Anies: Jakarta Bisa Jadi Ibu Kota Asia Tenggara

Siswanto | Dian Rosmala | Suara.com

Senin, 06 Maret 2017 | 20:42 WIB
Anies: Jakarta Bisa Jadi Ibu Kota Asia Tenggara
Anies Baswedan di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Rabu (1/3/2017). [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Calon gubernur Jakarta Anies Baswedan bertekad menjadikan Jakarta pusat ekonomi Asia. Saat ini, kata dia, Asia sedang dilirik negara-negara di dunia karena telah mengalami kemajuan pesat dibanding kota-kota di benua lainnya.

"Asia dipandang sebagai kekuatan baru. Tidak bisa dipungkiri lagi kebangkitan dalam 10-15 tahun terakhir ini menyedot perhatian. Cina mempesona, India kuat, Jepang sudah lebih dulu dari 60 tahun lalu. Tapi di mana masa depan Asia?" kata Anies ketika memberikan sambutan di acara Rapat Koordinasi Nasional Partai Keadilan Sejahtera di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Senin (6/3/2017).

Pasangan Sandiaga Uno di pilkada Jakarta periode 2017-2022 menambahkan negara-negara di Asia Timur seperti Cina, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan tidak berdampak positif terhadap Asia sendiri. Pasalnya, negara-negara itu tidak bisa ketemu dalam hal apapun. Negara-negara mempesona dengan kekuatan individu dan tidak akan pernah menjadi satu kesatuan.

Hal yang sama juga dialami oleh negara-negara di Asia Selatan. India, Pakistan, Sri Lanka, dan Bangladesh sangat sulit untuk menemukan titik temu. Semuanya bersaing dengan kekuatan masing-masing, tanpa terpikirkan untuk bentuk membentuk Asia sebagai blok baru.

"Sekarang coba lihat Asia Tenggara. Ada Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina Thailand, dan negara lain. Di sini muncul sebuah persekutuan yang terbangun 50 tahun lalu," tutur Anies.

Dengan demikian, Asia Tenggara dapat dikatakan sebagai masa depan ekonomi Asia. Sementara yang menjadi tugas Indonesia saat ini, yaitu menjadikan Ibu Kota Negara, Jakarta, sebagai pusat perekonomian Asia.

"Di kota ini hampir semua negara besar punya dua duta besar, satu duta besar untuk Indonesia, satu duta besar untuk ASEAN. Bapak ibu datang ke semua perwakilan Indonesia ke seluruh dunia, ada dua bendera terpasang. Satu merah putih, satu ASEAN," ujar Anies.

Anies mengatakan Jakarta lebih dari sekedar Ibu Kota. Jakarta bisa menjadi Ibu Kota Asia Tenggara. Sebab itu, Indonesia tidak boleh kalah cepat dari negara lain merebut kesempatan tersebut.

"Singapura dan Kuala Lumpur, lebih dulu mengantisipasi perubahan. Sekarang saatnya kita ambil alih. Hari ini, mau datang ke Asia Tenggara, harus datang ke Singapura dulu. Kita tak akan biarkan itu. Kita akan ubah. Ini bukan sekadar pergantian satu posisi. Tapi kita kembalikan Jakarta ke radar konstelasi kota-kota besar dunia," tutur Anies.

Namun, untuk mewujudkan semua itu, bukanlah perkara mudah. Banyak hal yang diselesaikan terlebih dahulu. Sebab, saat ini Jakarta hanya masuk dalam hitungan kecil dari semua kota yang diperhitungkan di Asia.

"Artinya di bawah 10, dari bawah. Kota dengan keamanan paling berbahaya. Kota dengan lingkungan hidup paling bermasalah. PR (pekerjaan rumah) kita membuat Jakarta menjadi kota maju, warganya bahagia di mana keadilan, kesejahteraan menjadi ciri kota ini," kata Anies.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?

Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?

Entertainment | Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:36 WIB

Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan

Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan

Lifestyle | Kamis, 27 Maret 2025 | 16:36 WIB

Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!

Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!

Kotak Suara | Sabtu, 07 Desember 2024 | 19:27 WIB

Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik

Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik

Video | Rabu, 27 November 2024 | 16:00 WIB

Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada

Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada

Kotak Suara | Minggu, 24 November 2024 | 16:10 WIB

Masa Tenang Pilkada DKI: Bawaslu Incar Pelaku Politik Uang Hingga Gang-gang Sempit!

Masa Tenang Pilkada DKI: Bawaslu Incar Pelaku Politik Uang Hingga Gang-gang Sempit!

Kotak Suara | Minggu, 24 November 2024 | 14:47 WIB

Endorse Prabowo ke RK Masih Abu-abu, Ini 'Daerah Kekuasaan' Anies-Ahok buat Menangkan Pramono di Jakarta

Endorse Prabowo ke RK Masih Abu-abu, Ini 'Daerah Kekuasaan' Anies-Ahok buat Menangkan Pramono di Jakarta

Kotak Suara | Minggu, 17 November 2024 | 14:46 WIB

Pj Gubernur Teguh Pastikan Komitmen Sukseskan Pilkada Damai dan Tertib

Pj Gubernur Teguh Pastikan Komitmen Sukseskan Pilkada Damai dan Tertib

Foto | Kamis, 14 November 2024 | 12:58 WIB

Makan Masakan Padang Bareng Prabowo, Ridwan Kamil Dapat Wejangan Khusus Pilkada DKI

Makan Masakan Padang Bareng Prabowo, Ridwan Kamil Dapat Wejangan Khusus Pilkada DKI

Kotak Suara | Kamis, 31 Oktober 2024 | 22:25 WIB

Pengalaman 10 Tahun Jadi Anak Buah Jokowi, Pramono Nyatakan Siap Diserang di Debat Kedua Malam Ini

Pengalaman 10 Tahun Jadi Anak Buah Jokowi, Pramono Nyatakan Siap Diserang di Debat Kedua Malam Ini

Kotak Suara | Minggu, 27 Oktober 2024 | 18:57 WIB

Terkini

Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan

Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:46 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI, Habiburokhman Puji Forum Terbuka yang Digelar Mahasiswa

Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI, Habiburokhman Puji Forum Terbuka yang Digelar Mahasiswa

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:42 WIB

AS Panik Hadapi Aliansi Intelijen Iran, Blokir Paksa Tanker China di Selat Hormuz

AS Panik Hadapi Aliansi Intelijen Iran, Blokir Paksa Tanker China di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:39 WIB

Prabowo Amankan Pasokan Minyak dan LPG Rusia, Eddy Soeparno: RI Masuk Zona Aman Energi

Prabowo Amankan Pasokan Minyak dan LPG Rusia, Eddy Soeparno: RI Masuk Zona Aman Energi

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:37 WIB

Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin

Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:29 WIB

Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan

Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:27 WIB

Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan

Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:16 WIB

Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:03 WIB

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:54 WIB