Amien Rais: Jangan Sampai Muhammadiyah Lepas dari Politik

Rizki Nurmansyah | Suara.com

Sabtu, 25 Februari 2017 | 14:35 WIB
Amien Rais: Jangan Sampai Muhammadiyah Lepas dari Politik
Amien Rais di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (15/1/2017). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Mantan Ketua MPR, Amien Rais mengatakan politik harus didudukkan sesuai porsinya dengan mengedepankan kedaulatan dan keadilan di Indonesia.

"Untuk menyeimbangkan politik dalam mewujudkan kedaulatan dan keadilan sosial, maka politik harus didudukkan sesuai dengan porsinya," katanya dalam seminar Kedaulatan dan Keadilan Sosial dalam Mewujudkan Indonesia Berkemajuan di Ambon, Maluku, Sabtu (25/2/2017).

Amien mengatakan dalam mengedepankan kedaulatan dan keadilan di Indonesia dibutuhkan peran politik. Tapi, jika peran politik disalahgunakan maka hanya akan membawa kemudaratan daripada kemaslahatannya.

Untuk menwujudkan Indonesia yang berkemajuan, keadilan sosial sudah menjadi harga mati, tapi persebaran kekuasaan dan kekayaan di Indonesia saat ini masih belum merata.

"Bagaimana keadilan sosial dapat terwujud jika yang menguasai hanya sebagian orang saja," tandasnya.

Untuk mendorong peran politik berjalan sebagaimana mestinya, menurut Amien, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam yang besar juga harus meningkatkan perannya dalam perpolitikan di tanah air, karena dapat berpotensi mengancam gerakan Muhammadiyah dalam berdakwah.

"Jangan sampai Muhammadiyah lepas dari politik, yang dapat mengancam gerak dakwah Muhammadiyah nantinya," katanya.

Mantan ketua umum pimpinan pusat Muhammadiyah periode 1995-2000 itu berpesan organsasi masyarakat (ormas) Islam itu berpesan kendati terlibat dalam gerakan politik, Muhammadiyah juga harus selalu mengingat tanggung jawab besarnya terhadap kemaslahatan umat.

"Jangan haus akan kekuasaan politik semata, karena dalam politik tanggung jawab yang besar lebih diutamakan," ujar Amien.

Seminar Kedaulatan dan Keadilan Sosial dalam Mewujudkan Indonesia Berkemajuan adalah bagian dari kegiatan Tanwir Muhammadiyah yang digelar di Ambon, pada 24-26 Februari 2017.

Selain Amien Rais, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 Din Syamsuddin juga dihadirkan sebagai pembicara utama dalam seminar tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Din: Penegakan Kedaulatan Kembali ke "Khittah" Kebangsaan

Din: Penegakan Kedaulatan Kembali ke "Khittah" Kebangsaan

News | Sabtu, 25 Februari 2017 | 14:21 WIB

Jokowi: Hampir Semua Negara Kaya Memulai dari Reformasi Agraria

Jokowi: Hampir Semua Negara Kaya Memulai dari Reformasi Agraria

Bisnis | Jum'at, 24 Februari 2017 | 13:37 WIB

Buka Tanwir Muhammadiyah, Jokowi Singgung Keadilan Sosial

Buka Tanwir Muhammadiyah, Jokowi Singgung Keadilan Sosial

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 13:13 WIB

Pemuda Muhammadiyah Minta Pemerintah Jangan Kalah dengan Freeport

Pemuda Muhammadiyah Minta Pemerintah Jangan Kalah dengan Freeport

Bisnis | Rabu, 22 Februari 2017 | 07:02 WIB

Muhammadiyah Undang Jokowi Hadiri Bersih-bersih Tempat Ibadah

Muhammadiyah Undang Jokowi Hadiri Bersih-bersih Tempat Ibadah

News | Senin, 20 Februari 2017 | 16:38 WIB

Jokowi dan PP Muhammadiyah Bertemu, Ini yang Mereka Bicarakan

Jokowi dan PP Muhammadiyah Bertemu, Ini yang Mereka Bicarakan

News | Senin, 20 Februari 2017 | 16:28 WIB

Jokowi Diundang Membuka Tanwir Muhammadiyah di Ambon

Jokowi Diundang Membuka Tanwir Muhammadiyah di Ambon

News | Senin, 13 Februari 2017 | 17:31 WIB

Terkini

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:21 WIB