Partai Anti Islam Belanda Kalah, Warga Eropa Gembira

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 16 Maret 2017 | 14:11 WIB
Partai Anti Islam Belanda Kalah, Warga Eropa Gembira
Politisi Belanda, Geert Wilders. [Jim Watson/AFP]

Suara.com - Partij voor de Vrijheid (PVV) atau Partai Kebebasan yang dikenal karena anti-Islam dan anti-imigran di Belanda, secara mengejutkan kalah dalam pemilihan umum (pemilu) legislatif.

Kekalahan partai yang dikomandani Geert Wilders tersebut, disambut gembira oleh masyarakat Belanda dan negara-negara Uni Eropa.

"Setelah Inggris keluar dari Uni Eropa, dan pemilu Amerika Serikat, Belanda justru bisa mengalahkan populisme yang salah kaprah. Ini adalah kemenangan rakyat Belanda," tutur Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, seperti diberitakan AFP, Kamis (16/3/2017)).

Juru Bicara Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker, menyatakan kegembiraannya atas kekalahan PVV di Belanda.

"Kekalahan partai itu menjadi tonggak serangan balik warga Eropa terhadap populisme sayap kanan--neo fasis--yang tengah marak di benua Biru," tegasnya.

Hal yang sama juga diutarakan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault. Bahkan, ia berharap warga Prancis bisa mencontoh Belanda untuk menghadang laju partai populis kanan.

Sebab, kata dia, Prancis tengah menghadapi hal sama, yakni kebangkitan neo-fasis yang direpresentasikan Front National serta pemimpinnya Marine Le Pen. Sosok yang disebut sebagai "Donald Trump versi perempuan" itu, diprediksi sejumlah lembaga survei bakal menjadi pemenang dalam putaran pertama pemilihan presiden di Prancis, April 2017.

"Selamat kepada rakyat Belanda yang berhasil menyetop kebangkitan kelompok kanan-jauh. Saya berharap, hal itu juga terjadi di negara kami," tutur Ayrault.

Dalam hasil rekapitulasi perolehan suara pemilu legislatif Belanda, Rabu (15/3), PVV hanya mampu memperoleh 19 kursi dari total 150 kursi parlemen.

Sementara partai liberal yang dipimpin PM Rutte,tampil sebagai pemenang dengan memeroleh 32 kursi parlemen.

Hasil pemilu itu terbilang mengejutkan, karena PVV pada masa kampanye diyakini bakal memeroleh mayoritas kursi parlemen. Sebab, beragam propaganda dan retorika mereka mengenai anti-Muslim dan anti-Imigran dinilai mampu membangkitkan patriotisme warga yang terjebak dalam kemiskinan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tegang, Turki Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Belanda

Tegang, Turki Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Belanda

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 05:12 WIB

Gara-gara Ini, Presiden Erdogan Sebut Belanda 'Sisa Nazi'

Gara-gara Ini, Presiden Erdogan Sebut Belanda 'Sisa Nazi'

News | Minggu, 12 Maret 2017 | 06:40 WIB

Perempuan Belanda Berusia 100 Tahun Ditangkap Polisi

Perempuan Belanda Berusia 100 Tahun Ditangkap Polisi

News | Selasa, 28 Februari 2017 | 08:00 WIB

Pelajar Indonesia di Belanda Berdiskusi Tentang Desentralisasi RI

Pelajar Indonesia di Belanda Berdiskusi Tentang Desentralisasi RI

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 13:53 WIB

Indonesia-Belanda Konkretkan Kerjasama Riset dan Pendidikan

Indonesia-Belanda Konkretkan Kerjasama Riset dan Pendidikan

News | Jum'at, 17 Februari 2017 | 12:46 WIB

PM Belanda: Indonesia Mitra Penting Belanda

PM Belanda: Indonesia Mitra Penting Belanda

Bisnis | Rabu, 23 November 2016 | 17:50 WIB

Terkini

Kemnaker dan Transjakarta Kerja Sama untuk Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Sektor Transportasi

Kemnaker dan Transjakarta Kerja Sama untuk Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Sektor Transportasi

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:55 WIB

QRIS wondr by BNI Bisa Dipakai di China, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah

QRIS wondr by BNI Bisa Dipakai di China, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:45 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz dan Siapkan Senjata Rahasia untuk Hadapi Blokade Amerika Serikat

Iran Tutup Selat Hormuz dan Siapkan Senjata Rahasia untuk Hadapi Blokade Amerika Serikat

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:40 WIB

Pasca Kecelakaan, Perlintasan Dekat Stasiun Bekasi Timur Dipasangi Palang Pintu

Pasca Kecelakaan, Perlintasan Dekat Stasiun Bekasi Timur Dipasangi Palang Pintu

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:32 WIB

Perubahan Iklim Bukan Sekadar Isu Lingkungan, OJK: Berdampak Juga pada Aspek Sosial dan Ekonomi

Perubahan Iklim Bukan Sekadar Isu Lingkungan, OJK: Berdampak Juga pada Aspek Sosial dan Ekonomi

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:17 WIB

Prabowo Tiba di May Day 2026, Disambut Lagu Tipe-X 'Kamu Nggak Sendirian'

Prabowo Tiba di May Day 2026, Disambut Lagu Tipe-X 'Kamu Nggak Sendirian'

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:12 WIB

Ketua Parlemen Iran Ejek Ancaman Donald Trump Soal Ledakan Sumur Minyak

Ketua Parlemen Iran Ejek Ancaman Donald Trump Soal Ledakan Sumur Minyak

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 08:48 WIB

Dirjen Imigrasi Tegaskan Indonesia Bukan Surga Pelaku Scam, 16 WNA Langsung Dideportasi

Dirjen Imigrasi Tegaskan Indonesia Bukan Surga Pelaku Scam, 16 WNA Langsung Dideportasi

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 08:45 WIB

Kronologi Penggerebekan 16 WNA di Sukabumi: Sewa Hotel Setahun, Diduga Siapkan 50 Anggota Sindikat

Kronologi Penggerebekan 16 WNA di Sukabumi: Sewa Hotel Setahun, Diduga Siapkan 50 Anggota Sindikat

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 08:37 WIB

IRGC Hancurkan Kapal Perang Amerika Jika Donald Trump Nekat Serang Infrastruktur Vital Iran

IRGC Hancurkan Kapal Perang Amerika Jika Donald Trump Nekat Serang Infrastruktur Vital Iran

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 08:23 WIB