Usut SMS Gelap, Polisi Gandeng Kejaksaan Cari Ponsel Antasari

Yazir Farouk | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Jum'at, 10 Februari 2017 | 22:17 WIB
Usut SMS Gelap, Polisi Gandeng Kejaksaan Cari Ponsel Antasari
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar meninggalkan gedung Ditreskrimsus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2).

Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan agar bisa menemukan telepon seluler milik Antasari Azhar. Ponsel tersebut sebelumnya disita kejaksaan terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen yang menjerat Antasari.

Menurut Argo, koordinasi dilakukan untuk mengetahui apakah barang bukti tersebut masih berada di tangan kejaksaan atau tidak. Kabar yang beredar, ponsel itu hilang ketika Antasari mendekam di dalam penjara.

"Kita upayakan kita cari," kata Argo ditemui di kantornya, Jumat (10/2/2017).

Pencarian ponsel Antasari untuk menyelidiki laporan SMS gelap yang diterima polisi pada 2011 lalu. Pesan singkat misterius itu diyakini untuk menjebak Antasari sebagai pihak yang bertanggungjawab atas pembunuhan Nasruddin.

Argo mengatakan pihaknya kesulitan untuk mencari transkrip rekaman percakapan yang diduga menggunakan nomor mirip Antasari dari penyedia layanan telekomunikasi.

"Kita masih mengupayakan providernya di situ, ada rekamannya di situ. Karena provider kalau untuk ngangkat (data percakapan) beberapa tahun kesulitan di situ," ujarnya.

Dia juga menilai barang bukti berupa fotokopi transkrip pembicaraan yang diberikan Antasari pada 2011 lalu masih kurang cukup untuk bisa menindaklanjuti kasus SMS gelap tersebut.

"Itu (bukti) hanya berupa foto kopi percakapan," katanya.

Rencananya, polisi akan memanggil Antasari yang merupakan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi itu pada pekan depan. Sebelumnya polisi telah memeriksa anggota tim pengacara Antasari Azhar, Masayu Donny Kertopati sebagai pihak pelapor.

Sebelumnya pada Rabu (1/2/2017) lalu, Antasari bersama Boyamin Saiman selaku anggota tim pengacara dan adik Nasrudin, Andi Syamsuddin mendatangi Polda Metro Jaya untuk menagih laporan SMS gelap ke penyidik.

Kasus pembunuhan Antasari membuat Antasari diberhentikan dari pimpinan KPK pada tahun 2009 atau di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo, Antasari kini lebih leluasa untuk berjuang membongkar kasusnya.

Antasari ingin mengungkap kasus tersebut karena dia merasa menjadi korban kriminalisasi.

Antasari berharap lewat pengungkapan siapa sesungguhnya pengirim SMS gelap yang mengatasnamakan dirinya bisa mengarah ke otak pembunuh sesungguhnya. SMS tersebut dikirim sebelum Nasrudin tewas ditembak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkait Kasus SMS Gelap, Polisi Panggil Kembali Antasari

Terkait Kasus SMS Gelap, Polisi Panggil Kembali Antasari

News | Jum'at, 10 Februari 2017 | 16:59 WIB

Sore Ini Polisi Umumkan Info Terbaru Kasus Antasari

Sore Ini Polisi Umumkan Info Terbaru Kasus Antasari

News | Kamis, 09 Februari 2017 | 11:33 WIB

Dianggap Tak Serius Ungkap Kasus Antasari, Ini Reaksi Polisi

Dianggap Tak Serius Ungkap Kasus Antasari, Ini Reaksi Polisi

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 15:48 WIB

Empat Meme Kocak "Impian Tak Sampai" SBY

Empat Meme Kocak "Impian Tak Sampai" SBY

Tekno | Selasa, 07 Februari 2017 | 14:25 WIB

Jika Tak Usut SMS Gelap, Antasari akan Laporkan Kapolda Metro

Jika Tak Usut SMS Gelap, Antasari akan Laporkan Kapolda Metro

News | Senin, 06 Februari 2017 | 13:05 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB