Politikus PAN Berharap Hakim Putuskan Kasus Ahok dengan Adil

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Kamis, 04 Mei 2017 | 14:12 WIB
Politikus PAN Berharap Hakim Putuskan Kasus Ahok dengan Adil
Suasana persidangan kasus penodaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Ruang Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2017). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan berharap aksi di Masjid Istiqlal dan Kantor Mahkamah Agung, Jumat (5/5/2017), berjalan lancar. Dengan demikian, dia pun berharap, pesan dari aksi ini bisa disampaikan dengan baik.

Aksi demonstrasi ‎ini beragendakan meminta Majelis Hakim bertindak independen dalam kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok sendiri akan divonis pada Selasa (9/5/2017).

"‎Demo ini sebetulnya ditujukan untuk keinginan kelompok masyarakat agar proses pengadilan berjalan secara adil, secara bijak sehingga tidak ada keberpihakan pada pihak manapun itu saja yang kita harapkan dari majelis hakim," kata Taufik di DPR, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

"Sekiranya Jika ada unsur dalam tanda kutip yang dirasakan mungkin oleh pengunjuk rasa kurang memenuhi aspek keadilan kita harapkan semua semoga Pak hakim semuanya memenuhi aspek keadilan yang dirasakan dan yang dituntut besok," tambah politikus PAN ini.

‎Menurutnya, aksi demonstrasi apapun harus dihargai. Apalagi, aksi menyampaikan pendapat di muka umum dijamin oleh undang-undang.

"Silakan dilakukan secara tertib aman lancar damai sehingga harapannya apa yang diinginkan semuanya tetap memberikan dukungan kepada majelis hakim untuk memberikan yang terbaik seadil adilnya sesuai dengan judgement hukum dari para pengambil keputusan," tuturnya.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya sudah menerima surat pemberitahuan dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI yang akan menggelar aksi di Masjid Istiqlal dan Kantor Mahkamah Agung pada Jumat (5/5/2017).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, estimasi peserta aksi berkisar 5ribu sampai 10ribu orang.

"Dari kelompok GNPF MUI sudah mengirimkan surat memberitahu ke Polda Metro. Jadi pelaksanaannya setelah shalat jumat, masa sekitar 5 ribuan sampai 10 ribuan. Tentunya ini dengan adanya surat pemberitahuan, akan dianalisa oleh intelijen," kat‎a Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Dia menambahkan, dari surat pemberitahuan ini, aksi yang akan dilakukan meliputi pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Istiqlal kemudian melakukan aksi longmarch ke Kantor Mahkamah Agung.

Argo mengingatkan supaya aksi ini bisa berjalan dengan tertib dan menyesuaikan dengan aturan yang ada. Sehingga, aksi ini tidak menganggu aktivitas masyarakat lainnya yang ingin melaksanakan kegiatan lainnya.‎

"Tentunya nanti akan kita harapakan bahwa massa ini akan tertib seandainya nanti akan melaksanakan kegiatannya. Jadi tak melakukan kegiatan yang bertentangan norma hukum," kata dia.

‎Argo menambahkan, polisi sudah menyiapkan personel untuk mengawal aksi ini. Kata dia, pasukan ini berasal dari gabungan anggota Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.

"Kalau nanti ada perkembangan intelijen harus ada penambahan pasukan, kami tambah pasukan dari Polda samping dan dari TNI, dan Pemprov juga ada," tuturnya.

baca juga

Untuk diketahui, GNPF MUI akan menggalang aksi untuk meminta majelis hakim bertindak independen dalam memberikan hukuman kepada terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ketua GNPF MUI Kapitra Ampera mengatakan, pihaknya akan menggalang ‎massa hingga jutaan orang untuk melangsungkan aksi yang akan digelar di depan Mahkamah Agung, Jumat (5/5/2017).‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Gratiskan Biaya Visum Korban KDRT dan Kekerasan Seksual

Ahok Gratiskan Biaya Visum Korban KDRT dan Kekerasan Seksual

News | Kamis, 04 Mei 2017 | 11:54 WIB

Pertahankan Parkir Meter, Ahok: Supaya Duitnya Nggak Dicolong

Pertahankan Parkir Meter, Ahok: Supaya Duitnya Nggak Dicolong

News | Kamis, 04 Mei 2017 | 11:41 WIB

Ahok Marah Masih Ada Lurah Korup di Jakarta

Ahok Marah Masih Ada Lurah Korup di Jakarta

News | Kamis, 04 Mei 2017 | 11:26 WIB

Digadang Cawapres, Ahok: Kafir Mana Boleh  Jadi Pejabat di Sini

Digadang Cawapres, Ahok: Kafir Mana Boleh Jadi Pejabat di Sini

News | Kamis, 04 Mei 2017 | 10:44 WIB

Bantah Sandiaga, Ahok: Belum 'Move on' Jadi Bakar Bunga

Bantah Sandiaga, Ahok: Belum 'Move on' Jadi Bakar Bunga

News | Kamis, 04 Mei 2017 | 10:34 WIB

Mau Kembali Didemo GNPF, Ahok Cuma Tertawa

Mau Kembali Didemo GNPF, Ahok Cuma Tertawa

News | Kamis, 04 Mei 2017 | 09:56 WIB

Kasihan dengan Anies, Ahok Tetap Lanjutkan Normalisasi Sungai

Kasihan dengan Anies, Ahok Tetap Lanjutkan Normalisasi Sungai

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 20:12 WIB

Kalau Ahok Tak Dipenjara, Habib Novel: Kita Kirimkan Massa Lagi

Kalau Ahok Tak Dipenjara, Habib Novel: Kita Kirimkan Massa Lagi

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 18:50 WIB

Habib Novel: Ahok Harus Dihukum 5 Tahun Tanpa Kurang Sehari Pun

Habib Novel: Ahok Harus Dihukum 5 Tahun Tanpa Kurang Sehari Pun

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 19:03 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×