Array

Mengapa Sebagian Pemilih Jokowi Tak Pilih Ahok, Ini Jawabannya

Rabu, 08 Februari 2017 | 16:23 WIB
Mengapa Sebagian Pemilih Jokowi Tak Pilih Ahok, Ini Jawabannya
Presiden Joko Widodo menyambangi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, di Hambalang, Bogor, Senin (31/10). [Antara]

Suara.com - Direktur Lembaga Survei dan Polling Indonesia Igor Dirgantara menilai ikatan batin basis massa pendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di pemilu presiden tahun 2014 lebih kuat dibandingkan pendukung Presiden Joko Widodo.

"Banyaknya pemilih Jokowi yang tidak memilih Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)-Djarot (sama-sama didukung PDI Perjuangan) juga dapat dipahami karena sebagian pemilih Jokowi pada Pilpres 2014 tidak mempunyai ikatan batin sekuat para pemilih Prabowo yang tetap setia mendukung pilihan Prabowo pada Pilgub Jakarta 2017,"ujar Igor di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Fenomena tersebut terungkap dari hasil survei terakhir Lembaga Survei dan Polling Indonesia. Menurut survei, pasangan calon gubernur Jakarta yang diusung Partai Gerindra dan PKS: Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Anies mendapat dukungan dari pemilik Jokowi yang mencapai 10,49 persen. Kemudian, sebanyak 34 persen responden pendukung Jokowi kini memilih pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang mencapai 34,46 persen. Tetapi pendukung Jokowi yang memilih pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot tetap lebih banyak, mencapai 54,3 persen. Sebanyak 0,75 persen responden yang disurvei menyatakan belum menentukan pilihan.

Igor menyontohkan kuatnya ikatan pemilih Prabowo terlihat ketika kebijakan Ahok dinilai tidak sesuai dengan perjuangan Partai Gerindra.

"Ini sebab penting mengapa para pendukung Prabowo cenderung tidak memilih Ahok di pilgub Jakarta 15 Februari 2017 nanti," kata dia.

Lebih jauh, Igor mengatakan basis massa Jokowi yang kini memilih pasangan calon gubernur selain Ahok menunjukkan bahwa mereka tidak puas dengan pemerintahan Jokowi.

"Banyaknya pemilih Jokowi yang lari memilih pasangan calon lain bisa berarti, bahwa pemilih-pemilih tersebut tidak puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi atau kecewa dengan pilihannya di pilpres 2014 lalu dan ingin memperbaiki pilihannya pada Pilgub Jakarta sekarang," kata dia.

Survei dilaksanakan pada tanggal 24 sampai 26 Januari 2017 dengan responden sebanyak 1.102 orang dengan teknik multistage random sampling. Sementara margin of error dan tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dilakukan melalui tatap muka langsung dengan bantuan kuesioner.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI