Korut Tuding Malaysia Bersekongkol Terkait Kematian Kim Jong Nam

Madinah | Suara.com

Senin, 20 Februari 2017 | 15:48 WIB
Korut Tuding Malaysia Bersekongkol Terkait Kematian Kim Jong Nam
Kim Jong Nam dan Kim Jong Un (AFP)

Suara.com - Korea Utara menyatakan tak percaya atas penyelidikan yang dilakukan kepolisian Malaysia terkait kematian Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong Un. Hal ini seperti disampaikan duta besar Korut di Malaysia, Kang Chol.

"Ini sudah tujuh hari setelah kejadian, tapi belum ada bukti jelas penyebab kematian. Dan kami tak mempercayai penyelidikan yang dilakukan polisi Malaysia," kata Kang Chol kepada wartawan seperti dikutip laman AFP.

Seperti diketahui, hari ini Kang Chol dipanggil polisi Malaysia untuk dimintai keterangannya. Chol diperiksa terkait pernyataannya jika penyelidikan Malaysia terkait kematian Jong Nam sarat muatan politik. Dia juga menuduh Malaysia berkonspirasi dengan musuh Korut.

Polisi Malaysia sebelumnya menginformasikan kepada dubes Korut di Kuala Lumpur bahwa tidak ditemukan kejanggalan atas insiden kematian Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA2).

Tudingan ini dibantah Menteri Luar Negeri Malaysia dan mengancam akan memulangkan dubes Korut ke Pyongyang. Hubungan kedua negara memanas setelah dubes Korut menuduh polisi menganiaya seorang anak remaja asal korut yang mereka tahan di Kuala Lumpur.

Kom Jong Un juga mendesak pemerintah Malaysia agar segera mengembalikan jasad Jong Nam ke Korut. Namun, permintaan tersbeut ditolak sebelum Korut mengirim sampel DNA keluarga ke Malaysia.

Kim Jong Nam tewas diracun dua perempuan saat berada di Bandara Internasional Kula Lumpur pekan lalu. Jong Nam meninggal setelah menghirup racun yang disemprotkan ke wajahnya. Salah satu terduga pelaku bernama Siti Aisyah asal Serang, Banten. (AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dubes Korea Utara Diperiksa, Malaysia-Korut 'Panas'

Dubes Korea Utara Diperiksa, Malaysia-Korut 'Panas'

News | Senin, 20 Februari 2017 | 12:34 WIB

Polisi Selidiki Isu Restoran di Jakarta Jadi Markas Agen Korut

Polisi Selidiki Isu Restoran di Jakarta Jadi Markas Agen Korut

News | Senin, 20 Februari 2017 | 09:35 WIB

Saat Kim Jong Nam Tewas, 4 Pelaku Warga Korut Tinggalkan Malaysia

Saat Kim Jong Nam Tewas, 4 Pelaku Warga Korut Tinggalkan Malaysia

News | Senin, 20 Februari 2017 | 06:52 WIB

Empat Agen Rahasia Awasi Aisyah dan Doan Saat Bunuh Kim Jong Nam

Empat Agen Rahasia Awasi Aisyah dan Doan Saat Bunuh Kim Jong Nam

News | Minggu, 19 Februari 2017 | 20:53 WIB

Terkini

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB