Dianggap Sebar Teror, Pemerintah Turki Blokir Wikipedia

Reza Gunadha | Suara.com

Minggu, 30 April 2017 | 08:57 WIB
Dianggap Sebar Teror, Pemerintah Turki Blokir Wikipedia
Wikipedia [Yahoo News]

Suara.com - Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan kembali bertindak represif dan mengekang kebebasan rakyatnya sendiri.

Terbaru, seperti dilansir Aljazeera, pemerintah Turki memblokir laman ensiklopedia bebas buatan warganet, Wikipedia. Laman tersebut, mulai diblokir sejak Sabtu (29/4/2017).

Kementerian Trasportasi, Maritim, dan Komunikasi Turki, dalam keterangan resmi kepada Daily Sabah—kantor berita pemerintah—menilai Wikipedia mengancam keberlangsungan pemerintahan Erdogan dan keamanan negara.

“Wikipedia menjadi alat menyebarkan informasi yang menyudutkan Turki di arena internasional,” demikian pernyataan resmi tersebut, seperti dikutip The Washington Post.

Sebelumnya, Turki sempat menekan pengelola laman tersebut untuk menghapus seluruh materi yang dianggap “mendukung teror” terhadap pemerintah dan negara.

Namun, karena desakan itu tak mendapat tanggapan, Turki melakukan pemblokiran.

Tindakan represif rezim Erdogan tersebut mendapat kecaman dari warganya sendiri. Salah satu kecaman dilontarkan lembaga pemantau kebebasan sipil dan media sosia, Turkey Blocks.

Pemblokiran tersebut, juga dikecam oleh pendiri Wikipedia, Jimmy Wales. Melalui akunnya di Twitter, Jimmy menilai Erdogan telah melanggar hak asasi manusia untuk mendapatkan informasi.

"Salah satu hak asasi manusia yang paling mendasar adalah akses terhadap informasi. Aku akan bersamamu rakyat Turki, untuk memperjuangkan hak asasi ini,” tulisnya.

Untuk diketahui, sejak upaya kudeta terhadap Erdogan, Juli 2016, digagalkan, pemerintah terus melakukan represi terhadap masyarakat yang dinilai anti-Erdogan.

Bahkan, 4.000 pegawai negeri, termasuk guru, dipecat oleh Erdogan karena diduga mendukung kubu oposisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Permintaan Batalkan Hasil Referendum Turki Ditolak

Permintaan Batalkan Hasil Referendum Turki Ditolak

News | Kamis, 20 April 2017 | 07:37 WIB

Erdogan Menang Referendum Turki

Erdogan Menang Referendum Turki

News | Senin, 17 April 2017 | 06:55 WIB

Turki: Pemerintah Suriah Masih Punya Senjata Kimia

Turki: Pemerintah Suriah Masih Punya Senjata Kimia

News | Rabu, 12 April 2017 | 01:04 WIB

Foto Presiden Erdogan Ajarkan Cucu Baca Alquran Jadi Viral

Foto Presiden Erdogan Ajarkan Cucu Baca Alquran Jadi Viral

News | Senin, 10 April 2017 | 19:40 WIB

Politikus PKS Dibekuk Densus 88, DPR Minta Klarifikasi Kapolri

Politikus PKS Dibekuk Densus 88, DPR Minta Klarifikasi Kapolri

News | Senin, 10 April 2017 | 14:29 WIB

Kembali Memanas, Turki 'Sandera' 100 Warga Belanda

Kembali Memanas, Turki 'Sandera' 100 Warga Belanda

News | Sabtu, 08 April 2017 | 09:30 WIB

Duh, Suara Film Porno Terdengar dari Penguat Suara Masjid Ini

Duh, Suara Film Porno Terdengar dari Penguat Suara Masjid Ini

News | Kamis, 30 Maret 2017 | 19:25 WIB

Jerman Kecam Aksi Spionase Turki

Jerman Kecam Aksi Spionase Turki

News | Selasa, 28 Maret 2017 | 16:55 WIB

Erdogan Bersikeras Juluki Pemimpin Eropa Sebagai "Nazi"

Erdogan Bersikeras Juluki Pemimpin Eropa Sebagai "Nazi"

News | Jum'at, 24 Maret 2017 | 07:12 WIB

Presiden Turki: Eropa Mengadu Domba 'Bulan Sabit' dan 'Salib'

Presiden Turki: Eropa Mengadu Domba 'Bulan Sabit' dan 'Salib'

News | Sabtu, 18 Maret 2017 | 10:36 WIB

Terkini

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB