Bentrokan Ormas di Sukabumi Diduga Dipicu Perusakan Atribut

Ruben Setiawan

Senin, 10 April 2017 | 04:00 WIB
Bentrokan Ormas di Sukabumi Diduga Dipicu Perusakan Atribut
Ilustrasi bentrokan. (Shutterstock)

Suara.com - Bentrokan antara ormas Pemuda Pancasila dan Barisan Banteng Raya Pajajaran (BBRP) di Jalan Raya Cibadak-Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diduga dipicu oleh perusakan atribut.

"Kami masih mendalami penyebab bentrokan antara ormas PP dan BBRP tersebut. Namun dari penyelidikan kericuhan ini disebabkan adanya perusakan atribut," kata Kapolres Sukabumi AKBP M Ngajib di Sukabumi, Minggu.

Kejadian ini berawal pada Sabtu (8/4) sekitar pukul 20.00 WIB. Bendera ormas BBRP di Posko Paparti Cikidang, Kecamatan Cikidang diturunkan dan disobek orang tidak dikenal diduga anggota PP.

Orang tidak dikenal itu juga mengancam akan membakar Posko BBRP.

Diduga tidak terima dengan ulah oknum tersebut, sekitar pukul 22.00 WIB terjadi penurunan bendera PP di Perumahan Paparti Kampung Anggayuda RT 04/12.

Melihat atributnya diturunkan, pengurus PP Ranting Pamuruyan mendatangi tempat tersebut dan melihat ada dua anggota BBRP di lokasi.

Ternyata kasus tersebut berbuntut panjang. Pada Minggu pukul 09.00 WIB terjadi pemukulan terhadap anggota PP bernama Sofyan Permana ketika melintas di Jalan Raya Cikidang.

Diduga tidak terima ada rekannya yang dipukul, tanpa dikomando ratusan anggota PP melakukan penyerangan. Kedua anggota ormas tersebut saling serang dengan menggunakan senjata tajam, kayu, dan batu.

Kasus ini diperparah dengan adanya penghadangan terhadap perwakilan BBRP yang akan melakukan mediasi dengan pihak PP sehingga bentrokan pun terus melebar hingga Minggu sore.

Akibat bentrokan tersebut suasana di lokasi mencekam karena dari kedua belah pihak mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan benda keras lainnya.

Bentrokan berhasil diredam setelah puluhan anggota kepolisian dan TNI membuat sekat sehingga antaranggota ormas tidak saling berhadapan langsung.

"Saat ini kondisi keamanan sudah kondusif dan dari kedua massa ormas sudah mulai membubarkan diri. Tapi untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan personel kami yang dibantu aparat TNI tetap disiagakan," kata Ngajib.

Ngajib mengatakan saat ini pihaknya tengah memediasi pemimpin kedua ormas tersebut untuk mendamaikan kasus ini agar tidak terus meluas dan anggota PP dan BBRP juga diimbau untuk menahan diri. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas

Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia

Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?

Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun

Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK

Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi

Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar

Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital

Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona

Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:33 WIB

×