Kemensos Lepas 20 Orang Pendamping Bagi Masyarakat Adat Terpencil

Adhitya Himawan | Suara.com

Minggu, 02 April 2017 | 13:14 WIB
Kemensos Lepas 20 Orang Pendamping Bagi Masyarakat Adat Terpencil
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. [Dok Kementerian Sosial]

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melepas 20 pendamping sosial profesional bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT), Jum'at (31/3/2017). Seluruh pendamping tersebut akan ditempatkan di 20 lokasi pemberdayaan yang tersebar di 20 provinsi Indonesia.

Masing-masing yaitu Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Mauluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

"Amanat yang besar tapi tidak seimbang dengan honor, jadi tolong tempatkan keikhlasan dan ketulusan di titik terdepan saat bertugas di wilayah masing-masing. Beban ini sangat berat, tapi karena Anda anak muda dan pemilik masa depan bangsa , Insya Allah Anda bisa," ungkap Khofifah.

Khofifah mengungkapkan, meskipun tugas utama adalah melakukan pemberdayaan bagi KAT, namun seluruh pendamping dituntut memiliki pengetahuan umum dan wawasan yang luas. Karena tidak sedikit masyarakat setempat meminta masukan atau solusi atas berbagai persoalan yang terjadi.

Selain itu, kata dia, pendamping KAT pun harus bisa menjembatani kepentingan warga KAT dengan masyarakat setempat, begitu pun sebaliknya. Hal ini guna memuluskan proses integrasi sosial diantara keduanya.

"Kuncinya ada di komunikasi yang intensif, karena bisa meminimalisir potensi konflik dan gesekan horisontal antara warga KAT dan masyarakat sekeliling KAT tersebut," imbuhnya.

Kepada warga KAT, lanjut Khofifah, para pendamping akan memberikan pemahaman soal pola hidup bersih dan sehat (PHBS), posyandu bagi ibu hamil, edukasi mengenai pentingnya pendidikan, cara bersosialisasi, dan lain sebagainya. Harapannya, dalam waktu kedepan warga KAT menjadi lebih berdaya dan sejahtera.

Khofifah mengatakan, tidak mudah melakukan pendekatan terhadap warga KAT mengingat mereka memiliki karakterisitik masing-masing. Karenanya, seluruh pendamping sosial perlu mengedepankan kearifan lokal setempat saat masuk ke lingkungan warga KAT.

"Selami adat istiadat mereka, sudut pandang, pemahaman, dan keyakinan mereka. Jangan sebaliknya berharap mereka yang masuk ke dunia Anda," pesan Khofifah.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, Kementerian Sosial Hasbullah mengatakan mayoritas pendamping KAT adalah sarjana muda bidang kesejahteraan sosial dan mereka diseleksi dengan sangat ketat. Diharapkan keberadaan mereka mampu mendongkrak kesejahteraan warga KAT di seluruh pelosok Indonesia.

"Saat proses rekrutmen ada 3206 pelamar, terseleksi 246 orang dan yang diterima sebanyak 20 orang," imbuhnya.

Hasbullah menerangkan, di Indonesia kurang lebih terdapat 70 lokasi KAT, dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 231.287. Namun saat ini baru sebanyak 103.000 kepala keluarga yang telah memperoleh pendampingan dari Kemensos.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Khofifah Tegaskan Muslimat NU Siap Jaga NKRI

Khofifah Tegaskan Muslimat NU Siap Jaga NKRI

News | Selasa, 28 Maret 2017 | 22:07 WIB

Didukung ke Jatim 1, Khofifah: Saya Harus Check Sound Dulu

Didukung ke Jatim 1, Khofifah: Saya Harus Check Sound Dulu

News | Selasa, 28 Maret 2017 | 16:42 WIB

Lantik Khofifah dan PP Muslimat NU, Said Aqil: Siap Tanpa Honor?

Lantik Khofifah dan PP Muslimat NU, Said Aqil: Siap Tanpa Honor?

News | Selasa, 28 Maret 2017 | 13:36 WIB

Diskursus Agama, Pancasila dan Negara Tidak Perlu Diperdebatkan

Diskursus Agama, Pancasila dan Negara Tidak Perlu Diperdebatkan

News | Selasa, 28 Maret 2017 | 05:46 WIB

PAN Dorong Khofifah Maju Jadi Cagub Jawa Timur 2018

PAN Dorong Khofifah Maju Jadi Cagub Jawa Timur 2018

News | Senin, 27 Maret 2017 | 22:03 WIB

Muslimat NU Sesalkan Spanduk Penolakan Jenazah Pendukung Ahok

Muslimat NU Sesalkan Spanduk Penolakan Jenazah Pendukung Ahok

News | Senin, 27 Maret 2017 | 15:23 WIB

Tommy Soeharto Kerjasama Bangun UMKM Bareng Muslimat NU

Tommy Soeharto Kerjasama Bangun UMKM Bareng Muslimat NU

Bisnis | Senin, 27 Maret 2017 | 12:10 WIB

Muslimat NU, Kemen PDT dan Kementan Bersinergi Atasi Kemiskinan

Muslimat NU, Kemen PDT dan Kementan Bersinergi Atasi Kemiskinan

Bisnis | Senin, 27 Maret 2017 | 05:15 WIB

Ipang Wahid Dorong Muslimat NU Lawan Hoax di Medsos

Ipang Wahid Dorong Muslimat NU Lawan Hoax di Medsos

News | Senin, 27 Maret 2017 | 05:00 WIB

Khofifah Minta Muslimat NU Perkuat Kepedulian Sosial

Khofifah Minta Muslimat NU Perkuat Kepedulian Sosial

News | Senin, 27 Maret 2017 | 04:45 WIB

Terkini

Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal

Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:12 WIB

Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan

Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:01 WIB

Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz

Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:42 WIB

Usut Korupsi Haji, KPK Masih Sisir Saksi Travel Sebelum Periksa Bos Maktour dan Kesthuri

Usut Korupsi Haji, KPK Masih Sisir Saksi Travel Sebelum Periksa Bos Maktour dan Kesthuri

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:36 WIB

Viral Parkir di Blok M Semrawut hingga Depan Kejagung, Dishub Jaksel Lapor Wali Kota

Viral Parkir di Blok M Semrawut hingga Depan Kejagung, Dishub Jaksel Lapor Wali Kota

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:24 WIB

Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!

Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:46 WIB

Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!

Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:17 WIB

UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!

UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:01 WIB

Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung

Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:59 WIB

Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!

Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:44 WIB