Suara.com - Tokoh muda Kristiani pendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Aristo Purboadji, menilai isu SARA sudah tidak laku di pilkada Jakarta periode 2017.-2022 Hal esensial yang saat ini menjadi fokus masyarakat, katanya, bagaimana kedua kandidat mampu menghadirkan solusi dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh warga.
“Isu di Jakarta, bukan lagi soal agama, ras, atau perbedaan lainnya. Ini soal program kerja, bagaimana calon pemimpin mampu membangun Jakarta, dan menghadirkan kesejahteraan bagi warganya,” ujar Aristo dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, hari ini.
Menurutnya pemakaian isu SARA merupakan langkah mundur bagi demokrasi dalam negeri. Sebab, yang terpenting saat ini adalah memilih berdasarkan rekam jejak, dan program kerja yang matang. Hal ini dikatakan Aristo menyusul semakin bertumbuhnya jumlah masyarakat rasional, dan obyektif.
“Dewasa ini masyarakat tidak lagi mengutak- atik masalah perbedaan agama, suku, atau hal-hal bersifat kodrati lainnya sebagai dasar pertimbangan dalam memilih calon pemimpin. Yang terpenting adalah, bagaimana program kerja yang ditawarkan bisa menghadirkan solusi bagi mereka,” kata Aristo.
Menurut Aristo, Anies - Sandiaga merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Ibu Kota. Dia melihat keunggulan dari pasangan nomor urut tiga ini yang tidak ditemukan pada Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat.
“Jakarta butuh pemimpin yang mempersatukan, dan mendamaikan seluruh kalangan. Bukan hanya bisa berkomunikasi ke sebagian, harus bisa semuanya. Dan Anies- Sandi, saya percaya bisa mengakomodir hal tersebut,” kata pendeta muda di salah satu gereja ternama Indonesia.