60 Persen TKI Hanya Berpendidikan SD

Ardi Mandiri

Minggu, 05 Februari 2017 | 23:10 WIB
60 Persen TKI Hanya Berpendidikan SD
Ilustrasi TKI. (Antara/ M Rusman)

Suara.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrnas) Cianjur, Jabar, mencatat 60 persen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cianjur, hanya mengenyam pendidikan Sekolah Dasar, sehingga kurang mampu menyerap ilmu saat pelatihan tentang tata cara bekerja dan berbahasa.

Kepala Seksi Perlindunan Tenaga Kerja Luar Negeri Disnakertrans Cianjur, Ahmad Ubaidillah di Cianjur, Minggu, mengatakan TKI asal Cianjur saat ini berjumlah 1964 orang, dimana 1163 orang diantaranya hanya mengenyam pendidikan hingga SD, sisanya sebanyak 558 orang mengenyam SMP dan sebanyak 228 orang mengeyam SMA , Diploma lima orang dan sarjana lima orang.

"Tidak adanya larangan pekerja dengan pendidikan SD atau bahkan tidak sekolah sekalipun, membuat TKI asal Cianjur memberanikan diri bekerja di luar negeri. Sempat keluar aturan dimana TKI minimal berijazah SMP, tapi langsung di protes, sehingga akhirnya kembali dibebaskan, siapa saja yang mau," katanya.

Latar pendidikan yang rendah terkadang membuat penyerapan materi saat pelatihan tidak maksimal, berbeda dengan TKI yang latar pendidikannya SMA atau lebih."Minimal untuk berangkat ke luar negeri harus dididik dulu selama beberapa hari. Jika yang latar pendidikannya tinggi, waktu pendidikan yang singkat dianggap maksimal, tapi yang SD ke bawah bisa menjadi sangat kurang," katanya.

Hal tersebut membuat banyak warga cianjur menjadi TKI ilegal atau dinilai hampir sebagai korban trafficking karena dokumen yang mereka kantongi tidak resmi, seperti delapan calon TKI ilegal yang digagalkan Polres Cianjur, beberapa waktu lalu.

"Mereka rata-rata pendidikannya SD, sehingga mebuat mereka tidak paham prosedur pembuatan dokumen dan mudah terbujuk untuk diberangkatkan dengan dokumen tidak jelas, intinya mereka ingin bekerja keluar negeri karena iming-iming gaji yang besar," katanya.

Untuk itu, pihaknya selalu mengimbau warga diberbagai kegiatan yang akan berangkat menjadi TKI agar tidak bertindak nekad, dimana bekerja tanpa punya dasar pendidikan yang memadai karena dasar pendidikan yang tinggi, kinerja pun akan maksimal."Kalau sudah begitu, pekerja Indonesia tidak akan dianggap remeh," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Telusuri TKI Ilegal, BNP2TKI Gandeng KPK

Telusuri TKI Ilegal, BNP2TKI Gandeng KPK

News | Sabtu, 04 Februari 2017 | 01:15 WIB

Kapal Pengangkut TKI Karam di Malaysia, DPR Sorot Kinerja BNP2TKI

Kapal Pengangkut TKI Karam di Malaysia, DPR Sorot Kinerja BNP2TKI

News | Jum'at, 27 Januari 2017 | 10:03 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×