Kakak Andi Narogong Kasih 'Uang Taksi' ke Tim Teknis e-KTP

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Kamis, 13 April 2017 | 15:24 WIB
Kakak Andi Narogong Kasih 'Uang Taksi' ke Tim Teknis e-KTP
Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong tiba di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/3) malam.

Suara.com - Tim teknis proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Kemendagri dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Tri Sampurno mengaku pernah menerima uang taksi sebesar Rp2 juta dari Dedi Prijono, kakak Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Tri mengatakan pemberian uang itu dilakukan di dalam mobil Dedi saat perjalanan pulang ke rumah usai menghadiri demo di kantor Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), Jakarta. Menurut Tri, awalnya, dia enggan menerima saat Dedi menawarkan uang yang disebut sebagai uang taksi kepadanya.

"Tapi karena dipaksa dan katanya uang taksi, akhirnya saya terima dan kemudian saya turun di Cibubur. Waktu itu saya buka di dalam taksi jumlahnya Rp2 juta," kata Tri saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2017).

Tri mengatakan, awalnya dia menyangka tidak akan pernah bertemu lagi dengan pengusaha yang pernah dia temui di Ruko Fatmawati. Namun ternyata, usai ditetapkan sebagai tim teknis sesuai nota kesepahamanan Kemendagri-BPPT, Tri dan tim teknis lainnya diundang untuk menghadiri demonstrasi terkait pengembangan sistem e-KTP di kantor PNRI.

Saat demo selesai sekitar pukul 22.00 WIB malam, Tri berniat pulang ke rumahnya di daerah Bogor. Saat itu, Dedi Prijono menawarkan untuk pulang bersama menggunakan mobilnya. Menurut Tri, selain Dedi, ada seorang pria lain yang tidak dia kenal.

"Saya ikut menumpang di mana ada satu orang baru belum pernah saya lihat.Terus dalam perjalanan saya yakini tidak ada pembicaraan khusus," katanya.

Tri Sampurno membenarkan ada pertemuan di rumah Andi Narogong awal Tahun 2011 di Perumahan Kemang Pratama, Bekasi. Katanya, saat itu dia diajak oleh Husni Fahmi.

"Pertemuan itu sama dan tanggal hari tak begitu ingat, Tahun 2011. Awalnya saya diajak Husni Fahmi karena beliau dapat perintah dari Pak Sugiharto," kata Tri.

Mendengar jawaban Tri, Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi Wawan langsung mencecarnya. Hal itu terkait waktu pertemuan tersebut berlangsung, apakah dilakukan sebelum proses lelang proyek e-KTP atau sesudahnya.

"Watu pertemuan di Kemang Pratama kapan, apa sebelum lelang atau sesudahnya," kata Wawan menanyakan Tri.

Tri pun menjawab bahwa pertemuan itu sebelum proses lelang proyek yang merugikan uang negara senilai Rp2,3 triliun tersebut.

"Periode dekat-dekat lelang," kata Tri.

Tri membenarkan pertemuan tersbut ialah untuk membahas proyek e-KTP. Namun, dia mengaku tidak ingat dengan detail isi pertemuan itu.

"Johanes Marlin (Direktur Java Trade), Kurniawan, Budi susanto, Bapak Mayus, Drajat Isnu (ketua panitia pengadaan), Husni Fahmi," kata Tri menjawab pertanyaan Jaksa tentang orang-orang yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Sebelumnya, Tri Sampurno mengaku pernah ikut dalam pertemuan dengan sejumlah pengusaha di Ruko Fatmawati milik Andi Narogong. Pertemuan itu membahas persiapan desain proyek e-KTP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngotot Tolak Pencekalan Setnov, Motif Fahri Hamzah Dicurigai

Ngotot Tolak Pencekalan Setnov, Motif Fahri Hamzah Dicurigai

News | Kamis, 13 April 2017 | 15:02 WIB

Perjelas Pelaku Teror, Polda Telaah CCTV Rumah Novel di Puslabfor

Perjelas Pelaku Teror, Polda Telaah CCTV Rumah Novel di Puslabfor

News | Kamis, 13 April 2017 | 14:58 WIB

Golkar: Terlalu Bodoh Kalau Minta Pencekalan Setnov Dicabut

Golkar: Terlalu Bodoh Kalau Minta Pencekalan Setnov Dicabut

News | Kamis, 13 April 2017 | 14:56 WIB

Polisi Janji Usut Serius Teror Air Keras Novel Baswedan

Polisi Janji Usut Serius Teror Air Keras Novel Baswedan

News | Kamis, 13 April 2017 | 14:49 WIB

KPK Pertimbangkan Panggil Paksa Miryam

KPK Pertimbangkan Panggil Paksa Miryam

News | Kamis, 13 April 2017 | 14:34 WIB

KPK Periksa Adik Andi Narogong Terkait Korupsi e-KTP

KPK Periksa Adik Andi Narogong Terkait Korupsi e-KTP

News | Kamis, 13 April 2017 | 14:07 WIB

KPK Periksa Miryam Sebagai Tersangka Keterangan Palsu

KPK Periksa Miryam Sebagai Tersangka Keterangan Palsu

News | Kamis, 13 April 2017 | 13:46 WIB

Saksi Kasus E-KTP Ngaku 9 Kali Ketemuan di Ruko Andi Narogong

Saksi Kasus E-KTP Ngaku 9 Kali Ketemuan di Ruko Andi Narogong

News | Kamis, 13 April 2017 | 13:03 WIB

Berobat di Singapura, Novel Baswedan Mulai Bisa Melihat

Berobat di Singapura, Novel Baswedan Mulai Bisa Melihat

News | Kamis, 13 April 2017 | 12:53 WIB

Hanura Tak Ikut Dukung Pencabutan Pencekalan Novanto

Hanura Tak Ikut Dukung Pencabutan Pencekalan Novanto

News | Kamis, 13 April 2017 | 12:00 WIB

Terkini

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:51 WIB

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:47 WIB

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:18 WIB

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:15 WIB

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:04 WIB

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:52 WIB

Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya

Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:42 WIB

Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual

Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:38 WIB