Putaran Kedua, Ahok-Djarot Cuma Butuh Tambahan 8 Persen Suara

Reza Gunadha Suara.Com
Minggu, 05 Maret 2017 | 16:11 WIB
Putaran Kedua, Ahok-Djarot Cuma Butuh Tambahan 8 Persen Suara
Pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat menunggu dimulainya Rapat Pleno KPUD DKI Jakarta, Sabtu (4/3) di Jakarta [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh].

Suara.com - Kubu Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) mengklaim, tantangan untuk memenangi putaran kedua pemilihan kepala daerah (pilkada) tak seberat putaran pertama.

Bahkan, Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot Raja Juli Antoni berani mengklaim, kandidat yang didukungnya hanya butuh tambahan 8 persen suara untuk keluar sebagai pemenang pilkada.

“Ahok-Djarot sudah dinyatakan sebagai pemenang putaran pertama pilkada oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum ) Jakarta. Ini wajib disyukuri, sekaligus sebagai parameter berapa tambahan suara yang harus didapat pada putaran kedua,” tutur Raja Juli Antoni, Minggu (5/3/2017).

Berdasarkan hasil akhir rekapitulasi perolehan suara yang dilakukan KPU, Ahok-Djarot menang dengan 42,99 persen suara. Jumlah itu dinilai Juli fantastis karena tiga bulan sebelum hari pencoblosan, Rabu (15/2), Ahok-Djarot terus “diserang” memakai beragam isu diskriminatif.

Ia mengakui, banyak lembaga survei yang memprediksi Ahok-Djarot bakal kalah dan tak bisa melaju ke putaran kedua pilkada karena tersandung Ahok tersandung kasus dugaan penodaan agama.

“Lembaga survei dulu memprediksi hanya 10 persen warga yang masih setia mendukung Ahok-Djarot. Tapi hasil akhir menunjukkan adanya lonjakan 32 persen dari prediksi itu. Berdasar perhitungan matematis, kami hanya perlu mendapatkan tambahan 8 persen suara untuk menang di putaran kedua,” jelasnya.

Agar target itu tercapai, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengungkapkan, relawan harus mampu menjaga perolehan suara di sejumlah wilayah yang merupakan basis massa tradisional Ahok-Djarot.

Kekinian, sambung dia, basis-basis massa tradisional Ahok-Djarot itu mulai diserang dengan isu SARA. Misalnya, pemajangan spanduk-spanduk berisi kalimat provokatif.

Baca Juga: Timses: Ahok-Djarot WO dari Rapat Pleno Buat Beri Pelajaran KPUD

Selain itu, relawan juga bakal menggiatkan kampanye di basis-basis masa pasangan kandidat nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, yang tak lolos ke putaran kedua pilkada.

“Insya Allah, dengan militansi tanpa batas relawan, tambahan 8 persen suara untuk menang di putaran kedua itu tidak sulit,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI