Presiden Turki: Eropa Mengadu Domba 'Bulan Sabit' dan 'Salib'

Reza Gunadha

Sabtu, 18 Maret 2017 | 10:36 WIB
Presiden Turki: Eropa Mengadu Domba 'Bulan Sabit' dan 'Salib'
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [AFP]

Suara.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali melontarkan retorika fundamentalistik, yang menuduh negara-negara di Benua Eropa berupaya mengadu domba umat Islam dan Kristen dan memicu peperangan seperti era Perang Salib.

Retorika itu, seperti dilansir Independent.co.uk, merupakan respons Erdogan terhadap memanasnya hubungan diplomatik Turki dengan Belanda serta keputusan pengadilan bersama Uni Eropa (European Court of Justice; ICJ) soal larangan karyawati memakai jilbab.

“Situasinya saat ini adalah, Eropa tengah mengadu domba antara ‘bulan sabit’ dan ‘salib’ (Perang Salib). Ini sangat memalukan, Uni Eropa justru merusak nilai-nilai keadilan,” tegas Erdogan di hadapan pendukungnya, Kamis (16/3/2017).

Selain itu,Erdogan kembali mengecam pemerintah perwakilan Uni Eropa di Belanda dan Jerman karena membiarkan kedua negara itu mengusir dua menteri Turki.

Beberapa jam sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menuding Eropa berada di tepi jurang perpecahan dan memicu perang agama.

Pengadilan bersama Uni Eropa atau ICJ, Senin (13/3) awal pekan ini, memutuskan setiap perusahaan yang berbasis di negara-negara anggotanya dibolehkan membuat peraturan melarang karyawatinya menggunakan atribut keagamaan, termasuk jilbab.

"Peraturan yang melarang memakai simbol politik, filsafat, atau agama, bukan bentuk diskriminasi,” demikian putusan ECJ yang dikutip Independent, Selasa (14/3).

Putusan tersebut dikeluarkan ECJ yang berkantor di Luxembourg itu, setelah dua karyawati dari Belgia dan Prancis mengadukan perihal pemecatan mereka karena enggan melepas jilbab.

Wanita pekerja Prancis yang mengadu itu berprofesi sebagai konsultan teknik komunikasi. Ia melaporkan sejumlah klien yang berbadan hukum memintanya melepas jilbab sebagai syarat kontrak.

baca juga

Sedangkan karyawati asal Belgia mengadukan ke ECJ perusahaan G4S Secure Solutions tempatnya bekerja sebagai resepsionis melarang dirinya memakai jilbab saat bertugas.

Keputusan  ECJ tersebut, disambut gembira oleh banyak politikus maupun partai politik yang menilai pemakaian jilbab maupun simbol agama lainnya justru sebagai bentuk diskriminasi hak asasi manusia.

Namun, tak sedikit pula yang menentang keputusan tersebut. Salah satu yang memprotes keputusan itu adalah Konferensi Rabbi Eropa, organisasi para pemuka agama Yahudi.

”ECJ jelas mengirimkan sinyal tanda bahaya untuk komunitas agama. Keputusan itu bukan hanya menyakiti wanita-wanita Muslim, tapi juga perempuan-perempuan dari komunitas agama lainnya,” kata Presiden Konferensi Rabbi Eropa, Rabbi Pinchas Goldschmidt.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Partai Anti Islam Belanda Kalah, Warga Eropa Gembira

Partai Anti Islam Belanda Kalah, Warga Eropa Gembira

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 14:11 WIB

Tegang, Turki Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Belanda

Tegang, Turki Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Belanda

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 05:12 WIB

Makin Panas, Turki Segel Kedubes Belanda

Makin Panas, Turki Segel Kedubes Belanda

News | Minggu, 12 Maret 2017 | 06:49 WIB

Gara-gara Ini, Presiden Erdogan Sebut Belanda 'Sisa Nazi'

Gara-gara Ini, Presiden Erdogan Sebut Belanda 'Sisa Nazi'

News | Minggu, 12 Maret 2017 | 06:40 WIB

Cairkan Ketegangan, Presiden Iran dan Turki Bertemu

Cairkan Ketegangan, Presiden Iran dan Turki Bertemu

News | Kamis, 02 Maret 2017 | 07:26 WIB

Terkini

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB