Mereka yang Menyabung Nyawa Demi Menimba Ilmu

Reza Gunadha Suara.Com
Selasa, 21 Maret 2017 | 20:16 WIB
Mereka yang Menyabung Nyawa Demi Menimba Ilmu
Ilustrasi - Seorang pelajar MTsN menyeberang sungai saat berangkat ke sekolah, di sungai yang memisahkan Nagari Selayo dengan Nagari Koto Baru, Solok, Sumatera Barat, Kamis (19/5). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc/16]

Suara.com - Siswa Sekolah Dasar Negeri Jabungan, Semarang, Jawa Tengah, setiap hari harus bertaruh nyawa melawan arus sungai demi berangkat ke sekolah, karena tidak adanya jembatan penyeberangan.

Rahman Oktavianto (11), siswa kelas VI SD Negeri Jabungan, Selasa (21/3/2017), mengakui sudah sejak kelas I SD melewati Sungai Kethekan setiap berangkat dan pulang sekolah.

"Kalau sehabis hujan deras, biasanya digendong sewaktu menyeberang, karena arus sungainya pasti deras. Tidak berani kalau berangkat sendiri. Teman-teman juga begitu biasanya," kata Rahman.

Arus Sungai Kethekan yang biasa dilewati anak-anak yang tinggal di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, itu memang tak terlalu deras.

Namun, terkadang arus sungai menjadi besar, terutama setelah turun hujan sehingga dipasangi seutas tali yang membelah sungai untuk membantu pegangan bagi anak-anak yang menyeberang.

"Ndak apa-apa, sudah biasa. Ya, tetap semangat saja. Kalau sekarang ini, jarang hujan, jadi airnya tidak begitu deras," kata Dinda Sukma (12), siswi lainnya yang bercita-cita menjadi dokter.

Menurut Suratman, warga setempat, sebenarnya dulu pernah ada jembatan dari bambu yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat, tetapi hanyut akibat diterjang arus sungai yang deras.

"Sudah lama sekali. Ya, akhirnya anak-anak harus menyeberang sungai langsung. Paling hanya 10-15 menit sampai, namun kalau memutar bisa lebih lama karena jaraknya hampir dua kilometer," katanya.

Setidaknya, kata dia, ada empat dusun di Kelurahan Jabungan yang anak-anaknya bersekolah di SD Negeri Jabungan dan praktis setiap harinya harus melewati sungai selebar 30 meter itu.

Baca Juga: Mobil Sedan Terbakar di Atas Jembatan Suramadu

Kepala SD Negeri Jabungan Semarang Suryanto menyebutkan, ada 40 siswanya yang setiap hari harus melawan arus sungai untuk menimba ilmu, baik berangkat maupun pulang sekolah.

"Ya, tentu saja kami was-was. Apalagi, kalau pas musim hujan karena airnya deras. Kami imbau orang tua untuk mengantarkan mereka saat berangkat sekolah. Jangan sampai nyeberang sendiri," katanya lagi.

Ia berharap Pemerintah Kota Semarang segera membuatkan jembatan penghubung untuk akses anak-anak berangkat ke sekolah, sehingga lebih aman daripada harus melewati sungai yang licin dan berbatu.

"Meski demikian, kami tetap bersyukur karena mereka tetap semangat untuk berangkat sekolah. Bahkan, mereka setiap harinya juga tidak pernah terlambat datang ke sekolah," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI