Tolak Kandidat Didukung Islam Radikal, GP Ansor Bikin 47 Posko

Reza Gunadha | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Jum'at, 07 April 2017 | 16:18 WIB
Tolak Kandidat Didukung Islam Radikal, GP Ansor Bikin 47 Posko
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), di kantor PP GP Ansor, jalan Kramat Raya, nomor 65 A, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2017). [Suara.com/Bowo]

Suara.com - Gerakan Pemuda Ansor DKI Jakarta membuka pos komando (posko) di 47 kelurahan ibu kota, yang dianggap rawan intimidasi dan kekerasan oleh kelompok radikalis Islam.

Ketua GP Ansor DKI Jakarta Abdul Azis mengatakan, posko itu juga difungsikan sebagai tempat pengaduan bagi warga yang merasa diintimidasi atau menjadi korban kekerasan selama proses putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 19 April 2017.

Hal tersebut ia ungkapkan di hadapan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), di kantor PP GP Ansor, jalan Kramat Raya, nomor 65 A, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2017).

”Rincinya, kami membangun 21 posko di Jakarta Selatan, 16 posko di Jakarta Timur, dan 10 posko di Jakarta Utara. Posko-posko itu dibangun di daerah rawan intimidasi dan kekerasan saat pilkada,” ungkap Abdul Azis.

Setiap posko, kata dia, dijaga anggota GP Ansor yang siap mengawal pilkada Jakarta berlangsung aman dan lancar.

Azis menuturkan, posko-posko itu dibangun atas inisiatif sendiri agar kelompok-kelompok radikalis Islam tidak memolitisasi agama dan menguntungkan segelintir elite.

Prinsip GP Ansor, sambung Azis, adalah menciptakan kerukunan umat beragama dalam wadah negara kesatuan RI.

"Kami, GP Ansor, sangat menolak calon gubernur dan calon wakil gubernur yang didukung Islam radilkal dan garis keras," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Djarot Rencanakan Hal Ini bagi Komunitas Gerobak Dangdut

Djarot Rencanakan Hal Ini bagi Komunitas Gerobak Dangdut

News | Jum'at, 07 April 2017 | 06:12 WIB

Dituding Anies Akan Gusur 300 Lokasi, Djarot: Mana Datanya?

Dituding Anies Akan Gusur 300 Lokasi, Djarot: Mana Datanya?

News | Kamis, 06 April 2017 | 22:29 WIB

Didukung Annisa Bahar Dkk, Djarot Ingin Bina Gerobak Dangdut

Didukung Annisa Bahar Dkk, Djarot Ingin Bina Gerobak Dangdut

News | Kamis, 06 April 2017 | 22:03 WIB

Timses Ahok-Djarot Kumpulkan Dana Kampanye Rp27,1 Miliar

Timses Ahok-Djarot Kumpulkan Dana Kampanye Rp27,1 Miliar

News | Kamis, 06 April 2017 | 19:26 WIB

Jubirnya Jadi Tersangka Kasus e-KTP, Ahok-Djarot Tak Terpengaruh

Jubirnya Jadi Tersangka Kasus e-KTP, Ahok-Djarot Tak Terpengaruh

News | Kamis, 06 April 2017 | 14:12 WIB

Kasus Fitnah, Polda Belum akan Pemeriksaan Anies Baswedan

Kasus Fitnah, Polda Belum akan Pemeriksaan Anies Baswedan

News | Kamis, 06 April 2017 | 14:00 WIB

Kembali Dipolisikan, Anies:  Dipanggil Lagi, Dipanggil Lagi....

Kembali Dipolisikan, Anies: Dipanggil Lagi, Dipanggil Lagi....

News | Kamis, 06 April 2017 | 12:16 WIB

Miryam Tersangka Kasus Korupsi e-KTP Ternyata Jubir Ahok-Djarot

Miryam Tersangka Kasus Korupsi e-KTP Ternyata Jubir Ahok-Djarot

News | Kamis, 06 April 2017 | 10:58 WIB

Djarot: Kita Milih Pemimpin Pemerintahan Bukan Agama

Djarot: Kita Milih Pemimpin Pemerintahan Bukan Agama

News | Kamis, 06 April 2017 | 06:36 WIB

Anies Kembali Ungkit Kejanggalan Kemenangan Telak Ahok-Djarot

Anies Kembali Ungkit Kejanggalan Kemenangan Telak Ahok-Djarot

News | Rabu, 05 April 2017 | 19:08 WIB

Terkini

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB