Diduga Langgar Etik, Ketua KPU DKI Dilaporkan ke DKPP

Kamis, 16 Maret 2017 | 15:57 WIB
Diduga Langgar Etik, Ketua KPU DKI Dilaporkan ke DKPP
Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno (kiri), Ketua KPU Pusat Juri Ardiantoro, Ketua Bawaslu Muhammad dan Sekda DKI Jakarta M Saefullah (kanan), berfoto bersama dengan sepasang maskot Pilgub DKI 2017, di Jakarta, Sabtu (30/7/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Perkumpulan Cinta Ahok (Cinhok) melaporkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2017).

Laporan organisasi pendukung Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) itu, diterima bagian pengaduan DKPP dengan nomor 119/n-p/L-DKPP/2017.

Koordinator Perkumpulan Cinhok Yuliana Zahara Mega mengatakan, Sumarno dilaporkan ke DKPP karena dianggap tidak netral serta terindikasi melanggar kode etik.

Sumarno dianggap melakukan pelanggaran etik, karena pernah memasang foto di layanan mengobrol di telepon seluler (ponsel), Whatsapp, aksi '212'.

"Kami tahu bahwa 212 itu merupakan kepentingan politik. Seharusnya Pak Sumarno sebagai Ketua KPU DKI menghindari hal itu, karena menggiring opini masyarakat. Indikasi tersebut jelas melanggar asas netralitas, proposionalitas dan profesionalitas sebagaimana perundang-undangan yang berlaku," kata Yuliana.

Menurutnya, Sumarno melanggar Pasal 10 huruf a dan b, Pasal 14 huruf c peraturan bersama KPU, Bawaslu, DKPP No 13 tahun 2012, No 11 tahun 2012, No 1 tahun 2012 tentang kode etik penyelenggara Pemilu.

Menurutnya tindakan Ketua KPU DKI itu telah menimbulkan keresahan di masyarakat  dan berpotensi menodai pelaksanaan DKI 2017.

Selain itu, sambung Yuliana, Sumarno juga pernah datang, bertemu, dan berbicara dengan cagub nomor urut tiga Anies Baswedan di TPS 29 Kalibata. Hal tersebut dinilai ada keberpihakan pada paslon Anies-Sandi.

Baca Juga: Polisi Prediksi Korban Pedofil Candys Group Akan Bertambah

"Terakhir, ketika Rapat Pleno KPU DKI dengan kedua paslon beberapa waktu lalu. Di situ kami melihat, Ahok-Djarot diundang pukul 19.30 Wib, tapi sampai 19.55 Wib belum ada pertemuan. Ternyata, Sumarno makan malam dengan Paslon lain (Anies-Sandi)," tandasnya.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI