Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dapat memahami kenapa dalam pidato Raja Arab Saudi, Salman Abdul Aziz Al Daud, di DPR, kemarin, tidak secara eksplisit menyatakan akan melindungi buruh migran asal Indonesia di Arab Saudi. Fahri meyakini Arab Saudi akan menanggapi permintaan Indonesia untuk melindungi tenaga kerja.
"Itu ditanggapi, dalam pengertian begini, kan raja hanya menyampaikan pidato singkat yang hanya menjadi payung saja, eksekusi ditingkat pemerintah," kata Fahri di DPR, Jumat (3/3/2017).
Fahri mengatakan DPR sudah menyampaikan permintaan resmi ke Kerajaan Arab Saudi lewat Majelis Syuro Arab Saudi.
"Untuk itu, sudah semua permintaan kami ini (permintaan perlindungan TKI). Kami lampirkan dan menjadi bahan yang kami kirim ke Majelis Syuro Saudi Arabia. Dan juga kami kirim kepada pemerintah Indonesia. Dan juga kami kirim melalui protokol Saudi Arabia, kepada Raja Salman," ujar Fahri.
Fahri yang juga Ketua Tim Pengawas Tenaga Kerja menyebut sejumlah masalah yang kini dihadapi buruh migran.
"Kita memang serius melindungi buruh migran Indonesia dan pekerja migran yang kadang - kadang menghadapi banyak masalah karena perbedaan budaya dan kultur serta jarak," ujar Fahri.
Ilmu pengetahuan juga menjadi permasalahan bagi buruh migran di Arab Daudi.
"Sehingga mereka melakukan kesalahan bukan karena niat jahat, tetapi karena pengetahuannya. Karena emosinya belum stabil. Termasuk yang sering kita temukan ada korelasi positif antar formal dan tidak formalnya jalur kunjungan atau jalur pengiriman tenaga kerja dengan permasalahan yang muncul," kata Fahri.
Fahri berharap moratorium pengiriman buruh migran ke Arab Saudi dicabut setelah Raja Salman berkunjung ke Indonesia. Hal ini untuk menangani masalah pengiriman tenaga kerja lewat 'jalur tikus.'
"Untuk umumnya, yang pergi melalui jalur formal itu resmi juga tidak ada masalah sampai dia dikembalikan. Tetapi kalau dia ilegal informasi biasanya ada masalah. Nah setelah terjadinya moratorium yang diputuskan pemerintah kami mendengar jalan-jalan tikus dalam kaitannya dengan pekerjaan dengan Malaysia dan Timur Tengah ada jalan tikusnya," ujar Fahri.
Fahri berharap kunjungan Raja Arab membawa angin segar bagi dunia ketenagakerjaan.
"Diujung masalah ini kita memohon diberikan pengertian dan pengampunan oleh Raja sambil kita terus memperbaiki sistem pengiriman tenaga kerja supaya semua melalui jalur formil jalur resmi supaya nanti diujung sana, nggak ada masalah," kata Fahri.