Heboh Aksi Gantung Diri "Live" di Jaksel, Ini Komentar Sumarsono

Senin, 20 Maret 2017 | 10:29 WIB
Heboh Aksi Gantung Diri "Live" di Jaksel, Ini Komentar Sumarsono
Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Pelaksana Tugas Gubenur DKI Jakarta, Sumarsono menyayangkan aksi bunuh diri yang dilakukan Pahinggar Indrawan yang disiarkan secara langsung lewat aplikasi Facebook Live pada, Jumat (17/3/2017) lalu.

Lelaki 35 tahun itu nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya, Jalan Kemenyan, nomor 5, RT 8, RW 5, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Secara etis, harusnya hal itu suatu yang tidak pantas dilakukan. Tapi, kan kebebesan informasi tidak bisa dipungkiri terjadi di Indonesia," ujar Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/3/2017).

"Walau demikian, hanya etika saja yang kemudian membuat kita harus mengerem apakah itu layak atau tidak layak," Sumarsono menambahkan.

Direktur jendral otonomi daerah Kemendagri ini melanjutkan, khawatir apabila rekaman video tersebut disaksikan oleh anak kecil. Jika itu terjadi, ia yakin psikologis anak akan terganggu.

"Karena takut yang buka anak kecil, lalu traumatik, psikologisnya itu berefek. Saya khawatir nanti psikologisnya membahayakan anak-anak dari pertumbuhan dan perkembangannya," kata pejabat eselon satu yang akrab disapa Soni ini. 

Sebelumnya, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Purwanta, menduga aksi itu dilakukan karena Pahinggar sudah tak kuat menghadapi masalah yang terjadi di keluarganya.

Terakhir, sebelum memutuskan gantung diri, dia diketahui terlibat cekcok dengan istrinya yang bernama Dina Febriyanti.

"Kayaknya gini ya, itu kan hanya sekedar problem, ada problem keluarga, problem ekonomi dan sebagainya. Karena akhir-akhir itu kan korban memang kesulitan ekonomi," kata Purwanta kepada Suara.com, Minggu (19/3/2017).

Baca Juga: Penyintas Minta Pemerintah Lindungi Kuburan Massal Tragedi 65-66

Belum lama ini, kata Purwanta, pasangan suami istri tersebut kehilangan anaknya yang baru berusia lima tahun. Bocah tersebut meninggal dunia.

"Anaknya lima, satu meninggal. Mungkin ada problem dari keluarga dan tidak bisa me-manage komunikasi dengan keluarga," kata dia.

Pahinggar yang bekerja sebagai supir taksi berbasis online diketahui para tetangga sering terlibat keributan dengan istri. Keributan pagi itu sampai dilerai Ketua RT M Sidik.

"Tetapi pagi itu dia berantem dengan keluarganya terus begitu langsung istrinya pergi. Mungkin dia anggap perginya itu seterusnya. Akhirnya dia bunuh diri," kata Purwanta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI