Survei: Isu SARA Jelang Pilkada DKI Tak Pengaruhi Pilihan Warga

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Senin, 06 Februari 2017 | 17:28 WIB
Survei: Isu SARA Jelang Pilkada DKI Tak Pengaruhi Pilihan Warga
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di sela-sela acara konser 'Gue 2' di Senayan, Jakarta, Sabtu (4/2/2017). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Isu perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA yang berkembang di Pilgub DKI Jakarta tidak mempengaruhi pilihan warga Jakarta terhadap calon gubernur dan wakil gubernur. Itu adalah hasil survei yang dilaksanakan oleh lembaga Populi Center pada 28 Januari hingga 2 Februari 2017.

"Hal ini terlihat dari data, bahwa 71,2 persen masyarakat Jakarta mengaku isu SARA tidak mempengaruhi pilihan mereka," kata peneliti Populi Center, Nona Evita, di kantor Populi Center, Jalan Letjen S. Parman, Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/2/2017).

Sedangkan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa calon gubernur Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), kata Nona, sebanyak 36,8 persen warga DKI Jakarta mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum.

Sementara itu, survei yang melibatkan 600 responden itu, juga mengajukan pertanyaan terbuka terkait kasus dugaan korupsi pembangunan masjid Al-Fauz dan Bansos Pramuka DKI yang diduga dilakukan oleh calon wakil gubernur nomor urut satu, Sylviana Murni.

"35,3 persen masyarakat DKI Jakarta menyerahkan kasus tersebut kepada proses hukum. 32,8 persen mendukung pemanggilan terhadap Sylvi," kata Nona.

Lebih lanjut, Nona menjelaskan bahwa survei tersebut dilaksanakan di 6 Wilayah DKI Jakarta, yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu.

"Survei ini menggunakan metode acak bertingkat atau multistage random sampling dengan margin of eror kurang lebih 4 persen," kata Nona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Ogah Disejajarkan dengan Prabowo Subianto: Beda Kelas Bos

Ahok Ogah Disejajarkan dengan Prabowo Subianto: Beda Kelas Bos

News | Senin, 06 Februari 2017 | 17:02 WIB

Sidang Kesembilan Ahok Besok Bakal Seru

Sidang Kesembilan Ahok Besok Bakal Seru

News | Senin, 06 Februari 2017 | 16:06 WIB

Gagal Laporkan Ahok, Eggy: Nggak Ada Penyidik, Aneh

Gagal Laporkan Ahok, Eggy: Nggak Ada Penyidik, Aneh

News | Senin, 06 Februari 2017 | 15:55 WIB

Polemik dengan Ma'ruf Ternyata Pengaruhi Elektabilitas Ahok

Polemik dengan Ma'ruf Ternyata Pengaruhi Elektabilitas Ahok

News | Senin, 06 Februari 2017 | 15:43 WIB

Survei Elektabilitas Detik-detik Akhir, Ahok Naik, Agus Turun

Survei Elektabilitas Detik-detik Akhir, Ahok Naik, Agus Turun

News | Senin, 06 Februari 2017 | 15:17 WIB

Temon Si Penderita Stroke Nangis Dikunjungi Ahok

Temon Si Penderita Stroke Nangis Dikunjungi Ahok

News | Senin, 06 Februari 2017 | 15:15 WIB

Belajar dari Kasus Ahok, NU Disarankan Jangan Terima Cagub Dulu

Belajar dari Kasus Ahok, NU Disarankan Jangan Terima Cagub Dulu

News | Senin, 06 Februari 2017 | 14:16 WIB

Pelapor Ahok dan Kasus SBY Diminta Tunggu Penyidik

Pelapor Ahok dan Kasus SBY Diminta Tunggu Penyidik

News | Senin, 06 Februari 2017 | 13:49 WIB

Rumah Lembang Berjaga karena Isu Ahok Akan Digerebek GP Ansor

Rumah Lembang Berjaga karena Isu Ahok Akan Digerebek GP Ansor

News | Senin, 06 Februari 2017 | 13:38 WIB

PPP Sebut Logo NU Sering Dipakai untuk Kepentingan Pilkada

PPP Sebut Logo NU Sering Dipakai untuk Kepentingan Pilkada

News | Senin, 06 Februari 2017 | 13:19 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×