Mengungsi, Musikus Muda Kurdi Mati Tenggelam Sembari Peluk Biola

Reza Gunadha

Jum'at, 05 Mei 2017 | 19:15 WIB
Mengungsi, Musikus Muda Kurdi Mati Tenggelam Sembari Peluk Biola
Baris Yazgi [The Independent]

Suara.com - Jantung Cengiz Yazgi dan orangtuanya, warga etnis Kurdi di Turki, kencang berdegup tatkala menerima kabar satu kapal yang ditumpangi para pengungsi tenggelam di Laut Aegea, Yunani.

Pikiran mereka membuncah, mengkhawatirkan si bungsu yang sudah dua hari tak pulang setelah menyatakan keinginan pergi ke Belgia.

Baris Yazgi, si bungsu, adalah violinis muda berusia 22 tahun. Ia bertekad ke Belgia apa pun caranya, agar bisa melanjutkan ke sekolah musik terkenal di sana.

Sebab, warga keturunan Kurdi—suka tidak suka, setuju atau tidak—tetap menjadi warga kelas dua di negeri Recep Tayyib Erdogan itu, sehingga sulit mewujudkan impiannya yang bebas.

Sejak menyatakan keinginan ke Belgia kepada orangtuanya, Jumat (21/4/2017), Baris tak kunjung pulang ke rumah. Sang ibu yang gundah mencoba menghubunginya melalui sambungan telepon selular, tapi tak terhubung.

Akhirnya, Minggu (23/4), keluarga membaca berita getir di media massa: “pasukan penjaga pantai Turki menemukan mayat pria muda mengambang sembari tetap memeluk sebuah biola.”

Firasat mereka sekeluarga seakan mengatakan, mayat itu adalah si bungsu yang sangat mencintai biola.

"Ibu dan ayah sudah pasrah setelah mendapatkan berita itu. Tapi aku sendiri belum yakin, sampai akhirnya media memublikasikan foto pria muda itu. Aku akhirnya lemas, mayat itu adalah adik bungsuku,” tutur Cengiz Yazgi.

baca juga

“Meski wajahnya tak lagi seperti yang kami kenali, aku yakin mayat itu adalah adikku. Karena dia memeluk biola. Aku tahu, dia sangat mencintai biola, dan tak akan membiarkan biola itu tenggelam,” tambahnya, seperti dilansir The Independent, Kamis (4/5/2017).

Cengiz tak habis pikir, kenapa sang adik nekat ikut kapal pengungsi tersebut untuk sampai ke Belgia. Padahal, Cengiz pernah berjanji akan melakukan apa pun agar Baris bisa keluar dari Turki dan menjadi seniman di Belgia atau di mana pun sang adik mau.

“Setelah dia tewas, aku berpikir mungkin dia nekat pergi seperti itu karena berpikir tak lagi ada harapan untuk kaum Kurdi di sini,” ujarnya, lirih.

Kapal yang ditumpangi Baris kandas saat melintasi Lau Tengah menuju Yunani, gerbang bagi pengungsi kawasan konflik Timur Tengah ke Eropa.

Selain Baris, 16 pengungsi lain tewas, termasuk dua bocah. Hanya dua orang yang selamat, satu wanita hamil asal Republik Demokratik Kongo dan perempuan Kamerun.

Violinis Berbakat

Terlepas dari persoalan etnis, Baris adalah sosok yang sama seperti remaja-remaja lain seusianya. Sebagai anak bungsu, Baris cenderung manja dan kerap tersandung masalah di luar rumah.

Tapi, persamuhannya dengan biola membuat kehidupan Baris berubah. Ia tak lagi ugal-ugalan di jalan, melainkan tekun membaca balok-balok not.

Secara otodidak dan di bawah bimbingan sang kakak yang juga musikus, Baris perlahan mulai menguasai cara bermain biola. Ia lantas mengamen di jalan-jalan untuk mendapatkan uang, sehingga bisa membayar kursus biola.

Meski sudah memunyai nama sebagai violinis dan mengikuti kursus biola di daerahnya, Baris tak puas. Ia benar-benar ingin mencicipi bangku sekolah musik agar bisa menjadi profesional. Setelah mendapat pertimbangan orang lain, ia memilih Belgia.

“Tapi, persoalannya, dia tak memunyai pekerjaan dan tidak punya asuransi, sehingga tak mungkin mendapatkan visa secara legal,” terang Cengiz.

Seorang gadis teman sekolah dan mengaku mantan kekasih Baris, menuturkan persona si pemuda.

“Dia tak pintar-pintar amat dalam pelajaran lain. Tapi, semua orang mengakui dia berbakat bermain biola. Kami sangat senang kalau ia memainkan biola,” tuturnya.

Baris, kata dia, juga sosok pria yang sangat agresif sehingga kerapkali terlibat persoalan di dalam maupun luar sekolah. Tak jarang Baris terlibat perkelahian.

“Meski begitu, dia adalah kekasih yang hangat. Percayalah, ketika dia sudah mencintai seseorang, Baris bisa melakukan apa saja untuk orang yang dicintainya,” tutur gadis itu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dianggap Sebar Teror, Pemerintah Turki Blokir Wikipedia

Dianggap Sebar Teror, Pemerintah Turki Blokir Wikipedia

News | Minggu, 30 April 2017 | 08:57 WIB

Permintaan Batalkan Hasil Referendum Turki Ditolak

Permintaan Batalkan Hasil Referendum Turki Ditolak

News | Kamis, 20 April 2017 | 07:37 WIB

Erdogan Menang Referendum Turki

Erdogan Menang Referendum Turki

News | Senin, 17 April 2017 | 06:55 WIB

Turki: Pemerintah Suriah Masih Punya Senjata Kimia

Turki: Pemerintah Suriah Masih Punya Senjata Kimia

News | Rabu, 12 April 2017 | 01:04 WIB

Foto Presiden Erdogan Ajarkan Cucu Baca Alquran Jadi Viral

Foto Presiden Erdogan Ajarkan Cucu Baca Alquran Jadi Viral

News | Senin, 10 April 2017 | 19:40 WIB

Politikus PKS Dibekuk Densus 88, DPR Minta Klarifikasi Kapolri

Politikus PKS Dibekuk Densus 88, DPR Minta Klarifikasi Kapolri

News | Senin, 10 April 2017 | 14:29 WIB

Duh, Suara Film Porno Terdengar dari Penguat Suara Masjid Ini

Duh, Suara Film Porno Terdengar dari Penguat Suara Masjid Ini

News | Kamis, 30 Maret 2017 | 19:25 WIB

Jerman Kecam Aksi Spionase Turki

Jerman Kecam Aksi Spionase Turki

News | Selasa, 28 Maret 2017 | 16:55 WIB

Presiden Turki: Eropa Mengadu Domba 'Bulan Sabit' dan 'Salib'

Presiden Turki: Eropa Mengadu Domba 'Bulan Sabit' dan 'Salib'

News | Sabtu, 18 Maret 2017 | 10:36 WIB

Tegang, Turki Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Belanda

Tegang, Turki Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Belanda

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 05:12 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×