KPI Tengarai Ada 8 Pelanggaran Video Kampanye Ahok-Djarot

Adhitya Himawan | Dian Rosmala | Suara.com

Kamis, 13 April 2017 | 06:25 WIB
KPI Tengarai Ada 8 Pelanggaran Video Kampanye Ahok-Djarot
Ketua Perkumpulan Indo Digital Volunteer, Anthony Leong melaporkan video kampanye Ahok-Djarot ke KPI. [Dok Indo Digital]

Ketua Perkumpulan Indo Digital Volunteer, Anthony Leong melaporkan iklan kampanye Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- Djarot Saiful Hidayat ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena diduga terdapat indikasi pelanggaran. Anthony yang didampingi Anggawira yang juga seorang akademisi dari Universitas Al Syafi'iyah dan advokat Mahfudz Latuconsina menyatakan laporan ini sebagai “early warning” bagi Tim Ahok- Djarot untuk tidak menyangkan kembali iklan kampanye tersebut.

“Kami dari perkumpulan Indo Digital Volunteer ingin memberi early warning kepada Tim Ahok- Djarot agar tidak menampilkan video ini sebagai iklan kampanye yang resmi,” ujar Anthony di kantor KPI Pusat, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Dalam video berdurasi 2 menit tersebut Anthony melihat hal- hal yang kontradiktif karena Ahok- Djarot selama ini selalu menggaungkan soal kebhinekaan, Pancasila, dan persatuan. Namun, justru dalam video tersebut banyak menampilkan visual dengan suasana mencekam sehingga menginterpretasikan bahwa warga Jakarta seolah belum siap menerima keberagaman.

“Kita inginkan demokrasi yang sejuk, kita ingin value dari Pilkada ini diiisi dengan gagasan. Jadi, bukan isu- isu kekerasan, dan SARA seperti yang ada di video tersebut yang ditunjukkan. Laporan ini jadi early warning agar Tim Ahok- Djarot berkampanye lebih positif, karena waktu tinggal 1 minggu lagi,” ujar Anthony yang juga Pakar Digital Marketing ini.

Dalam laporannya, Anthony memaparkan beberapa potongan gambar iklan kampanye yang diambil dari youtube dan tidak ditampilkan di Lembaga Penyiaran. Diantaranya adegan tindakan kekerasan oleh demonstran terhadap seoarang ibu dan anak yang berada di dalam mobil, kemudian, demonstrasi anti cina yang dilakukan oleh orang- orang berpeci, dan bersorban dengan spanduk bertuliskan “Ganyang Cina”, dan beberapa cuplikan lain yang mengundang kontroversi.

"Kami tidak mau mencederai demokrasi dan seluruh elemen bangsa, artinya saya kebetulan hadir sebagai pemerhati medsos, arinya kita tidak ingin medsos diisi dengan konten seperti ini," ujar Anthony.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis mengaku telah menerima laporan yang dilayangkan oleh Perkumpulan Digital Volunteer, dan akan membahasnya dalam rapat pleno.

“Kami telah menerima laporan dari Perkumpulan Indo Digital Volunteer atas beberapa indikasi pelanggaran yang terdapat dalam video iklan kampanye Ahok- Djarot. Kita akan bahas aduan ini dalam rapat pleno,” ujar Yuliandre.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Yuliandre Darwis menyatakan apabila video kampanye Ahok-Djarot yang berdurasi 3 menit tidak mengalami proses editing, akan berpotensi melakukan pelanggaran.

"Kalau yang durasi 3 menit ada 8 indikasi pelanggaran, yang secara resmi melapor baru ini, kami juga lakukan monitoring. Iklan ini berbeda dengan iklan di media sosial dan media baru. Di media baru viralnya sudah kemana-kemana," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sindir soal Bukit Duri, Anies: Jangan Bohong saat Kampanye

Sindir soal Bukit Duri, Anies: Jangan Bohong saat Kampanye

News | Rabu, 12 April 2017 | 22:15 WIB

Anies Tolak Reklamasi, Ahok: Kami Tak Berniat Mengusir Nelayan

Anies Tolak Reklamasi, Ahok: Kami Tak Berniat Mengusir Nelayan

News | Rabu, 12 April 2017 | 21:36 WIB

Debat soal Cabai, Sandiaga Uno: Oh, Pak Djarot Bawa Sontekan Ya?

Debat soal Cabai, Sandiaga Uno: Oh, Pak Djarot Bawa Sontekan Ya?

News | Rabu, 12 April 2017 | 21:25 WIB

Anies Sindir Ahok soal Rute Transportasi Umum Tak Partisipatif

Anies Sindir Ahok soal Rute Transportasi Umum Tak Partisipatif

News | Rabu, 12 April 2017 | 20:55 WIB

Debat Pamungkas, Djarot: Pertanyaan Apa pun Kami Jawab

Debat Pamungkas, Djarot: Pertanyaan Apa pun Kami Jawab

News | Rabu, 12 April 2017 | 19:46 WIB

Riset Sikap Ahok-Djarot dan Anies-Sandi soal Kaum Minoritas

Riset Sikap Ahok-Djarot dan Anies-Sandi soal Kaum Minoritas

News | Rabu, 12 April 2017 | 17:55 WIB

LBH Jakarta: Program Ahok-Djarot dan Anies-Sandi Tak Penuhi HAM

LBH Jakarta: Program Ahok-Djarot dan Anies-Sandi Tak Penuhi HAM

News | Rabu, 12 April 2017 | 15:40 WIB

LBH Jakarta: Rumah DP 0 Persen Anies-Sandi Tak Layak

LBH Jakarta: Rumah DP 0 Persen Anies-Sandi Tak Layak

News | Rabu, 12 April 2017 | 15:09 WIB

LBH Jakarta: Ahok-Djarot Menang, 325 Wilayah Bakal Digusur

LBH Jakarta: Ahok-Djarot Menang, 325 Wilayah Bakal Digusur

News | Rabu, 12 April 2017 | 15:07 WIB

Ahok-Djarot Senang Kalau Anies-Sandi Banyak Nyerang di Debat

Ahok-Djarot Senang Kalau Anies-Sandi Banyak Nyerang di Debat

News | Rabu, 12 April 2017 | 10:07 WIB

Terkini

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:10 WIB

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB

Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini

Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:32 WIB

Buruh dalam Bayang-bayang Kontrak Panjang dan Ketidakpastian Kerja

Buruh dalam Bayang-bayang Kontrak Panjang dan Ketidakpastian Kerja

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:26 WIB

Riset Ungkap Hanya Jakarta yang Mampu Kejar Kenaikan Biaya Hidup, Daerah Lain?

Riset Ungkap Hanya Jakarta yang Mampu Kejar Kenaikan Biaya Hidup, Daerah Lain?

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:21 WIB

Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi

Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:15 WIB

Astronot Artemis II Bongkar Kenapa Makanan Terasa Hambar di Luar Angkasa

Astronot Artemis II Bongkar Kenapa Makanan Terasa Hambar di Luar Angkasa

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:59 WIB

PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel

PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:38 WIB

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:28 WIB

Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya

Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:15 WIB