Suara.com - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, berjanji akan memisahkan antara bidang pariwisata dan kebudayaan, apabila terpilih dalam Pilkada Jakarta pada 15 Februari 2017 ini.
Menurut Anies, pada dasarnya, bidang pariwisata dan kebudayaan adalah dua hal yang berbeda. Hanya saja menurutnya, di Pemprov DKI keduanya masih dijadikan satu rumpun.
"Pariwisata adalah aktivitas komersial, aktivitas perekonomian. Berbeda dengan budaya. Kita juga ingin mengembangkan kebudayaan. Jadi kita akan memisahkan pariwisata dan kebudayaan," kata Anies, di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (2/2/2017).
Menurut Anies, disatukannya pariwisata dan kebudayaan merupakan peninggalan pemerintah terdahulu. Tepatnya yaitu ketika adanya Dinas Budaya dan Pariwisata atau biasa disebut Dinas Budpar.
Dengan dipisahkannya antara pariwisata dan budaya, kata Anies lagi, maka akan lebih banyak ruang yang tersedia untuk para budayawan dan para seniman Jakarta.
"Kemarin saya ke Taman Ismail Marzuki, saya merasakan betul, betapa tempat ini harusnya menjadi tempat garda terdepan kegiatan kebudayaan. Jadi kita akan dorong para seniman, para budayawan," ujar Anies.
Lebih lanjut, Anies mengatakan bahwa budayawan dan seniman adalah orang-orang yang harus disediakan ruang untuk mengekspresikan bakat yang mereka miliki. Sebab menurutnya, dari merekalah generasi muda dapat mengetahui banyak hal, termasuk sejarah peradaban nenek moyang.
"Mereka harus didorong, harus difasilitasi," tandas Anies.