencantumkan sertifikasi halal dan impor daging yang dikeluarkan kementerian dan organisasi tersebut.

"KPK akan mempelajari keberadaan cap atau stempel yang seolah-olah berasal dari negara-negara dan organisasi yang bergerak di sertifikasi halal dan importasi daging berhubungan dengan importasi daging," ucap Febri.

Patrialis ditangkap KPK karena diduga menerima sebesar 20 ribu dolar AS dan 200 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp2 miliar, untuk mempengaruhi putusan MK atas permohonan uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Patrialis yang berlatarbelakang politikus PAN itu ditetapkan menjadi tersangka bersamaan tiga orang lainnya, yaitu pengusaha Basuki Hariman, Kamaludin, dan Ng Fenny.

baca juga

Patrialis merupakan hakim konstitusi mendapat sorotan publik sejak terpilih. Pasalnya, dia menjadi hakim konstitusi tanpa fit and proper test, tetapi dipilih langsung oleh Susilo Bambang Yudhoyono ketika masih menjabat sebagai presiden. Sebelum menjadi hakim konstitusi, dia adalah mantan Menteri Hukum dan HAM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mantan Pimpinan KPK: Kasus Patrialis Itu Penistaan Undang-undang

Mantan Pimpinan KPK: Kasus Patrialis Itu Penistaan Undang-undang

News | Senin, 30 Januari 2017 | 18:06 WIB

Kasus Patrialis Mau Dipelintir Seakan Ada Partai Berkepentingan

Kasus Patrialis Mau Dipelintir Seakan Ada Partai Berkepentingan

News | Senin, 30 Januari 2017 | 15:55 WIB

Alasan SBY Pernah Pilih Patralias Jadi Hakim MK Tanpa Tes

Alasan SBY Pernah Pilih Patralias Jadi Hakim MK Tanpa Tes

News | Senin, 30 Januari 2017 | 15:34 WIB

KPK Periksa 3 Tersangka Terkait Korupsi Patrialis

KPK Periksa 3 Tersangka Terkait Korupsi Patrialis

News | Senin, 30 Januari 2017 | 15:20 WIB

PDIP: Kasus Patrialis Akbar Ibarat Petir di Siang Bolong

PDIP: Kasus Patrialis Akbar Ibarat Petir di Siang Bolong

News | Senin, 30 Januari 2017 | 11:03 WIB

Terkini

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

×