Salahkan Medsos, Ortu di Kalsel Nikahkan Anaknya yang Masih Bocah

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 14 April 2017 | 13:38 WIB
Salahkan Medsos, Ortu di Kalsel Nikahkan Anaknya yang Masih Bocah
Logo Facebook. [AFP]

Suara.com - Kasus pernikahan dini di lima kabupaten di Kalimantan Selatan hingga kini masih cukup tinggi sehingga membuat provinsi ini menduduki urutan ketiga nasional untuk jumlah kasus pernikahan dini.

Ketua Koalisi Kependudukan Provinsi Kalimantan Selatan Taufik Hidayat di Amuntai, Jumat, mengatakan Kabupaten Hulu Sungai Utara beberapa tahun sebelumnya pernah menduduki peringkat atas terkait jumlah pernikahan usia dini, namun jumlah tersebut kini telah berhasil dikendalikan.

"Sekarang pernikahan usia dini tertinggi di Kabupaten Tapin, Kotabaru, Tabalong, HSS dan HST," ujar Taufik.

Menurut Taufik, Kalsel kini berada di peringkat ketiga secara nasional terkait angka pernikahan usia dini setelah ditelusuri ternyata lima kabupaten di atas masih tinggi angka pernikahan usia dini. Beberapa penyebab masih tingginya pernikahan dini di Kalsel, menurut dia, karena pengaruh berkembangnya teknologi telepon seluler dan media sosial.

Saat menjadi pembicara pada Forum Inventarisasi Analisis Dampak Kependudukan di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah Kabupaten HSU, Taufik menceritakan temuan kasus di beberapa daerah di Kalsel, peran penggunaan telepon selular dan media sosial ternyata mampu berperan meningkatkan pernikahan usia dini.

"Kasus yang kami temukan di salah satu kota di Kalsel, pernikahan usia dini diantaranya disebabkan orang tua pihak si perempuan khawatir akan pergaulan anaknya melalui telepon selular dan medsos. Sehingga segera dinikahkan pada usia rata-rata 13 tahun," katanya.

Berdasarkan data dari Badan Keluarga Berencana Nasional, angka pernikahan dini di Kalimantan Selatan hingga kini masih menjadi yang tertinggi, yaitu 51/1.000 penduduk atau jauh di atas angka rata-rata nasional sebesar 40/1.000 penduduk.

Masih tingginya angka pernikahan dini tersebut, antara lain dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga dan masih banyaknya pasangan suami istri yang memiliki anak hingga empat orang lebih. Bahkan masih ada kabupaten yang rata-rata pernikahan dininya mencapai 85/1.000 penduduk, jumlahnya tersebut dinilai masih sangat tinggi.

Berdasarkan hasil riset daerah kesehatan yang terakhir, Kabupaten Tanah Bumbu merupakan daerah yang paling tinggi jumlah pernikahan dininya, menggeser Kabupaten Hulu Sungai Utara, yang berdasarkan Riskesdes 2011 daerah tertinggi pernikahan dininya. Sedangkan untuk angka melahirkan dini, Kalsel berada pada urutan ke dua nasional dengan angka melahirkan dini 53/1.000 penduduk.

Berbagai upaya untuk mengatasi pernikahan dini tersebut, antara lain dengan kembali mensosialisasikan program keluarga berencana (KB) yaitu dua anak cukup.Melalui program tersebut, orangtua lebih mudah memngarahkan dan membimbing anaknya untuk melanjutkan pendidikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan KB Daerah HSU, Anisah Rasyidah berharap melalui Inventarisasi Analisis Dampak Kependuduk akan membantu bagi pelaksanaan program KB sehingga bisa tercapai keseimbangan pembangunan kependudukan dan lingkungan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenali 'Bridezilla' Perubahan Emosi Menjelang Hari H Pernikahan

Kenali 'Bridezilla' Perubahan Emosi Menjelang Hari H Pernikahan

Lifestyle | Jum'at, 14 April 2017 | 10:26 WIB

Panik Persiapkan Pernikahan, Buku Ini Bisa Jadi Solusi

Panik Persiapkan Pernikahan, Buku Ini Bisa Jadi Solusi

Lifestyle | Jum'at, 14 April 2017 | 09:38 WIB

Romantis ala "Rustic Wedding"

Romantis ala "Rustic Wedding"

Lifestyle | Sabtu, 08 April 2017 | 10:41 WIB

Tanpa Saksi dan Wali, Bella Luna Mau Dinikahi Razman

Tanpa Saksi dan Wali, Bella Luna Mau Dinikahi Razman

Entertainment | Jum'at, 07 April 2017 | 19:49 WIB

Mau Tahu Berapa Usia Ideal untuk Menikah? Baca Ini!

Mau Tahu Berapa Usia Ideal untuk Menikah? Baca Ini!

Lifestyle | Jum'at, 07 April 2017 | 19:44 WIB

Kawin Kontrak dengan Razman, Bella Luna: Ahok Pasti Ketawa!

Kawin Kontrak dengan Razman, Bella Luna: Ahok Pasti Ketawa!

Entertainment | Jum'at, 07 April 2017 | 11:15 WIB

Banyak Pilihan Menarik di Sini untuk Sambut Hari Pernikahan

Banyak Pilihan Menarik di Sini untuk Sambut Hari Pernikahan

Lifestyle | Sabtu, 01 April 2017 | 17:49 WIB

Tragis! Sudah Foto "Prewed", Gadis ini Gagal Nikah, Kok Bisa?

Tragis! Sudah Foto "Prewed", Gadis ini Gagal Nikah, Kok Bisa?

Lifestyle | Senin, 27 Maret 2017 | 19:15 WIB

Mau Menikah Adat Jawa, Ini Triknya

Mau Menikah Adat Jawa, Ini Triknya

Lifestyle | Senin, 27 Maret 2017 | 20:05 WIB

Sensasi Menikah di Dalam Tangki Air Raksasa

Sensasi Menikah di Dalam Tangki Air Raksasa

Lifestyle | Minggu, 19 Maret 2017 | 19:07 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×