SBY Tuduh Grasi Antasari Bermotif Politis, Ini Reaksi Jokowi

Reza Gunadha, Erick Tanjung

Rabu, 15 Februari 2017 | 13:16 WIB
SBY Tuduh Grasi Antasari Bermotif Politis, Ini Reaksi Jokowi
Vlog Jokowi di Piala Presiden 2017.(Youtube/Presiden Joko Widodo)

Suara.com - Presiden RI Joko Widodo tidak mengeluarkan reaksi berlebihan, ketika Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menuduh pemberian grasi kepada mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, bermotif politik.

“Presiden sempat bertanya kepada saya soal itu. Dia meminta saya memeriksa mekanisme pemberian grasi kepada Antasari Azhar. Saya katakan itu sudah melalui pertimbangan Mahkamah Agung. Jadi presiden tidak perlu merisaukan hal ini, karena sudah melalui mekanisme yang jelas,” tutur Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (15/2/2017).

Karena pemberian grasi dari presiden kepada Antasari sudah melalui mekanisme yang benar, Pratikno membantah tudingan SBY terkait motif politik di balik pemberian hak istimewa tersebut. “Tidak ada motif politik itu,” tukasnya.

Selain pertimbangan MA, Presiden Jokowi juga telah meminta pertimbangan dari Jaksa Agung, Menko Polhukam dan Menkum HAM sebelum memberikan grasi kepada Antasari.

Lebih jauh Pratikno meminta kepada semua pihak, termasuk SBY, agar tidak menautkan pemberian grasi tersebut dengan situasi politik dalam Pilkada DKI.

"Saya kira jangan dihubung-hubungkan. Ini dengan apa, agenda apa. Jadi kami sudah merujuk kepada proses yang berlaku dan sebagaimana dinyatakan dalam UUD kiita. Jadi itu saja, clear," tegas dia.

Apalagi, kata Pratikno, Antasari bukan orang pertama yang diberikan grasi oleh Presiden Jokowi.

"Ini bukan grasi pertama, ada ratusan grasi diberikan presiden. Jadi jangan dihubung-hubungkan terus dengan Istana. Kita kembalikan saja secara proporsional, bahwa grasi diberikan dengan biasa," tandas dia.

Sehari sebelumnya, Ketum PD sekaligus Presiden ke-6 RI, SBY, mengunggah sejumlah tulisan ke akun pribadi Twitter. Salah stu tulisannya menyebut pemberian grasi Presiden Joko Widodo kepada Antasari Azhar bermotif politik. Secara tegas SBY menuliskan, motif politik itu ialah “menyerang” dirinya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Namanya Disinggung Antasari Azhar, Aulia Pohan: Tanya SBY Saja!

Namanya Disinggung Antasari Azhar, Aulia Pohan: Tanya SBY Saja!

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 13:00 WIB

PDIP Persilakan Antasari Azhar Jika Ingin Gabung

PDIP Persilakan Antasari Azhar Jika Ingin Gabung

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 12:01 WIB

Dikawal Mensesneg, Presiden Jokowi dan Iriana Mencoblos di Gambir

Dikawal Mensesneg, Presiden Jokowi dan Iriana Mencoblos di Gambir

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 10:59 WIB

PDIP Bertanya Kenapa SBY Serang Jokowi Tiap Punya Masalah

PDIP Bertanya Kenapa SBY Serang Jokowi Tiap Punya Masalah

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 10:42 WIB

Terkini

Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta

Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 07:30 WIB

IHSG Dibayangi Aksi Asing Kabur Bawa Rp1,42 Triliun: Analis Beri Rekomendasi Saham Ini

IHSG Dibayangi Aksi Asing Kabur Bawa Rp1,42 Triliun: Analis Beri Rekomendasi Saham Ini

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 07:28 WIB

Perbedaan Chemical, Physical, dan Hybrid Sunscreen: Mana yang Paling Cocok untuk Jerawat?

Perbedaan Chemical, Physical, dan Hybrid Sunscreen: Mana yang Paling Cocok untuk Jerawat?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 07:25 WIB

Indonesia Desak PBB Hentikan Impunitas Penyerang Pekerja Kemanusiaan di Zona Konflik

Indonesia Desak PBB Hentikan Impunitas Penyerang Pekerja Kemanusiaan di Zona Konflik

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:24 WIB

Diplomat Indonesia Walk Out saat Benjamin Netanyahu Pidato di Majelis Umum PBB

Diplomat Indonesia Walk Out saat Benjamin Netanyahu Pidato di Majelis Umum PBB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:17 WIB

Seni Mematikan Notifikasi: Saat Ketenangan Menjadi Kemewahan Baru bagi Gen Z

Seni Mematikan Notifikasi: Saat Ketenangan Menjadi Kemewahan Baru bagi Gen Z

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 07:15 WIB

Sidak Ombudsman Ungkap 11 Rumah Dinas di Lapas Cibinong

Sidak Ombudsman Ungkap 11 Rumah Dinas di Lapas Cibinong

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 07:00 WIB

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Sorotan, Ini Tanggung Jawab Kapten Menurut UU Pelayaran

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Sorotan, Ini Tanggung Jawab Kapten Menurut UU Pelayaran

News | Jum'at, 25 September 2026 | 06:45 WIB

Seberapa Irit Xpander Cross Hybrid? Belum Hadir di Indonesia, Segini Harganya

Seberapa Irit Xpander Cross Hybrid? Belum Hadir di Indonesia, Segini Harganya

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 06:30 WIB

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 06:15 WIB

×