Array

Bos Pandawa Group Dulunya Tukang Bubur di Depok

Senin, 20 Februari 2017 | 20:59 WIB
Bos Pandawa Group Dulunya Tukang Bubur di Depok
Bos Pandawa Group, Salman Nuryanto, dan anak buahnya [suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Bos Pandawa Group, Salman Nuryanto, dulu ternyata pernah menjadi tukang bubur.

"Tukang bubur di Depok. Dia dulu jadi kelompok tukang bubur," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (20/2/2017)

Kini, Salman menjadi orang terkenal. Sayangnya terkenal karena kasus dugaan penggelapan dan pencucian uang ratusan nasabah. Salman ditangkap di tempat persembunyiannya, kawasan Mauk, Tangerang, Banten, sekitar pukul 02.00 WIB tadi. Di tempat tersebut, polisi juga menangkap tiga anak buah Salman: Madamine (leader), Tatto (admin), dan Subardi (admin).

"Kebetulan keempatnya ngumpul. Sebelum misah lalu kumpul di sana," kata Argo.

Selama melarikan diri setelah ratusan nasabah menyadari telah tertipu dan lapor polisi, Salman kerap pindah-pindah tempat.

"Jadi yang bersangkutan ini suka berpindah pindah daerah Jabodetabek. Jadi satu tempat kita cari geser lagi, lalu geser lagi sehingga kita temukan di Tangerang semalam," kata dia.

Ketika dibekuk polisi, Salman baru saja dari rumah teman.

Argo belum bisa menjelaskan kronologis penangkapan Salman dan ketiga anak buahnya.

"Nanti tunggu lawyer-nya pemeriksaannya. (Belum diperiksa) kan nunggu lawyer-nya, kami belum periksa," kata dia.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat menambahkan pengejaran Nuryanto dan anak buahnya dilakukan sejak 1 Februari 2017.

"Kronologi sudah kurang lebih sejak tanggal 1 Februari, melakukan pengejaran diawali 2 kali pemanggilan Saudara NR tidak hadir, kemudian mulai kita lakukan pengejaran," kata Wahyu.

Nasabah Pandawa Group, akta Wahyu, sekitar 776 nasabah.

"Kurang lebih 776 investor yang kami sudah data, itu sekitar Rp1,1 triliun, tapi investor kegiatan ini jumlahnya ratusan ribu. Sehingga keterangan sementara 3 T kerugiannya," kata dia.

Untuk mendapatkan keuntungan, kata Wahyu, tersangka memutar uang investor ke pelaku usaha kecil menengah yang tersebar di Jabodetabek.

"Itu uang dikelola yang bersangkutan. Bagaimana pengelolaannya jadi uang tersebut kemudian dipinjamkan kembali usaha kecil sejabodetabek, dari pinjaman itu minta bunga 20 persen. Sementara dia memberikan bunga 10 persen kepada investor," kata dia.

Wahyu mengatakan penyidik akan mengembangkan kasus tersebut.

"Kemungkinan berkembang pada tersangka lain itu ada. Nanti kita lihat dari hasil pemeriksaan 4 orang yang kita dapat," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI