Pembom B-1 Lakukan Provokasi, Korut: Dekat dengan Perang Nuklir

Tomi Tresnady

Rabu, 03 Mei 2017 | 02:07 WIB
Pembom B-1 Lakukan Provokasi, Korut: Dekat dengan Perang Nuklir
Pesawat B-1 Bomber milik Angkatan Udara Amerika Serikat. [shutterstock]

Suara.com - Pesawat pengangkut bom B-1 milik angkatan udara Amerika Serikat telah terbang dua kali di atas semenanjung Korea dalam tujuh hari ini.

Hal itu mengundang kritik tajam dari Korea Utara di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

Dilansir dari CNN, pada hari Senin (1/5/2017), dua pembom B-1 meninggalkan pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam untuk melakukan latihan gabungan dengan Korea Selatan dan angkatan udara Jepang di atas semenanjung Korea, menurut Angkatan Udara AS.

Secara terpisah, dua pembom B-1 juga terbang melintasi Korea Selatan pada tanggal 26 April, seorang pejabat pertahanan AS mengkonfirmasi.

Kedua misi itu telah lama direncanakan dan ada keputusan untuk tetap tak diketahui publik karena untuk menghindari peningkatan iklim politik regional.

Namun Pyongyang menuduh AS dengan sengaja melakukan "provokasi militer".

"B-1B dari Guam secara diam-diam terbang di atas langit di atas Laut Timur (pada hari Senin) dan bergabung dengan operasi bersama secara strategis yang mencolok, termasuk kapal induk dan kapal selam bertenaga nuklir," menurut jaringan berita negara Korut.

"Karena provokasi militer AS yang semakin eksplisit dari hari ke hari, situasi di semenanjung Korea, yang sudah sensitif, didorong ke titik yang dekat dengan perang nuklir," kata penyiar negara tersebut.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan Moon Sang-Gyun mengatakan bahwa pengerahan pembom AS merupakan bagian untuk "menanggapi ancaman rudal nuklir Korut dan mencegah provokasi Korut."

baca juga

Atas dua penerbangan itu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia bersedia temui pemimpin Korea Utara Kim Jong Un "dalam situasi yang tepat" demi meredakan ketegangan program nuklir Pyongyang.

Tidak ada presiden AS yang pernah duduk bareng dengan pemimpin Korut saat berkuasa, ide Trump itu sangat kontroversial.

AS juga telah mengarahkan pasukan yang dipimpin kapal Induk ke semenanjung Korea untuk memasang sistem rudal anti-balistik baru di Korea Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korut Ancam Tenggelamkan Kapal Selam Nuklir AS

Korut Ancam Tenggelamkan Kapal Selam Nuklir AS

News | Senin, 01 Mei 2017 | 04:34 WIB

Ini Potret 'Kamp Kematian' Korea Utara yang Terekspos

Ini Potret 'Kamp Kematian' Korea Utara yang Terekspos

News | Senin, 01 Mei 2017 | 06:31 WIB

Pemerintah AS Desak Cina "Bereskan" Ancaman Nuklir Korut

Pemerintah AS Desak Cina "Bereskan" Ancaman Nuklir Korut

News | Sabtu, 29 April 2017 | 04:24 WIB

Finis Kesembilan, Ini Reaksi Juara Dunia MotoGP Tiga Kali

Finis Kesembilan, Ini Reaksi Juara Dunia MotoGP Tiga Kali

News | Selasa, 25 April 2017 | 14:27 WIB

Terjatuh di MotoGP Amerika Serikat, Vinales: Kecelakaan yang Aneh

Terjatuh di MotoGP Amerika Serikat, Vinales: Kecelakaan yang Aneh

News | Selasa, 25 April 2017 | 13:36 WIB

Kakek 75 Tahun Meninggal Usai Dibohongi 'Trump Sudah Digulingkan'

Kakek 75 Tahun Meninggal Usai Dibohongi 'Trump Sudah Digulingkan'

News | Sabtu, 22 April 2017 | 02:45 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×